Tiga Polisi di Lampung Dilaporkan Tewas Saat Gerebek Sabung Ayam

Informasi yang diterima ”Kompas” menyebutkan, tiga polisi di Way Kanan, Lampung, tewas saat menggerebek sabung ayam. Namun, polisi belum mengonfirmasi peristiwa ini.

17 Mar 2025 21:41 WIB · Nusantara

Oleh Vina Oktavia, Rhama Purna Jati

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Tiga polisi dilaporkan tewas saat menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin (17/3/2025).  

Ketiga polisi yang tewas tersebut ialah Kepala Polsek Negara Batin Inspektur Satu Lusiyanto, anggota Polsek Negara Batin Brigadir Kepala Petrus, dan anggota Tekab 308 Satuan Reserse Kriminal Polres Way Kanan Brigadir Dua Ghalib.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Yuni Iswandari membenarkan peristiwa tersebut.

Yuni mengatakan, insiden ini terjadi pada Senin sekitar pukul 16.50 WIB di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin. Ketiga anggota polisi yang tewas itu mengalami luka tembak di bagian kepala yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

”Benar terjadi peristiwa penembakan. Dengan kronologi 17 personel Polri dari Polres Way Kanan mendatangi tempat sabung ayam. Saat di TKP langsung ditembaki oleh orang tak dikenal sehingga tiga personel gugur dalam tugas,” katanya, Senin malam.

Peta Penembakan Terhadap Polisi di Way Kanan, Lampung

Yuni mengatakan, ketiga jenazah anggota polisi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk diotopsi.

”Jenazah sedang dievakuasi untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk diotopsi. Kini Kapolda menuju TKP dan kini kami fokus mengamankan anggota yang lain,” katanya, Senin malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Polres Way Kanan menggerebek sabung ayam pada Senin sore. Saat penggerebekan, pemilik sabung ayam melawan sehingga mengakibatkan tiga personel Polri tewas di lokasi.

TNI selidiki penembakan

Terkait peristiwa penembakan ini, Kodam II/Sriwijaya sedang melakukan investigasi di lapangan mengenai isu tersebut.

Pernyataan ini ditegaskan oleh Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar ketika dihubungi, Senin. ”Mengenai informasi yang ada, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Eko.

Suasana usai Apel Penyerahan Pasukan dari Panglima Kodam II/Sriwijaya 2023-2024 Mayor Jenderal Yanuar Adil kepada Panglima Kodam II/Sriwijaya yang baru Mayor Jenderal Mohammad Naudi Nurdika di Markas Kodam II/Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/4/2024). Kodam II/Sriwijaya adalah komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka-Belitung, dan Lampung.

Jika nantinya terbukti ada keterlibatan oknum TNI, Eko memastikan akan ada sanksi yang diberikan. ”Pasti ada sanksi bagi oknum yang terlibat,” katanya.

Oleh karena itu, Eko meminta agar publik menunggu hasil investigasi yang sedang berjalan.

”Terkait tentang isu yang sedang berkembang dimohon untuk menunggu konfirmasi hasil penyelidikan dan investigasi lebih lanjut,” ucapnya.

Saat ini wartawan Kompas masih berada di lapangan untuk menghimpun informasi lebih detail mengenai peristiwa ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia, Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Rini Kustiasih