BULU TANGKIS

Thalita Targetkan Ranking 30 Besar Dunia

Setelah Piala Uber, Thalita dua kali lolos ke babak utama turnamen bulu tangkis BWF World Tour level Super 500. Dia sudah menetapkan target untuk tahun ini.

19 Mei 2026 18:05 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUALA LUMPUR, SELASA — Untuk kedua kali dalam dua pekan beruntun, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, melewati babak kualifikasi untuk tampil dalam babak utama turnamen BWF World Tour Super 500. Meningkatnya level turnamen yang bisa diikuti diiringi dengan target menembus ranking 30 besar dunia pada akhir 2026.

Target tersebut dikatakan Thalita seusai memenangi satu pertandingan babak kualifikasi Malaysia Masters di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (19/5/2026). Thalita menang atas Chen Su Yu (Taiwan) dan akan berhadapan dengan Ashmita Chaliha (India) di babak pertama.

Quote

Saya siap bersaing dengan atlet-atlet top, tetapi, untuk menjalaninya, saya harus berlatih keras karena masih punya kekurangan.

Pada perwakilan BWF di Malaysia, Thalita mengatakan ranking 30 besar dunia sebagai targetnya pada akhir 2026. Saat ini, atlet binaan PB Jaya Raya Jakarta tersebut menempati peringkat ke-56 dan menjadi tunggal putri nomor dua Indonesia di bawah Putri Kusuma Wardani (ranking keenam).

Atlet berusia 18 tahun tersebut juga menyebutkan, menjuarai turnamen BWF World Tour sebagai target lain dan meraih medali emas Olimpiade sebagai cita-cita terbesarnya. Untuk mewujudkan target tersebut, Thalita harus bisa bersaing dengan atlet-atlet top dunia dan dia menyatakan kepercayaan dirinya berada pada level tinggi untuk menjalani persaingan tersebut.

”Sangat tinggi. Saya siap bersaing dengan atlet-atlet top, tetapi, untuk menjalaninya, saya harus berlatih keras karena masih punya kekurangan. Saya ingin memastikan setiap sesi latihan membuahkan hasil ,” ujar Thalita dalam laman resmi BWF.

Thalita Ramadhani Wiryawan bermain pada babak kualifikasi Thailand Terbuka di Stadion NImibutr, Bangkok, Selasa (12/5/2026). Thalita lolos ke babak utama.

Thalita menjadi sorotan karena turut mengantarkan tim bulu tangkis putri Indonesia menjadi semifinalis kejuaraan beregu Piala Uber di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Atlet termuda di Tim Indonesia ini dipercaya bermain tiga kali dan selalu menang. Salah satu kemenangan diraih atas atlet berpengalaman. Sim Yu-jin, ketika Indonesia kalah 1-3 dari Korea Selatan pada semifinal.

”Bermain di Horsens adalah pengalaman tak ternilai, terutama saat semifinal. Saya tidak ingin pengalaman itu sia-sia. Saya ingin bermain lebih baik di sini daripada pekan lalu,” katanya.

Sepekan sebelum bertanding di Malaysia Masters, Thalita menjalani debut turnamen Super 500 ketika menjadi peserta Thailand Terbuka. Dia memenangi dua pertandingan fase kualifikasi, lalu bertahan hingga babak kedua pada persaingan babak utama. Meski kalah, Thalita bisa memberi perlawanan tiga gim pada juara dunia 2013 asal Thailand, Ratchanok Intanon.

Di Malaysia Masters, Thalita berpeluang berjumpa pemain Thailand lainnya, Busanan Ongbamrungphan, pada babak kedua. Atlet unggulan lain yang berada pada paruh bawah undian selain Ongbamrungphan diantaranya Line Christophersen (5) dan Intanon (2) yang akan menjadi lawan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi pada babak pertama.

Seperti Thalita, Dhinda bermain sejak babak kualifikasi. Dia menang atas atlet Hong Kong, Lo Sin Yan Happy, 19-21, 21-7, 21-11.

Ekspresi Ni Kadek Dindha Amartya Pratiwi dalam pertandingan babak kualifikasi Malaysia Masters di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (19/5/2026).

”Bertemu Ratchanok, saya mau mencoba maksimal, sekarang tinggal menjaga fokus dan kondisi. Saya ingin memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin untuk menaikkan ranking,” kata Dhinda yang menempati ranking ke-79 dunia.

Di tunggal putra, atlet Indonesia, Muhammad Yusuf, gagal mempertahankan keunggulan pada gim ketiga saat melawan Zhu Xuan Chen (China) pada babak kualifikasi. Yusuf unggul tipis sejak awal gim penentuan hingga skor 19-18, tetapi akhirnya disalip lawan hingga kalah 21-19, 16-21, 19-21.

Dengan hasil tersebut, Yusuf gagal menambah wakil tunggal putra Indonesia yang tampil pada babak utama. Mereka adalah Jonatan Christie, Mohammad Zaki Ubaidillah, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Anthony Sinisuka Ginting.

Semula, Anthony terdaftar sebagai peserta babak kualifikasi, tetapi mendapat promosi karena mundurnya dua unggulan teratas, Shi Yu Qi dan Anders Antonsen. Ini menjadi penampilan pertama Anthony di Malaysia Masters setelah kalah pada babak kedua, tiga tahun lalu.

Anthony akan mengawali penampilan melawan atlet tuan rumah, Justin Hoh, sementara Zaki akan berhadapan dengan unggulan kedelapan, Lakshya Sen. Prahdiska akan menantang Jeon Hyeok-jin, adapun Jonatan melawan atlet Denmark, Magnus Johannesen.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase