Hasil babak 16 besar Liga Champions mewujudkan pertemuan langka Arsenal kontra Real Madrid. Saking langkanya, laga dua tim tersebut layak disebut pertemuan imajiner.
13 Mar 2025 14:20 WIB · Olahraga
MADRID, KAMIS — Setelah melalui persaingan yang sengit, delapan tim terbaik akhirnya memastikan tempat di babak perempat final Liga Champions Eropa. Satu hal yang paling menyita perhatian pada babak perempat final adalah terwujudnya pertemuan imajiner Real Madrid menghadapi Arsenal. Pertemuan kedua tim tergolong jarang terjadi sehingga layak dinantikan.
Satu-satunya pertemuan bersejarah antara Arsenal dan Real adalah pada babak 16 besar Liga Champions 2005-2006. Pada laga yang berlangsung dalam dua pertemuan, Arsenal mampu mengungguli Real dengan skor 1-0 secara agregat. Gol semata wayang kemenangan Arsenal kala itu dicetak penyerang Thierry Henry di markas Real, Stadion Santiago Bernabeu, pada pertemuan pertama.
Meski tergolong tim langganan Liga Champions, Real dan Arsenal belum pernah bertemu lagi semenjak itu. Oleh karena itu, pertemuan antara Real dan Arsenal bagaikan imajinasi belaka.
Akan tetapi, nyaris 20 tahun kemudian takdir mewujudkan pertemuan imajiner Real dan Arsenal. Laga langka itu terwujud berkat hasil babak 16 besar. Arsenal melaju mulus melewati rintangan PSV Eindhoven berkat keunggulan 9-3 secara agregat. Adapun Real nyaris tersingkir setelah kalah 0-1 pada pertemuan kedua di markas Atletico Madrid.
Real sukses mencegah Atletico menggandakan keunggulan sehingga skor tetap 2-2 secara agregat. Laga kemudian harus dilanjutkan hingga babak adu penalti. Dalam drama adu penalti, Real menunjukkan mentalitasnya dengan menang 4-2.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/13/69abbf7a8da2eb3f6bf24b94d27d22a9-wires_photo_2025_03_13T140145.010.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/4409709a-e4ec-48d8-b395-a5951408d9fa_png.png)
Bagi Real, pertemuan dengan Arsenal seakan tiada memberi mereka jeda. Setelah finis di luar posisi delapan besar pada fase liga, Real terus menerus diuji lawan-lawan tangguh. Sebelum menyingkirkan Atletico, Real terlibat dalam pertarungan sengit menghadapi Manchester City pada playoff babak 16 besar.
Begitulah goresan nasib Real, sebagai tim tersukses di Liga Champions, yang tidak berhenti mendapatkan lawan berat. Semakin tinggi pohon, semakin kuat pula angin yang akan menerjang.
”Kemenangan sulit ini harus menjadi penyemangat kami. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh di musim ini dan ini harus menjadi dorongan moral agar kami dapat terus berkembang, tumbuh, dan terus berjuang untuk segalanya,” ujar gelandang Real, Federico Valverde, seusai timnya memastikan tempat di perempat final.
Sementara bagi Arsenal, Real akan menjadi ujian terberat di fase gugur Liga Champions musim ini. Berkat keberhasilan masuk posisi delapan besar fase liga, Arsenal tidak perlu bersusah payah sebagaimana Real yang harus melalui playoff. Berkat finis di posisi ketiga, Arsenal mendapatkan lawan relatif mudah, PSV Eindhoven. Tanpa kesulitan, PSV dilibas sembilan gol dalam dua pertemuan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/13/d66130d0678300ed967e5d0482bf9f32-wires_photo_2025_03_13T141542.056.jpg)
Manajer Arsenal Mikel Arteta menyadari, pertemuan kembali dengan Real akan menjadi sangat sulit. ”Kami tahu pasti tentang kesulitannya, tetapi saya tidak dapat memberi tahu Anda salah satunya,” ucap Arteta.
Motivasi berlipat sudah tentu merasuki Arsenal dan Real. Sebab, Liga Champions sangat mungkin menjadi satu-satunya trofi bergengsi yang mereka menangi musim ini. Di liga domestik, baik Real maupun Arsenal sama-sama kewalahan mengatasi ketertinggalan dari para pemuncak klasemen. Arsenal tertinggal 15 poin dari Liverpool di puncak klasemen, sedangkan Real kesulitan menghentikan konsistensi Barca.
Selain Real dan Arsenal, perempat final Liga Champions juga menyajikan laga besar. Inter Milan yang menyingkirkan Feyenoord akan berhadapan dengan Bayern Muenchen, sementara Barcelona bertemu Borussia Dortmund. Pada laga lain, Manajer Aston Villa Unai Emery bersemangat menantikan reuni dengan Paris Saint-Germain.
Sebelum berlabuh ke Villa, Emery selama dua musim menangani PSG pada 2016-2018. Bersama PSG, Emery meraih kesuksesan dengan mempersembahkan tujuh trofi domestik, tetapi gagal bersinar di kancah Eropa. Emery memastikan reuni dengan PSG setelah Villa mengunci kemenangan agregat 6-1 atas Club Brugge.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/13/25c51c226324f7fbcf2f66ad13fa0352-wires_photo_2025_03_13T141627.848.jpg)
”Kami sangat bersemangat dan sangat termotivasi. PSG menunjukkan kapasitasnya saat melawan Liverpool yang hingga kemarin merupakan tim terbaik di Eropa. Ini merupakan tantangan besar bagi klub, pelatih, suporter, dan saya sendiri. Ini spesial karena saya belum kembali lagi sejak saya pergi dari sana. Saya belum kembali ke Paris sejak saat itu dan saya akan berkunjung ke sana untuk bermain melawan mereka. Ini akan fantastis,” tutur Emery.
Adapun laga antara Bayern dan Inter mengulang kembali final Liga Champions musim 2009-2010. Inter kala itu keluar sebagai pemenang, dengan skor 2-0, berkat brace Diego Milito.
Musim itu menjadi yang tersukses bagi Inter di bawah besutan Jose Mourinho. Selain Liga Champions, mereka menyapu dua gelar bergengsi lain, Liga Italia dan Piala Italia, sekaligus mengamankan tiga gelar (treble winner) dalam semusim. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti