Terkuaknya Kelemahan Laten Pertahanan Real Madrid

Debut Xabi Alonso di derbi Madrid berakhir mengecewakan. Alih-alih menyegel poin penuh, kelemahan Real Madrid arahannya justru terekspos secara terang-terangan.

28 Sep 2025 01:54 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, SABTU — Menatap derbi Madrid setelah hanya kebobolan tiga gol dalam enam laga terkuak sebagai kamuflase belaka Real Madrid dalam menyembunyikan kelemahan pertahanannya. Terlihat tangguh, pertahanan Real ternyata rentan terhadap taktik menyerang yang paling sederhana, yaitu umpan silang. Atletico Madrid membuka kelemahan laten itu untuk membungkam Real, 5-2.

Kekalahan ini sekaligus menghentikan tren positif Real di awal musim yang selalu memetik kemenangan dalam enam laga beruntun. Tim arahan Pelatih Xabi Alonso gagal melewati ujian berat perdananya musim ini di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, Sabtu (28/9/2025) malam WIB.

Pada sebuah derbi, apalagi derbi Madrid, kekalahan jelas tidak punya tempat dalam tim sebesar Real. Hal yang lebih parah ialah kekalahan itu didapat dengan amat telak di saat Real belum pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam tiap laga musim ini. Debut Alonso di derbi Madrid pun tercoreng dengan hasil ini.

”Kami tidak puas dengan cara kami bermain. Liga Spanyol baru saja dimulai, yang penting adalah apa yang akan kami lakukan setelah ini, bagaimana kami akan bereaksi,” ujar Alonso dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, mencetak gol ke gawang Real Madrid pada laga LaLiga di Madrid, Sabtu (27/9/2025).  Atletico memenangi laga derbi ini dengan skor 5-2.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporternya, para pemain Atletico tampil sangat efektif. Mereka sudah unggul saat laga baru berjalan 14 menit melalui sundulan bek tengah Robin Le Normand. Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa Real akan kebobolan melalui skema umpan silang mengingat pertahanan mereka yang tampil solid dalam enam laga awal musim ini.

Gol Le Normand tergolong sangat sederhana, tidak berawal dari umpan kombinasi dua hingga tiga pemain untuk memecah pertahanan solid Real. Gol bermula dari umpan silang spekulatif Giuliano Simeone di sayap kanan. Meski diapit oleh Aurelien Tchouameni dan Eder Militao yang bertubuh jangkung, Le Normand melompat lalu berhasil memenangi duel udara untuk menaklukkan kiper Thibaut Courtois.

Derbi Madrid kemudian berlangsung saling serang. Hasilnya, keunggulan Atletico hanya bertahan selama 11 menit. Kylian Mbappe sukses mencetak gol balasan lewat kombinasi umpan pendek dengan Arda Guler. Gol Mbappe memberi Real momentum untuk keluar dari tekanan Atletico. Hasilnya, Real membalikkan keadaan melalui sepakan voli keras Guler menyambut umpan Vinicius Junior.

Keberhasilan membobol gawang Real dari umpan silang dan bola udara coba diulangi Atletico. Hasilnya, ”Los Rojiblancos” mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan penyerang Alexander Sorloth di pengujung babak pertama.

Spain La Liga Soccer

Skema gol Sorloth nyaris serupa dengan Le Normand. Para pemain Real relatif lambat bereaksi ketika lawan mendapatkan momentum dalam menguasai bola. Situasi ini membuat Koke bisa mendapatkan cukup ruang untuk melepaskan umpan terukur kepada Sorloth. Statistik laga menyebutkan, Atletico lebih dominan dalam hal melepaskan umpan silang sukses, yakni enam kali. Unggul atas Real yang mencatatkan empat umpan silang sukses.

”Ini pukulan positif untuk perjalanan ke depan. Dalam duel dan bola-bola (udara) ke area (pertahanan), kami terlalu sering kalah dan dengan bola kami tidak menemukan solusi,” ucap Alonso.

Pembalasan Alvarez

Sukses menyamakan kedudukan di pengujung babak pertama, Atletico melanjutkan tekanan pada babak kedua. Julian Alvarez tampil menggila di babak kedua dengan mencetak dua gol yang membawa Atletico unggul jauh atas Real.

Penyerang asal Argentina itu berkontribusi terhadap hadiah penalti Atletico setelah umpan silangnya salah diantisipasi Guler yang menaikkan kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala Nico Gonzalez. Alvarez yang maju sebagai ekskutor sukses menjalankan tugasnya. Pertahanan Real kembali dihukum oleh Alvarez lewat eksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti beberapa menit setelahnya.

Dua gol ke gawang Real seakan menjadi cara Alvarez membalas kekalahan menyakitkan pada derbi Madrid musim lalu. Kala itu penalti Alvarez pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa dianulir. Sebabnya, Alvarez dinilai telah menyentuh bola sebanyak dua kali sebelum menendang. Momen kegagalan Alvarez itu pada akhirnya turut membantu Real memenangi adu penalti dan lolos ke babak perempat final.

Spain La Liga Soccer

”Saat jeda, pesannya jelas kami harus terus menekan. Kami menciptakan peluang, hari ini kami efektif. Kami menciptakan peluang terbanyak di Liga Spanyol, termasuk yang terbaik di Eropa. Sekarang kami tampil klinis, itulah perbedaannya,” ujar Alvarez.

Real semakin kehilangan arah setelah tertinggal oleh brace Alvarez. Untuk mencetak gol balasan, para pemain Real mencoba tampil lebih menekan dengan menaikkan garis pertahanan. Namun, upaya itu tidak ditopang dengan merancang rest defence yang memadai.

Kelengahan itu berbuah petaka gol kelima Atletico yang dicetak penyerang pengganti, Antoine Griezmann. Gol berawal dari kesalahan bek Real dalam mengoper bola yang dengan cepat direbut Alex Baena. Pemain yang dibeli Altetico dari Villarreal itu kemudian meneruskan bola kepada Griezmann.  

Kekalahan ini jelas merupakan pukulan telak bagi Real yang berupaya terus menjaga jarak dengan Barcelona di peringkat kedua. Dua rival abadi itu hanya berjarak dua poin di puncak klasemen sementara. Barca akan mengudeta Real dari puncak jika sukses menang atas Real Sociedad pada laga lainnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto