Tim bulu tangkis Indonesia memenangi perempat final beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka mengalahkan Taiwan dengan skor 3-1.
22 Sep 2026 14:19 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
ICHINOMIYA, SELASA — Tim bulu tangkis Indonesia dipastikan akan mendapat medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemain-pemain putri lolos ke semifinal nomor beregu setelah memenangi persaingan ketat melawan Taiwan.
Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan memenangi perempat final atas Taiwan dengan skor 3-1 pada pertandingan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa (22/9/2026). Pada perempat final lain, kemenangan 3-1 juga didapat Korea Selatan atas Malaysia dan Jepang atas India. Sementara China mengalahkan Thailand 3-0.
Meski baru dipastikan mendapat medali perunggu, hasil ini setidaknya mengurangi lara setelah Indonesia gagal mendapat medali dari bulu tangkis di Asian Games Hangzhou 2022. Tim ”Merah Putih” memiliki kesempatan untuk mendapat medali yang lebih baik jika bisa mengalahkan China di semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/22/7788372b2e71a1f65127825e1912e05b-WhatsApp_Image_2026_09_22_at_09.51.50_1_.jpeg)
Medali beregu putri didapat melalui persaingan ketat pada setiap pertandingan dengan Taiwan yang terdiri atas tiga tunggal dan dua ganda. Ini karena Indonesia dan Taiwan memiliki atlet-atlet yang terbiasa bermain dalam turnamen BWF World Tour.
Putri bahkan mengakui bahwa dirinya merasakan tekanan ketika tampil pada laga pembuka melawan Lin Hsiang-Ti. Apalagi, hasil dari partai pertama biasanya berpengaruh pada mental rekan-rekan satu tim. ”Tapi tadi coba bermain nothing to lose dan menikmatinya,” kata Putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/22/26404c731548e6e8f345739b352f2df4-WhatsApp_Image_2026_09_22_at_09.51.50.jpeg)
Setelah memenangi gim pertama, Putri kehilangan gim kedua dengan selisih skor tipis. Namun, dia bisa bangkit pada gim penentuan hingga menang dengan skor 21-16, 20-22, 21-15. Putri mengatakan, saat skor 20-20, dia terlalu terburu-buru ingin menambah poin. Padahal, pertahanan lawan sulit ditembus.
Putri akhirnya lega bisa membuka langkah Indonesia dengan kemenangan dan melampiaskan emosi dengan berteriak di lapangan. ”Senang bisa menyumbangkan poin karena seperti pertandingan beregu sebelumnya, ketika kita bisa mengambil pertandingan pertama, itu bisa menaikkan moral dan semangat semuanya,” ujar tunggal putri peringkat keenam dunia tersebut.
Pengaruh laga pembuka pada pertandingan lain terwakili oleh ketegangan yang dirasakan Rachel Alessya Rose yang bermain pada partai kedua bersama Febi Setianingrum. Rachel mengatakan, dirinya merasa tegang saat Putri harus bermain tiga gim. ”Tetapi, setelah Kak Putri menang, kami masuk lapangan dengan perasaan lebih tenang,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/22/3921e2ed4308182d029ba1e2d2f7a7eb-WhatsApp_Image_2026_09_22_at_11.24.20.jpeg)
Ganda putri peringkat kesembilan dunia itu bisa mengatasi tekanan dari Hsieh Pei Shan/Lin Jhih Yun. Taiwan menurunkan formasi berbeda karena Hsieh biasanya berpasangan dengan Hung En Tzu.
Seperti Putri, Rachel/Febi bertanding dalam tiga gim setelah kehilangan gim kedua dengan skor tipis. Mereka menang 21-17, 21-23, 21-11.
”Mereka bukan pasangan aslinya dan menurut saya itu cukup menguntungkan karena secara permainan belum terlalu klop. Tapi, mereka punya kekuatan masing-masing, jadi kami mempelajari permainan mereka per individu melalui video,” kata Rachel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/22/9af77a53b3bd9705cd153d9ff7640b06-WhatsApp_Image_2026_09_22_at_11.24.24.jpeg)
Oleh karena perempat final beregu putri berlangsung pada sesi pagi, susunan atlet untuk setiap tim dirilis pada Senin malam sehingga setiap pemain bisa mempelajari permainan lawan dengan lebih detail.
Tunggal putri berusia 18 tahun, Thalita Ramadhani Wiryawan, sebenarnya memiliki kesempatan besar membuat Indonesia unggul langsung 3-0 saat berhadapan dengan Chiu Pin Chian. Akan tetapi, Thalita yang menjalani debut di Asian Games tak bisa menuntaskan tanggung jawab dengan kemenangan. Dia kalah 21-15, 18-21, 11-21.
”Pada gim kedua, saya sebenarnya sudah dapat momentum untuk membalikkan keadaan, tapi saya terlalu terburu-buru, jadi banyak buang poin dengan mati sendiri. Di gim ketiga, tekanan berbalik ke saya dan dia sudah lebih siap. Dia juga banyak mengubah permainan. Saya sudah mencoba meladeni, tapi masih banyak melakukan kesalahan,” tutur Thalita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/22/c0086bf41ec40f2a6c8420999c8acde6-WhatsApp_Image_2026_09_22_at_13.00.37.jpeg)
Kemenangan Indonesia akhirnya ditentukan duet Febriana Dwipuji Kusuma/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang mengalahkan Hsu Yin Hui/Hu Ling Fang 21-19, 21-6. Febriana/Fadia menang dua gim setelah tertinggal enam poin pada gim pertama.
Febriana biasanya berpasangan dengan Meilysa Trias Puspitasari, tetapi seperti diceritakan Fadia, dia kerap berpasangan dengan Febriana dalam latihan 10 hari terakhir sebelum keberangkatan ke Jepang. Berbeda dengan turnamen individu, kejuaraan beregu terkadang membutuhkan variasi pasangan pada nomor ganda sehingga pertukaran pasangan pun dilakukan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/22/67d47e69ad412ab93f21aefdc77e88fe-WhatsApp_Image_2026_09_22_at_13.36.40.jpeg)
”Alhamdulillah, sangat senang karena bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan kemenangan. Ini target kami di tim putri untuk mendapatkan medali dan akhirnya bisa tercapai. Kami juga antusias untuk lawan China di semifinal,” kata Fadia, kapten tim putri Indonesia.
Dalam persaingan beregu putra yang dimulai Selasa siang, Indonesia berebut tiket semifinal dengan Malaysia. Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Taiwan atau Thailand di semifinal. Perempat final lain mempertemukan China dan Korea Selatan serta India dan Jepang.
Putri Kusuma Wardani-Lin Hsiang Ti 21-16, 20-22, 21-15 (1-0)
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum-Hsieh Pei Shan/Lin Jhih Yun 21-17, 21-23, 21-11 (2-0)
Thalita Ramadhani Wiryawan vs Chiu Pin-Chian 21-15, 18-21, 11-21 (2-1)
Febriana Dwipuji Kusuma/Siti Fadia Silva Ramadhanti-Hsu Yin Hui/Hu Ling Fang 21-19, 21-6 (3-1)
Mutiara Ayu Puspitasari-Huang Yu Hsun (tidak dimainkan)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/17/de8fa7396151ed6853940ba898e0ca4e-20260917_DMS_Atlet_BulTang_IND_di_AG_2026_mumed.jpg)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Retma Wati