”Tikus Tanah” Simbol Solidaritas Meksiko

Kelompok sukarelawan terbentuk saat gempa bumi.

22 Sep 2025 11:05 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Jeritan dan teriakan minta tolong terdengar dari sela-sela reruntuhan pabrik tekstil yang ambruk karena gempa bermagnitudo 8,1 di Meksiko, 19 September 1985. Tak berapa lama, jeritan serupa terdengar dari warga yang berada di luar reruntuhan. Mereka berteriak memberitahukan bahwa ada yang terjebak di dalam reruntuhan.

Peristiwa 40 tahun lalu itu masih membekas di ingatan sebagian warga yang tinggal di ibu kota Meksiko. Hari itu pukul 07.19, warga merasakan tanah berguncang kencang.

Enrique Linares yang saat itu masih seorang mahasiswa akuntansi mengenang orang-orang yang berlarian di jalanan yang dipenuhi debu tebal. Ia sadar bahwa ada peristiwa luar biasa, saat mendongak dan tidak melihat bangunan rumah sakit 12 lantai yang seharusnya ada di depannya.

Pekerja membawa pasien Rumah Sakit Rubalcada Pena setelah berhasil menyelamatkannya dari reruntuhan RS Juarez di kota Meksiko yang hancur akibat gempa bumi, Kamis, 26 September 1985.
Penduduk memeriksa Hotel Regis yang hancur setelah gempa bumi melanda Kota Meksiko, Kamis (19/9/1985).
Seorang pekerja menyemprotkan disinfektan pada tubuh korban gempa bumi, saat operasi pembersihan di Tlatelolco, Kota Meksiko, Kamis (26/9/1985).
Lidia Romero memegang foto anaknya yang berusia satu tahun di luar reruntuhan Rumah Sakit Benito Juarez Kota Meksiko di Meksiko, Senin (30/9/1985). Putrinya termasuk di antara yang hilang dan diduga tewas di reruntuhan rumah sakit yang runtuh selama gempa bumi menghancurkan kota.
Pemandangan udara pusat kota di Mexico City yang hancur dan puing-puing di jalan-jalan setelah gempa bumi yang menghancurkan, Jumat (20/9/1985).
Tentara membawa kantong mayat dari reruntuhan apartemen Nuevo Leon di Kota Meksiko pada hari Sabtu (28/9/1985).

Rumah sakit itu ambruk. Pencarian selama beberapa hari akhirnya membuahkan hasil. Beberapa bayi berhasil ditemukan selamat dari reruntuhan. Bayi-bayi itu dijuluki ”bayi ajaib” yang kemudian menginspirasi pembuatan serial televisi tentang kisah mereka. Sementara di lokasi pabrik tekstil, mayat-mayat dikumpulkan ke dalam truk. 

Sebuah hotel mewah bernama Hotel Regis yang menjadi simbol sekaligus pusat kehidupan politik, seni, dan sosial di Meksiko juga hancur berkeping. Gedung yang dibangun di awal abad ke-20 dan terletak di pusat kota juga bernasib sama. Ambruk dan menyisakan puing yang bertumpuk. Data resmi menyebutkan korban tewas sekitar 12.000 orang, tetapi jumlah sebenarnya masih belum diketahui.

Pakaian, kain, dan bunga terlihat dalam peringatan di samping tulisan "Kami tidak akan beristirahat sampai kami mendapatkan keadilan untuk Anda," di lokasi pabrik tekstil yang runtuh dalam gempa bumi di Kota Meksiko Senin (25/9/2017).

”Tikus tanah”

Francisco Camacho, yang kini berusia 66 tahun, pada 1985 menjadi salah satu anak muda yang ikut mencari korban selamat dari runtuhnya gedung apartemen di Tlatelolco Plaza. ”Kami menggali dengan kaleng sarden dan tangan kami,” kenangnya.

Para perempuan mengorganisasi sekelompok sukarelawan untuk membersihkan ember-ember berisi puing. Anak-anak membawakan air. Camacho mengenang penyanyi tenor Placido Domingo yang juga membantu. Para sukarelawan membuat lubang dan merangkak masuk seperti yang biasa dilakukan tikus tanah.

Sebuah helikopter mendarat darurat di Reforma Avenue untuk mengevakuasi korban saat simulasi latihan gempa bumi yang menandai peringatan 40 tahun gempa bumi di kota Meksiko, Jumat (19/9/2025).
Petugas berjuang memadamkan api tangki bahan bakar saat latihan gempa bumi yang menandai peringatan 40 tahun gempa bumi Kota Meksiko 1985, Jumat (19/9/2025).
Anggota tim penyelamat mengevakuasi korban saat simulasi latihan gempa bumi yang menandai peringatan 40 tahun gempa bumi Kota Meksiko 1985, Jumat (19/9/2025).
Anggota Brigade Penyelamatan Topos Tlatelolco menghadiri upacara untuk mengenang para korban gempa bumi yang menghancurkan tahun 1985 di lingkungan Tlatelolco di Kota Meksiko pada Jumat (19/9/2025).
Anggota Brigade Penyelamatan Topos Tlatelolco menghadiri upacara untuk mengenang para korban gempa bumi yang menghancurkan tahun 1985 di lingkungan Tlatelolco di Kota Meksiko Jumat (19/9/2025).
Petugas pemadam kebakaran dari berbagai kotamadya di Jalisco, Meksiko, mengevaluasi latihan di sebuah bangunan, Jumat (18/9/2025).
Seorang petugas pemadam kebakaran mengamati latihan tim pencarian dan penyelamatan perkotaan, saat latihan di Meksiko, Senin (19/9/2025).

Dari situlah lahirlah kelompok penyelamat sukarelawan yang dikenal sebagai ”Los Topos” (”Tikus-tikus tanah”). Organisasi ini telah berkembang dari 20-an amatir menjadi pasukan yang saat ini beranggotakan sekitar 1.200 orang. 

Kini, sebagai simbol solidaritas Meksiko yang kuat, mereka telah menjelajah ke 32 negara untuk membantu berbagai bencana. Mereka terus berlatih setiap Minggu untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Camacho, yang kini menjadi Direktur Los Topos, mengatakan, kenangan tak terlupakan saat harus meletakkan banyak mayat yang membusuk di stadion bisbol pada tahun 1985. Sebuah pengalaman yang meninggalkan bau kematian, yang tidak hilang dari hidung selama berbulan-bulan.

Petugas penyelamat mencari korban yang terjebak di dalam bangunan yang runtuh usai gempa bermagnitudo 7,1 di daerah Del Valle, kota Meksiko, Rabu, 20 September 2017.
Petugas penyelamat dan sukarelawan mencari korban dari bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di lingkungan Roma di Kota Meksiko, Selasa, (19/9/2017).
Pasien berbaring di ranjang rumah sakit setelah dievakuasi dari gempa bumi di Kota Meksiko, Selasa, 19 September 2017. Gempa bumi dahsyat mengguncang Meksiko tengah pada hari Selasa, menyebabkan bangunan rusak parah.
Tentara membawa korban pada Sabtu (21/9/1985), dari sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi meratakan bagian Kota Meksiko. 19 September 2025.
Sebuah foto yang diambil pada Sabtu, (21/9/1985) menunjukkan puing-puing bangunan yang runtuh di Kota Meksiko, setelah gempa bumi meratakan bagian kota. Gempa bumi berkekuatan 8,1 yang melanda pantai Meksiko pada tahun 1985, meruntuhkan bangunan di seluruh Kota Meksiko dan menewaskan ribuan orang
Petugas penyelamat dan sukarelawan menyaring puing-puing bangunan yang runtuh di area "Zona Rosa" di Kota Meksiko, area komersial dan wisata yang populer, pada Sabtu (21/9/1985), setelah gempa bumi meratakan bagian kota. 19 September 2025,
Warga Meksiko berlindung di jalan pusat kota Mexico City pada Sabtuu (21/9/1985) setelah gempa bumi meratakan bagian kota. 19 September 2025. Gempa bumi berkekuatan 8,1 yang melanda pantai Meksiko pada tahun 1985, meruntuhkan bangunan di seluruh Kota Meksiko dan menewaskan ribuan orang.

Saat terjadi gempa di tanggal yang sama di tahun 2017, tepat 32 tahun setelah gempa tahun 1985, Los Topos menjadi tulang punggung penyelamatan para korban. Gempa dengan bermagnitudo 7,1 yang melanda Meksiko kembali memakan korban walau tak sebanyak gempa pertama. Hampir 400 orang tewas dalam gempa tahun 2017. 

Terlepas dari apakah tanah berguncang atau tidak, setiap 19 September tetap mengguncang penduduk ibu kota. Hal ini karena banyak simbol gempa di seluruh kota yang belum dilupakan. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan