BULU TANGKIS

Tim Bulu Tangkis Putra di Jalur Medali Emas

Indonesia mempertahankan peluang meraih medali emas bulu tangkis beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Menang atas Thailand, China menanti di final.

23 Sep 2026 18:34 WIB · Olahraga

HUMAS PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

ICHINOMIYA, RABU — Peluang tim bulu tangkis Indonesia mencapai target meraih medali emas beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terbuka lebih lebar. Indonesia akan tampil di final, berebut emas dengan tim putra China.

Tiket final itu didapat setelah tim ”Merah Putih” mengalahkan Thailand dengan skor 3-1 dalam laga semifinal yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026). Pada semifinal lainnya, China menang atas India 3-1.

Final yang akan berlangsung Kamis mulai pukul 14.00 WIB menjadi final pertama tim putra Indonesia setelah Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Indonesia juga bertemu China, tetapi kalah 1-3.

Jonatan Christie mengembalikan pukulan Leong Jun Hao pada partai pertama perempat final bulu tangkis beregu putra antara Indonesia dan Malaysia di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa (22/9/2026). Jonatan kalah dan Indonesia tertinggal 0-1.

Satu-satunya kemenangan Indonesia saat itu disumbangkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, sementara Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kalah, masing-masing, dalam tiga gim.

Seperti Jonatan dan Fajar yang membela Indonesia di Jakarta-Palembang 2018 dan tampil di Aichi-Nagoya 2026, China memiliki Shi Yu Qi yang bermain pada kedua Asian Games tersebut. Shi adalah tunggal pertama China, diikuti Li Shi Feng, dan Weng Hong Yang. Pada nomor ganda, China mengandalkan juara dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang dan He Ji Ting/Liu Yi.

Jika kali ini bisa mengalahkan China, medali emas beregu putra akan dimiliki Indonesia untuk pertama kalinya sejak Asian Games Bangkok 1998. Ketika itu, tim Merah Putih diperkuat nama-nama besar, seperti Taufik Hidayat, Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky, dan Candra Wijaya/Tony Gunawan. Taufik dan kawan-kawan meneruskan prestasi senior mereka yang mendapat emas beregu putra Asian Games Hiroshima 1994.

Namun, tak akan mudah mengalahkan China jika Indonesia kehilangan lagi partai pertama seperti yang dialami saat melawan Malaysia (perempat final) dan Thailand. China memiliki kekuatan yang lebih merata dibandingkan kedua tim tersebut.

Muhammad Shohibul Fikri melakukan jumping smash saat bermain pada partai kedua semifinal bulu tangkis beregu putra, Indonesia melawan Thailand, pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Fajar Alfian/Fikri mengalahkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul.

Jonatan, sebagai tunggal pertama Indonesia, kalah saat melawan Leong Jun Hao (Malaysia) dan Kunlavut Vitidsarn (Thailand). Tunggal putra Indonesia ranking teratas dunia itu kalah dengan skor 17-21, 14-21 dari Vitidsarn.

Seperti saat mengalahkan Malaysia, 3-2, Indonesia berbalik unggul melalui kemenangan Fajar/Muhammad Shohibul Fikri dan Alwi Farhan. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang kalah melawan Malaysia, kali ini menang sehingga partai kelima tak dimainkan.

Fajar/Fikri menang atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 21-13, 21-19. Ganda putra ranking kedua dunia itu bisa keluar dari tekanan lawan pada gim kedua sehingga bisa menghemat tenaga untuk melawan Liang/Wang di final.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bermain pada partai kedua semifinal bulu tangkis beregu putra, Indonesia melawan Thailand, pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Fajar/Fikri menang dan membuat skor menjadi 1-1.

”Mereka (Thailand) pasangan yang sangat bagus. Saya pernah bertemu saat masih berpasangan dengan Rian, lalu di Piala Thomas 2026 saat berpasangan dengan (Nikolaus) Joaquin. Pakkapon memiliki pukulan yang menyulitkan. Namun, belajar dari pertemuan sebelumnya, kami sudah antisipasi,” tutur Fajar.

Atlet yang tampil untuk ketiga kali di ajang Asian Games itu juga bercerita, dia dan Fikri tidak terpengaruh situasi bahwa Indonesia tertinggal 0-1 saat mereka memasuki lapangan. Fajar/Fikri berusaha fokus pada pertandingan mereka.

Alwi Farhan tampil melawan Puritat Arree pada partai ketiga semifinal bulu tangkis beregu putra, Indonesia melawan Thailand, pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Rabu (23/9/2026). Alwi membawa Indonesia unggul 2-1.

Pada partai ketiga, Alwi terhindar dari pertemuan dengan Panitchaphon Teeraratsakul, pemain seangkatan yang kerap menyulitkannya. Tunggal putra yang dikalahkan Alwi pada final Indonesia Masters, lalu mengalahkan Alwi pada kejuaraan Piala Thomas, ini cedera saat melawan Taiwan di perempat final. Alwi pun berhadapan dengan tunggal putra nomor tujuh Thailand, Puritat Arree, dan menang 21-15, 21-13.

”Alhamdulillah cukup senang bisa kembali dipercaya untuk turun sebagai tunggal kedua. Dan, alhamdulillah bisa menyumbangkan poin. Bangga, tapi pastinya belum puas karena kita tahu target kami adalah medali emas,” kata Alwi.

Atlet yang menjalani debut di Asian Games itu juga menuturkan bahwa tim putra Indonesia berpegang pada prinsip now or never. ”Karena kita enggak tahu ada kesempatan berapa lama lagi. Asian Games, kan, empat tahun sekali. Jadi, kesempatan ini harus dijadikan hal yang sangat bermakna untuk bisa menyumbang medali emas bagi Indonesia dan keluarga,” katanya.

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin saat kalah dari Malaysia pada perempat final bulu tangkis beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Selasa (22/9/2026). Pada semifinal Indonesia melawan Thailand, Rabu, mereka membawa Indonesia menang 3-1 dan lolos ke final.

Sementara itu, Leo mengatakan bahwa dia tidak berpikir kekalahan dari Aaron Chia/Tee Kai Wun (Malaysia). Saat Leo/Daniel bermain, Indonesia unggul 2-1, tetapi kemenangan akhirnya tertunda karena Leo/Daniel kalah. Atlet yang membuat Indonesia unggul 3-2 adalah Mohammad Zaki Ubaidillah.

”Puji Tuhan, kami bersyukur bisa menyumbangkan poin dan memastikan Indonesia lolos ke final. Ini berkat dukungan teman-teman. Tadi, kami berusaha menampilkan permainan terbaik,” kata Daniel.

Hasil semifinal beregu putra

China-India, 3-1

Indonesia-Thailand, 3-1

Jonatan Christie-Kunlavut Vitidsarn, 17-21, 14-21

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri-Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 21-13, 21-19

Alwi Farhan-Puritat Arree, 21-15, 21-13

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin-Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga, 21-15, 21-13

Mohammad Zaki Ubaidillah-Tanawat Yimjit (tidak Dimainkan)

Head to head atlet Indonesia dan China

Jonatan Christie-Shi Yu Qi, 10-7

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri-Liang Wei Keng/Wang Chang, 5-1

Alwi Farhan-Li Shi Feng, 1-1

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin-He Ji Ting/Liu Yi, 0-0

Mohammad Zaki Ubaidillah-Weng Hong Yang, 0-0


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra