Ada saran membatasi pergerakan kucing. Hal itu demi melindungi satwa liar di Skotlandia. Saran yang memicu kegelisahan dan kemarahan.
05 Feb 2025 19:29 WIB · Internasional
EDINBURGH, RABU — Pemerintah Skotlandia harus membuat pengumuman penting demi menjaga ketenangan publik. Pengumuman itu soal kucing.
Menteri Pertama Skotlandia John Swinney menyampaikan pengumuman itu. ”Saya jelaskan hari ini, pemerintah tidak akan melarang kucing atau membatasi kucing. Kami tidak berniat melakukan itu dan tidak akan melakukannya,” katanya sebagaimana dilaporkan Associated Press pada 4 Februari 2025.
Penegasan disampaikan gara-gara ada kegelisahan di khalayak. Kegelisahan dipicu pernyataan seorang pakar satwa bahwa kucing mengancam kehidupan satwa liar. Pemerintah dianjurkan membuat kebijakan untuk mengendalikan dampaknya.
Setelah itu, Komisi Kesejahteraan Hewan Skotlandia menyebut kucing membunuh setidaknya 700 juta burung dan aneka hewan lain di seluruh Inggris Raya. Jumlah itu tercatat setiap tahun.
Komisi itu menyarankan pemerintah membuat pembatasan pada kucing, termasuk mengurungnya di rumah. Ada juga saran pembatasan memelihara kucing di daerah yang dianggap habitat spesies terancam punah.
Tentu saja saran itu memicu kegelisahan. Koran Daily Mail menyebut ada kemarahan atas potensi pelarangan kucing di Skotlandia. Sementara The Scottish Daily Express menyebut larangan itu sebagai skema gila.
Organisasi penyayang kucing di Inggris Raya, Cats Protection, mencoba mengusulkan jalan tengah. Kucing dikurung dari maghrib sampai subuh. ”Skotlandia bangsa penyayang kucing,” kata petugas hubungan pemerintah di Cats Protection, Alice Palombo. (AP)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Bonifasius Josie Susilo H