Teridentifikasi, Dua Pekerja Freeport yang Tewas di Tambang Bawah Tanah

Dua jenazah yang ditemukan, yakni Wigih Hartono (37) asal Tulungagung, Jatim, dan Irawan (46) asal Cilacap, Jateng. Keduanya merupakan teknisi kelistrikan.

20 Sep 2025 19:39 WIB · Nasional

Oleh Nasrun Katingka

JAYAPURA, KOMPAS — Dua jenazah yang ditemukan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (20/9/2025) pagi, akhirnya teridentifikasi. Dua jenazah pekerja yang teridentfikasi sebagai teknisi kelistrikan tersebut langsung diterbangkan ke kampung halaman masing-masing.

Keduanya ialah Wigih Hartono (37) asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dan Irawan (46) asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dua teknisi kelistrikan ini merupakan dua dari tujuh pekerja yang terjebak dalam insiden terjangan material basah di tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia, Senin (8/9/2025).

”Atas nama perusahaan dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. PT Freeport Indonesia akan terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga di masa sulit ini,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam keterangannya, Sabtu.

Proses evakuasi dua jenazah yang ditemukan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (20/9/2025)

Proses identifikasi jenazah dilakukan oleh tim medis bersama kepolisian. Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, jenazah Wigih dan Irawan akan diterbangkan ke kampung halaman mereka pada Sabtu ini.

Berdasarkan informasi kepolisian Bandara Mozes Kilangin Timika, jenazah diantar dengan menggunakan pesawat Airfast. Pesawat lepas landas sekitar pukul 19.36 WIT.

Quote

PT Freeport Indonesia akan terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga di masa sulit ini.

Sementara keduanya ditemukan Sabtu pada pukul 08.45 di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Penyelamatan kepada korban lain terus diupayakan.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati mengatakan, kemampuan terbaik dikerahkan untuk menemukan korban-korban lain yang terjebak lebih dari 12 hari.

Proses evakuasi dua jenazah yang ditemukan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (20/9/2025)

Sejak awal upaya penyelamatan terhadap pekerja yang terjebak, tim menyebut adanya tantangan dan risiko tinggi. Upaya penyelamatan juga ikut dipantau tim Inspektur Tambang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mimika.

PT Freeport Indonesia mengatakan, terjangan material basah sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini membuat penyelamatan menjadi kompleks dan penuh risiko. Perlu waktu tambahan untuk membersihkan material dalam jumlah besar tersebut.

Upaya evakuasi dilakukan dengan berbagai alat, seperti alat berat, bor, hingga drone. Tim evakuasi juga memaksimalkan upaya dengan pembuatan lubang vertikal ke atas menuju lokasi yang diduga merupakan lokasi para pekerja berada. Para pekerja diyakini berada di area yang disebut sebagai level servis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nasrun Katingka
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati