Tiket KA Keberangkatan Mulai H-5 Lebaran Paling Diminati Pemudik Lebaran

Ketersediaan tiket untuk kereta api tambahan akan diumumkan setelah proses finalisasi tuntas, baik operasional maupun teknis.

20 Feb 2025 12:52 WIB · Ekonomi

Oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa

JAKARTA, KOMPAS — Penjualan tiket kereta api terus meningkat seiring mendekatnya Lebaran 2025. Tiket dengan keberangkatan H-5 hingga H-2 Lebaran atau 26-29 Maret 2025 paling banyak dicari. Rute favorit masih dengan jurusan dari arah barat ke timur Jawa, seperti Jakarta-Surabaya dan Yogyakarta-Banyuwangi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan, penjualan tiket KA terus bertambah pada momen Lebaran 2025. Penjualan tiket KA untuk keberangkatan dua hari atau H-2 sebelum Lebaran pada 29 Maret 2025 telah mencapai 75.189 tiket atau 57 persen dari total kapasitas pada hari tersebut hingga Selasa (18/2/2025) pukul 07.00.

”Kami melihat tingginya minat masyarakat untuk menggunakan KA sebagai moda transportasi mudik Lebaran. Data penjualan tiket menunjukkan bahwa KA masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Vice President of Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Hingga 18 Februari 2025, KAI telah menjual 697.668 tiket atau 35 persen dari total 1,98 juta tiket yang tersedia untuk periode H-10 sampai H+3 Lebaran. Lonjakan penjualan signifikan terjadi untuk keberangkatan H-5 hingga H-2.

Para penumpang yang turun dari kereta mengantre untuk menaiki lift di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (15/4/2024). Pemudik arus balik Lebaran 2024 menuju Jakarta terus berdatangan melalui Stasiun Gambir. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat setidaknya ada lebih dari 47.600 penumpang yang tiba di Jakarta hari ini. Sebanyak 15.000 penumpang turun di Stasiun Gambir, sedangkan 18.500 penumpang turun di Stasiun Pasar Senen. Pada masa angkutan lebaran 2024 mulai 31 Maret hingga 21 April PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan 966.976 tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan 1.691 perjalanan kereta api untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Minggu (14/4/2024) dan Senin (15/4/2024). KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 15-04-2024

Sejumlah rute favorit masyarakat adalah Jakarta-Surabaya, Jakarta-Solo, Bandung-Blitar, Yogyakarta-Banyuwangi, Jakarta-Purwokerto, serta Jakarta-Purworejo. Beberapa KA menjadi pilihan utama pemudik. Di antaranya adalah Argo Semeru, Bima, Argo Dwipangga, Brawijaya, Gajayana, Majapahit, Turangga, Malabar, Cakrabuana, Tegal Bahari, dan Gunungjati.

”Beberapa okupansi perjalanan KA telah mencapai 100 persen untuk perjalanan dari barat ke timur pada jam dan hari-hari tertentu menjelang Idul Fitri,” katanya.

Anne memperkirakan, angka penjualan tiket akan terus meningkat seiring makin dekatnya hari raya Idul Fitri. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, atau kanal resmi lain yang bekerja sama dengan KAI. Tiket dapat dipesan mulai 45 hari sebelum keberangkatan atau H-45.

Mengenai KA tambahan, KAI akan segera mengumumkan kepada masyarakat setelah melalui proses finalisasi. Sebab, KAI perlu memeriksa secara menyeluruh sarana perkeretaapian, termasuk lokomotif dan rangkaian kereta, baik terkait aspek teknis maupun operasional.

Guna meningkatkan performa kinerja KAI, badan usaha milik negara itu mengubah frekuensi perjalanan KA dalam Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2025. Kecepatan maksimum perjalanan dan pemangkasan waktu tempuh terus diupayakan.

Penumpang Kereta Api Bogowonto dari Yogyakarta saat turun gerbong kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, setelah mudik Lebaran, Jumat (12/4/2024). Arus balik Lebaran 2024 mulai terlihat di Stasiun Pasar Senen meski di H+3 Idul Fitri 1445 H. Sejumlah kereta api dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur mulai mengantarkan para pemudik kembali ke Jakarta. Selain menyesuaikan jadwal tiket, beberapa penumpang yang memilih kembali lebih awal ke Jakarta ini mengaku agar bisa beristirahat sebelum mempersiapkan kembali fisik untuk bekerja. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 12-4-2024

Tiap hari, KAI Group mengoperasikan 2.244 perjalanan KA di Pulau Jawa. Hal itu mencakup perjalanan KA jarak jauh, kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dan Solo-Yogyakarta, KA bandara, KA barang, dan KA dinas.

Dengan tingginya perjalanan KA tersebut, jarak antarperjalanan KA menjadi makin singkat. Untuk perjalanan KRL di Jabodetabek pada jam sibuk (peak hours), misalnya, KA melintas tiap lima menit sekali. KA jarak jauh di Pulau Jawa dapat melintas tiap 15-30 menit sekali.

Anne mengatakan, jarak antarkereta yang makin singkat menambah risiko terganggunya perjalanan KA. Apalagi, merujuk catatan KAI, terdapat 3.896 pelintasan sebidang di seluruh Indonesia.

Quote

Terdapat 3.896 pelintasan sebidang di seluruh Indonesia.

Ia kembali mengingatkan masyarakat sebagai pengemudi kendaraan untuk wajib berhenti ketika palang pintu kereta api mulai ditutup. Perjalanan kereta api harus didahulukan.

”KAI mengajak seluruh pengguna jalan untuk mematuhi peraturan dan rambu-rambu yang tersedia dengan selalu mengutamakan keselamatan saat melintas di pelintasan sebidang. Kewaspadaan dan kedisiplinan bersama dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” tutur Anne.

Infografik Jenis Pelintasan KA Sebidang

Secara terpisah, pakar transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, 81 persen kecelakaan pada pelintasan sebidang terjadi pada lokasi yang tidak dijaga. Rata-rata 24 orang menjadi korban per bulan.

”Pemerintah pusat dan daerah idealnya menutup pelintasan sebidang yang rawan kecelakaan. Namun, pemerintah juga bisa menyediakan jalan layang atau underpass agar pengendara tidak melintasi jalur itu lagi,” ujar Djoko yang juga Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia.

Pelintasan sebidang yang masih berdiri biasanya dijaga petugas jaga lintasan (PJL) yang bertanggung jawab menjaga keamanan pengendara, meminimalisasi kecelakaan KA, mengamankan KA saat melewati pelintasan, serta mengoperasikan peralatan pintu pelintasan. Mereka dibekali ilmu dan pelatihan khusus hingga mengantongi sertifikat khusus.

”Kewaspadaan harus ditingkatkan di pelintasan sebidang antara jalan rel dan jalan raya, terutama di jalan desa dan malam hari. Kerja sama dan koordinasi dapat dilakukan dengan pemerintah desa,” kata Djoko.

Di tengah efisiensi anggaran, PJL perlu tetap dipertahankan, alih-alih dirumahkan. Pemerintah daerah dapat memperkuat keberadaan PJL melalui dana desa guna menjaga pelintasan sebidang. Sebab, pihaknya bertanggung jawab terhadap dinas perhubungan yang mengoordinasi PJL.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yosepha Debrina Ratih Pusparisa
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra