Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra jadi harapan baru lini serang timnas Indonesia. Namun, performa kurang menjanjikan di Liga Belanda menghadirkan keraguan.
25 Agt 2025 13:02 WIB · Olahraga
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan dua penyerang anyar akan merampungkan proses naturalisasi pada pekan ini. Mereka adalah Miliano Jonathans (21) yang membela klub FC Utrecht dan Mauro Zijlstra (20) milik Volendam. Kedua pemain bermain di Liga Belanda.
”Proses (naturalisasi) sudah di DPR. Satu-dua hari ini akan diproses. Proses keduanya dilakukan bersamaan meski berkas Mauro sudah rampung lebih dulu,” ucap Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Satu hal yang pasti, Arya menyebut, pekan ini, Miliano dan Mauro diagendakan bisa mengambil sumpah sebagai warga negara Indonesia (WNI). Pengambilan sumpah itu bakal berlangsung di Eropa.
Percepatan proses naturalisasi itu dimaksudkan agar kedua penyerang itu bisa menjalani debut di timnas Indonesia pada kalender laga uji coba, September ini. Setidaknya, PSSI sudah harus mengurus perpindahan federasi Miliano dan Mauro di FIFA maksimal dua hari sebelum Indonesia menghadapi Kuwait, 5 September mendatang.
Manajer Timnas Indonesia Sumardji memastikan semua pemain, baik yang berkarier di Liga Super Indonesia maupun liga luar negeri, akan berkumpul di Surabaya. ”Semua pemain akan mulai berkumpul pada 1 September,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/551a4b22-a410-467b-9e61-6f20b09aca10_jpg.jpg)
Melihat karier terkini mereka yang terdaftar di skuad Liga Belanda edisi 2025-2026, kehadiran Miliano dan Mauro bakal disambut positif oleh pendukung tim nasional Indonesia. Apalagi, penyerang andalan, Ole Romeny, masih berkejaran dengan waktu untuk pemulihan cedera.
Romeny dipastikan belum akan tampil hingga September. ”Lihat perkembangan pemulihan cederanya, dia sudah bisa berjalan. Kami harapkan ada hal positif menjelang putaran keempat,” ujar Arya.
Alhasil, kondisi itu menjadi kesempatan berharga bagi Miliano dan Mauro untuk membuktikan taji mereka pada laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, bulan depan.
”Garuda” akan menantang Lebanon (8 September) sebagai laga simulasi sebelum bertarung di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi, Oktober nanti.
Laga versus Lebanon wajib dimanfaatkan dengan baik oleh Miliano dan Mauro untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya di timnas Indonesia.
Dua penyerang muda itu jelas perlu waktu yang cukup untuk memahami rencana permainan Pelatih Patrick Kluivert. Meskipun sudah mengenal dengan baik filosofi sepak bola Belanda, Miliano dan Mauro harus memahami pula persaingan di kancah Asia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/1d22a125-1ac4-4b7a-9624-3734f826b411_jpg.jpg)
Berbeda di Eropa, Asia memiliki ragam identitas permainan dan bakat alami pemain yang bermacam-macam. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Irak, yang bernapas sepak bola khas Timur Tengah, di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
Mayoritas tim-tim asal Jazirah Arab mengandalkan skill individu serta duel fisik. Skuad Garuda sudah membuktikan pada putaran ketiga lalu tidak kesulitan menghadapi tim-tim Arab.
Hal itu ditunjukkan Indonesia dengan mencatatkan dua kemenangan dan dua imbang kontra duta Timur Tengah. Marselino Ferdinan dan kawan-kawan masing-masing meraih satu hasil positif kontra Saudi dan Bahrain, juga hasil imbang di kandang kedua tim itu.
Lawan uji coba, yakni Lebanon, bisa memberikan gambaran permainan Saudi dan Irak serta memahami kelemahan Indonesia menjelang putaran keempat. Meskipun demikian, level Lebanon masih di bawah Saudi dan Irak.
Merujuk peringkat FIFA terkini, Irak dan Saudi menghuni peringkat ke-58 dan ke-59. Adapun Lebanon duduk di posisi ke-112. Tim itu amat setara dengan Indonesia yang berada di posisi ke-118.
Seandainya sudah bisa langsung menjalani debut, duel versus Lebanon menjadi kans Miliano dan Mauro untuk membuktikan ketajamannya di level internasional. Sebab, sebagai penyerang, performa Miliano dan Mauro tentu akan diperhatikan dari jumlah gol yang dicetak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/b3431ae1-ed20-4239-b2f9-d30ce9ed87fe_jpg.jpg)
Hal itu telah dilakukan Romeny. Ia membuat pendukung timnas Indonesia jatuh hati sejak laga debutnya di Australia. Penyerang Oxford United itu mencetak gol dalam tiga laga awalnya bersama Indonesia, termasuk menjadi penentu kemenangan atas China dan Bahrain.
Di tengah antusiasme yang memayungi Miliano dan Mauro, keraguan juga meliputi mereka. Hal itu didasari penampilan kedua pemain yang belum menjanjikan di level senior.
Miliano sudah rutin mengisi skuad utama Utrecht pada musim 2024-2025 lalu. Sebanyak 15 pertandingan sudah dijalani pemain kelahiran Arnhem itu untuk Utrecht. Ia juga sudah dua kali tampil sebagai pemain utama Utrecht pada babak kualifikasi Liga Europa 2025-2026. Terakhir, Miliano bermain sejak menit ke-79 ketika Utrecht menumbangkan Excelsior 4-1 pada laga ketiga Liga Belanda musim ini, Minggu (24/8/2025).
Walaupun sudah berangsur mampu menembus tim utama Utrecht, Miliano belum memberikan dampak langsung dalam lini serang timnya berupa gol. Pemain setinggi 1,78 meter yang dominan tampil di pos penyerang sayap kanan itu masih gagal menyumbang gol dan asis.
Sementara Mauro akan menjadi penyerang tengah tertinggi timnas Indonesia saat ini. Bermodal postur 1,88 meter, Mauro memiliki tubuh yang ideal untuk mengisi posisi nomor sembilan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/04/a5a11e92d76c4d2df879a7aebd00660e-20250604YGA01.jpg)
Keberhasilan Volendam promosi ke Eredivisie musim ini belum membuka pintu Mauro tampil di kompetisi kasta tertinggi Belanda itu. Dalam tiga pertandingan musim ini, Mauro baru satu kali terdaftar dalam susunan pemain Volendam.
Momen itu tercipta pada laga pembuka kontra Heerenveen. Namun, Mauro hanya berstatus pemain cadangan yang tidak dimainkan. Adapun pada laga selanjutnya kontra AZ Alkmaar dan Telstar, nama Mauro tidak masuk dalam daftar pemain Volendam.
Mauro memiliki bekal apik dengan catatan 47 gol dan 19 asis pada kompetisi usia muda Belanda bersama tim U-18 Amsterdam, tim U-21 NEC Nijmegen, dan tim U-21 Volendam. Namun, perkembangannya belum menunjukkan sisi positif sejak promosi ke tim utama Volendam sejak musim lalu.
Situasi itu tentu tidak ideal menjelang menghadapi Saudi dan Irak yang memiliki banyak pemain berpengalaman di kancah internasional. Selain itu, para pemain dua negara raksasa sepak bola Asia itu tampil rutin di liga masing-masing dan kompetisi antarklub Asia.
Dengan rekam jejak penampilan terkini, melahirkan ketajaman Miliano dan Mauro menjadi tugas yang harus dipenuhi oleh Kluivert. Dengan pengalaman sebagai salah satu penyerang terbaik di generasi 1990-an hingga awal 2000-an, Kluivert perlu mewariskan ketajamannya kepada duo penyerang anyar Garuda demi melanggengkan mimpi menuju Piala Dunia 2026.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji