BULU TANGKIS

Zaki Raih Tiket Babak Utama dalam Debut Kejuaraan Asia

Dua atlet Indonesia tampil sejak babak kualifikasi Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di China. Zaki lolos ke babak utama, sedangkan Thalita tersingkir.

07 Apr 2026 19:15 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

NINGBO, SELASA — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, menjalani debut dalam berbagai kejuaraan pada 2026, salah satunya Kejuaraan Asia. Dia memanfaatkan peluang ini dengan lolos ke babak utama sebagai salah satu atlet kualifikasi.

Zaki dan rekannya yang sama-sama berusia 18 tahun, Thalita Ramadhani Wiryawan, menjadi wakil Indonesia yang menjalani debut dalam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis edisi ke-43. Seperti pada 2024 dan 2025, tahun ini, kejuaraan tersebut diselenggarakan di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Ningbo, China, pada 7-12 April.

Meskipun hanya berada pada level kontinental, Kejuaraan Asia adalah ajang bergengsi, salah satunya karena peserta adalah penerima undangan dari Badminton Asia (BA) yang ditentukan berdasarkan ranking. Selain itu, ajang ini memperebutkan poin ranking yang sama seperti turnamen BWF World Tour Super 1000, seperti All England dan Indonesia Terbuka.

Maka, mendapat undangan dari BA, lalu lolos ke babak utama sangat disyukuri Zaki. ”Tentu saya ingin memberi yang terbaik dalam debut di Kejuaraan Asia ini, apalagi hasil dalam dua turnamen di Eropa kurang bagus. Saya belajar dari turnamen itu,” kata Zaki yang memenangi dua pertandingan tunggal putra Grup A untuk menjadi juara grup dan lolos ke babak utama.

Mohammad Zaki Ubaidillah, atlet Indonesia, mengembalikan pukulan lawan pada babak kualifikasi tunggal putra Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2026 di Ningbo, China, Selasa (7/4/2026). Zaki lolos ke babak utama.

Pada pertandingan pertama, Selasa (7/4/2026), Zaki mengalahkan Dmitriy Panarin (Kazakhstan) dengan skor 21-9, 21-11. Pada sore harinya, tunggal putra nomor tiga Indonesia itu menang atas Bharath Latheesh (Uni Emirat Arab) 21-11, 21-10. Tantangan lebih berat menanti pada fase berikutnya karena Zaki akan berhadapan dengan Koki Watanabe (Jepang) di babak pertama.

Zaki mengatakan bahwa dia membawa pengalaman dari turnamen Swiss Terbuka dan Orleans Terbuka, Maret, untuk menjalani Kejuaraan Asia. Dia tersingkir pada babak pertama dua kejuaraan tersebut setelah kalah dari atlet yang lebih berpengalaman, yaitu Li Shi Feng di Swiss Terbuka dan Yushi Tanaka (Orleans Terbuka).

Quote

Selain Alwi, Thalita juga mendapat kesempatan debut Kejuaraan Asia melalui jalur kualifikasi.

Indra Widjaja, pelatih tunggal putra Indonesia, menilai, permainan Zaki di Eropa, terutama Swiss Terbuka, sebenarnya tidak buruk. Dia bisa memaksa Li, juara All England 2023, bermain tiga gim meskipun kalah 22-24, 21-16, 16-21. Namun, finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2025 itu kalah tangguh pada momen kritis karena belum banyak pengalaman menjalani ajang besar.

Zaki, yang baru naik tingkat dari persaingan yunior ke yang lebih tinggi pada 2025, belum memiliki banyak kesempatan untuk tampil dalam turnamen BWF World Tour, apalagi dengan level Super 500 ke atas. Posisinya dalam daftar peringkat dunia belum mencukupi untuk menjadi peserta level atas.

Thalita Ramadhani Wiryawan, atlet Indonesia, tampil dalam babak kualifikasi tunggal putri Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Selasa (7/4/2026). Thalita sekali menang dan sekali kalah sehingga gagal lolos ke babak utama.

Dia baru memiliki kesempatan tersebut saat debut di Korea Terbuka dan Kumamoto Masters Super 500 pada 2025 dan Indonesia Masters, yaitu dengan level yang sama, pada Januari 2026. Maka, Kejuaraan Asia pun menjadi ajang level tertinggi yang diikuti Zaki.

Menghadapi Malaysia

Juara Asia Yunior 2025 itu mewakili tunggal putra Indonesia bersama seniornya, Alwi Farhan dan Jonatan Christie. Kedua pemain itu akan berhadapan dengan pemain Malaysia pada babak pertama. Alwi melawan Justin Hoh, sedangkan Jonatan menghadapi Leong Jun Hao.

Selain Alwi, Thalita juga mendapat kesempatan debut Kejuaraan Asia melalui jalur kualifikasi. Namun, atlet tunggal putri Indonesia ini gagal memenuhi syarat lolos ke babak utama, yaitu menjadi juara grup.

Thalita hanya menempati peringkat kedua Grup B karena sekali menang dan sekali kalah. Dia menang atas Pui Chi Wa (Makau) 21-8, 21-12, tetapi kalah dari Lo Sin Yan Happy (Hong Kong) 17-21, 12-21.

Thalita mengungkapkan, kekalahan pada pertandingan kedua dialami karena dia membuat banyak kesalahan. ”Lawan memiliki pukulan bola atas yang bagus dengan pertahanan cukup rapat, sedangkan saya kurang tahan dan kurang bisa mengantisipasi pukulan dia,” katanya.

Indah Cahya Sari Jamil bertahan dari serangan lawan dalam babak pertama ganda campuran Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Adnan Maulana/Indah tersingkir dalam pertandingan di Ningbo, China, Selasa (7/4/2026).

Dengan kekalahan Thalita, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia di ajang itu. Perempat finalis Kejuaraan Asia 2025 ini akan menjalani babak pertama melawan salah satu pemain yang lolos dari kualifikasi, Prakriti Bharath (Uni Emirat Arab).

Dari empat wakil ganda campuran dan menjalani babak pertama, Selasa, dua wakil Indonesia langsung tersingkir. Kekalahan dialami Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Bobby/Melati disingkirkan unggulan ketiga asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, 9-21, 14-21, sedangkan Adnan/Indah kalah dari Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan) 16-21, 18-21.

Dua pasangan tersisa dari nomor ini adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang memenangi babak pertama, masing-masing, dalam tiga gim.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan