Thom Haye Gabung Persib, Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026 Menipis?

Thom Haye jadi pemain baru ke-15 Persib Bandung. Karena Thom bermain di Liga Super Indonesia, kualitas lini tengah timnas Indonesia berpotensi merosot.

27 Agt 2025 17:49 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Thom Haye, gelandang tim nasional Indonesia, mengakhiri spekulasi masa depannya seiring diperkenalkan sebagai pemain baru ke-15 Persib Bandung pada musim 2025-2026, Rabu (27/8/2025). Keputusan Thom ”pulang kampung” ke tanah leluhurnya menghadirkan kekhawatiran penurunan kekuatan lini tengah skuad ”Garuda” di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dari sudut pandang kebutuhan pribadi, Thom yang sudah berumur 30 tahun pantas untuk menentukan lembaran baru dalam karier profesionalnya. Hijrah ke Indonesia demi bermain dekat dengan keluarga besarnya di Jakarta bisa diterima akal sehat.

Meskipun bermain untuk Persib yang berstatus juara bertahan Liga Super Indonesia, Thom mengalami penurunan karier yang sangat drastis. Dari bermain di Eredivisie, kompetisi kasta tertinggi Belanda, Thom bakal bersaing di kompetisi peringkat ke-24 di Asia dan posisi ketujuh di kawasan Asia Tenggara.

Jika masih mengutamakan peningkatan performa di lapangan hijau, Thom seharusnya memilih berkarier di kompetisi di Asia Timur, seperti Jepang atau Korea Selatan. Jika sudah tak ”laku” di Eropa dan Asia Timur, setidaknya ia bisa memilih Thailand yang memiliki level persaingan di atas kompetisi Indonesia. Liga Thailand berada di posisi ketujuh Asia.

Padahal, sejumlah rumor ketertarikan klub-klub Eropa sempat membayangi Thom. NAC Breda, salah satunya, memiliki ketertarikan kepada mantan pemain Almere City itu. Bahkan, laman Transfermarkt juga menyebut Watford di Liga Inggris berminat untuk menggunakan jasa Thom.

Pemain timnas Indonesia, Thom Haye, menendang bola ke arah gawang China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menuturkan, Thom hadir untuk memperkaya opsi lini tengah. Thom bakal bersaing dengan sejumlah gelandang bertahan yang telah menghiasi susunan pemain Persib di tiga pekan BRI Liga Super musim ini, misalnya Marc Klok, Dedi Kusnandar, Adam Alis, dan Luciano Guaycochea.

”Kami percaya kualitas dan pengalaman Thom akan menjadi tambahan penting untuk ambisi Persib di Liga Super dan Liga Champions Asia Dua,” ujar Adhitia dalam keterangan resmi klub itu.

Keputusan Thom untuk memilih Persib sudah diresmikan. Bobotoh dan pencinta sepak bola nasional bisa menyaksikan kiprah pemain yang 14 kali tampil untuk timnas Indonesia itu secara rutin saban pekan di layar kaca, juga stadion pertandingan.

Namun, penampilan di Liga Super yang tidak seketat di Liga Belanda berpeluang menurunkan pula level permainan Thom. Tim ”Pangeran Biru” memang bakal bertarung di Liga Champions Asia Dua. Namun, itu tetap tidak sepadan dengan kualitas persaingan di Eropa.

”Saya sangat bersemangat bergabung Persib Bandung. Tidak sabar bermain di hadapan kalian (bobotoh). Mari, raih kejayaan lebih banyak,” ucap Thom dalam video pengenalannya yang disiarkan TVRI Jabar.

Pemain Indonesia, Thom Haye (kiri), berebut bola dengan pemain Arab Saudi, Faisal Alghamdi, pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024). Indonesia menang 2-0.

Semakin menurun

Sebelum bergabung dengan Persib, performa Thom cenderung mengalami penurunan dalam satu tahun terakhir. Tentu, tidak adil jika hanya membandingkan performa Thom sejak menjalani debut bersama timnas Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Vietnam, 26 Maret 2024.

Mengamati performa Thom sejak kembali menjalani musim penuh bersama SC Heerenveen di Liga Belanda 2022-2023, sejatinya, penampilannya mengalami peningkatan pada 2022-2023 ke 2023-2024. Bisa dikatakan, musim 2023-2024 adalah musim terbaik dalam karier pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, itu.

Pada musim 2022-2023, Thom berada dalam musim paling prima. Ia menjalani 31 pertandingan dengan koleksi 2.725 menit bermain. Artinya, ia melahap pertandingan dengan bermain 89 menit per laga. Setahun berselang atau pada musim pamungkas di Heerenveen, kuantitas laga Thom bertambah menjadi 32 pertandingan. Namun, durasi tampilnya berkurang menjadi 2.613 menit atau 82 menit per laga.

Pada musim lalu, 2024-2025, dengan mengenakan seragam Almere, Thom yang baru bergabung setelah laga internasioal bulan September 2024, tampil di 29 pertandingan Liga Belanda. Ia hanya mencatatkan rerata 71 menit per laga. Thom hanya 10 kali menjalani pertandingan secara penuh.

Selain menit bermain yang menurun, kemampuan krusial Thom sebagai pemain di jantung permainan, yakni mendistribusikan umpan, juga mengalami kemerosotan secara kualitas dan kuantitas. Bersama Almere, Thom rerata hanya menghasilkan 34 operan sukses per laga.

Perbandingan statistik Joey Pelupessy dengan Thom Haye.

Sejak kembali ke Belanda pada paruh kedua musim 2021-2022, Thom belum pernah mencatatkan rerata operan akurat di bawah 40 kali per laga. Bahkan, pada musim 2023-2024, ia menghasilkan 53 operan akurat per laga.

Jumlah operan sukses tentu berkaitan dengan gaya bermain tim. Sebuah tim dengan superioritas penguasaan bola cenderung menghadirkan pemain dengan kuantitas operan sukses yang lebih besar.

Terlepas dari gaya bermain Almere yang defensif pada musim lalu dan tidak mampu terhindar dari hukuman degradasi, secara individu, kualitas operan Thom juga sudah menurun.

Pada dua musim terakhir di Heerenveen, Thom mencatatkan rerata 82 persen (2022-2023) dan 85 persen (2023-2024) operan akurat per laga. Sementara pada musim lalu, rerata akurasi operannya hanya 78 persen per laga.

Kualitas untuk operan bola panjangnya juga menurun. Di Almere, umpan bola panjang Thom hanya 5,58 per laga dan dengan tingkat akurasi 62 persen. Angka itu lagi-lagi menunjukkan penurunan kualitas Thom.

Pada 2022-2023 dan 2023-2024, masing-masing, Thom mengoleksi 6,58 operan jauh sukses per laga dan 64 persen akurat serta 6,34 operan jauh sukses dan 67 persen mencapai tepat sasaran ke rekan setim.

Pemain Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) mempertahankan bola dari kawalan pemain Irak Ahmed Yahya dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Sisi positif yang terlihat dari permainan Thom di Almere adalah catatan kreasi peluangnya. Ia menciptakan 2,33 peluang per laga pada musim lalu. Adapun pada dua musim sebelumnya berseragam Heerenveen, masing-masing, kreasi peluangnya ialah 1,59 per laga dan 2,14 per laga.

Performa timnas

Ketika masih berkarier di Liga Belanda dalam dua musim terakhir, Thom mampu berperan membawa Indonesia menembus putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, mengandalkan pemain setinggi 1,87 meter itu sebagai poros utama kreasi permainan di lapangan tengah.

Namun, performa individu Thom selama membela tim Garuda tidak istimewa secara statistik. Statistik Thom dalam 13 laga kualifikasi Piala Dunia tidak setara dengan permainannya di Liga Belanda bersama Heerenveen dan Almere.

Akurasi operan Thom di persaingan internasional Asia hanya mencapai 79 persen. Operan suksesnya per laga pun hanya 29. Thom mencatatkan lima operan jauh akurat per laga dalam pra-Piala Dunia 2026. Tingkat akurasi umpan jauhnya hanya 60 persen.

Thom mengoleksi sekadar 1,49 peluang per pertandingan dalam 13 laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Padahal, peran Thom amat krusial dalam menyajikan keseimbangan dan membantu pemain depan menghasilkan ancaman di pertahanan lawan.

Thom Haye, gelandang Indonesia, memberikan instruksi kepada rekan setimnya pada sesi latihan di Stadion Kota Olahraga Riffa, Bahrain, Senin (7/10/2024). Indonesia mengincar poin penuh dari Bahrain. Setelah tampil di empat gim bersama Almere City, kondisi kebugaran laga Thom sudah lebih baik dibandingkan September lalu.

Di sisi lain, Thom juga amat kepayahan bermain di level tertinggi Asia. Dalam 13 laga itu, ia hanya rata-rata bisa bermain selama 70 menit per laga. Durasi pertandingan itu tentu amat minim dengan ekspektasi besar di pundak Thom yang dikenal sebagai gelandang terbaik di Indonesia saat ini.

Maka, jika saat masih bermain di Eropa saja, Thom sudah kewalahan untuk mengangkat timnas Indonesia, bagaimana kemampuannya ketika sudah berkarier di Tanah Air?


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul