Tim putri Indonesia kalah dari China pada semifinal beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia pun meraih medali perunggu.
23 Sep 2026 13:41 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
ICHINOMIYA, RABU — Berhadapan dengan tim kuat China, tim bulu tangkis Indonesia kalah 0-3 pada semifinal beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan pun akan naik podium untuk medali perunggu.
Sebelum berhadapan dengan China di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026), tim putri Indonesia sudah dipastikan mendapat medali perunggu karena bulu tangkis memberikan dua medali perunggu untuk semifinalis. Medali ini bisa berubah menjadi emas atau perak jika melaju ke final.
Namun, China terlalu tangguh bagi atlet putri Indonesia. China diperkuat dua wakil berperingkat lima besar dunia, masing-masing pada nomor tunggal dan ganda putri. Tunggal putri peringkat kedua dunia, Wang Zhi Yi dan Chen Yu Fei (4), serta ganda putri berperingkat teratas dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, membuat China langsung menang dengan skor 3-0 sehingga dua partai lain tak perlu dipertandingkan. Mereka akan berhadapan dengan Jepang, yang menang atas Korea Selatan, di final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/23/3fc2eca48edcb944bf85223edc2eeff5-WhatsApp_Image_2026_09_23_at_09.29.14.jpeg)
Putri, yang mengalahkan Wang pada perempat final Jepang Terbuka, pertengahan Juli, tak dapat mengulang kemenangannya. Dia kesulitan mengatasi tekanan Wang pada gim pertama, sempat unggul pada gim kedua, tetapi akhirnya tak bisa bertahan hingga kalah 15-21, 20-22.
Atlet Indonesia peringkat keenam dunia itu membuka kesempatan untuk membuat pertandingan berjalan tiga gim saat unggul 18-14 pada gim kedua, tetapi dia tak dapat mengantisipasi permainan cepat lawan.
”Pada gim kedua, ada pula beberapa pukulan spekulasi yang kurang bisa diantisipasi. Saya meminta maaf untuk tim karena belum bisa menyumbang poin pertama. Secara keseluruhan cukup puas dengan permainan hari ini, tapi memang Wang Zhi Yi benar-benar bermain dengan cukup gesit,” kata Putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/23/7f9963ad7e7cdbdb250dd4dad1440ce4-WhatsApp_Image_2026_09_23_at_09.29.12_1_.jpeg)
Ganda putri nomor satu Indonesia, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, tak bisa membalas kekalahan dari Liu/Tan yang dialami pada semifinal Indonesia Terbuka di Jakarta, Juni. Mereka kembali kalah dalam dua gim, 18-21, 18-21.
Rachel/Febi belum bisa mengatasi permainan lawan yang mengandalkan pukulan sangat keras, terutama dari Liu dengan postur tubuh tinggi-besar. Karena itu, ketika tak bisa mengubah pola permainan yang diterapkan lawan atau sedikit saja lengah dalam bertahan, Rachel/Febi sulit mendapat angka.
Pada gim pertama, misalnya, pasangan Indonesia dengan peringkat kesembilan dunia itu kesulitan dengan permainan cepat lawan pada awal pertandingan. Mereka kemudian bisa mendapat angka saat bermain dengan tenang dan memperlambat tempo. Namun, momentum kembali beralih pada lawan ketika Rachel/Febi ingin menambah poin dengan cepat hingga berbuah kesalahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/23/b6d526d9fe9568693bc0ac7e43bdbed0-WhatsApp_Image_2026_09_23_at_11.45.32_1_.jpeg)
Mutiara Ayu Puspitasari, yang tampil pada partai ketiga, juga kesulitan mengimbangi Chen Yu Fei dan kalah 15-21, 12-21. Meski demikian, Mutiara setidaknya bisa mendapat pengalaman melawan bintang level dunia dalam debutnya di Asian Games. Apalagi, ini menjadi satu-satunya pertandingan yang dijalani Mutiara di Aichi-Nagoya 2026 karena dia tak akan tampil pada kategori perseorangan. Nomor tunggal putri akan diwakili Putri dan Thalita Ramadhani Wiryawan pada persaingan yang berlangsung 25-29 September.
”Memang dari materi pemain, China lebih diunggulkan jadi pas tahu saya akan melawan Chen Yu Fei tidak merasa terbebani. Ada tegang karena melawan pemain peringkat empat dunia, ada tantangan tersendiri. Jadi, tadi main saya berusaha mengeluarkan semua yang saya punya. Saya bersyukur tadi kurang lebih bisa main maksimal dan saya bisa tahu lebih banyak PR untuk ke depan,” kata Mutiara yang menempati peringkat ke-75 dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/23/ab91def558459f48df5728961a3fa98c-WhatsApp_Image_2026_09_23_at_13.19.28.jpeg)
Selain Putri dan Thalita, skuad putri Indonesia akan diwakili Rachel/Febi dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari pada nomor ganda. Rachel mengambil pelajaran dari persaingan beregu karena persaingan perseorangan tak akan lebih mudah.
”Persaingan di nomor perseorangan pasti lebih ketat karena walaupun satu negara hanya dua pasangan, itu pasti dua yang terbaik. Jadi, konsistensinya harus lebih dinaikin,” kata Rachel.
Setelah Putri dan kawan-kawan, tim putra Indonesia akan menjalani semifinal beregu melawan Thailand mulai pukul 13.00 WIB. Pada nomor tunggal, Indonesia mengandalkan Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Mohammad Zaki Ubaidillah. Adapun poin ganda putra diharapkan datang dari Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Indonesia - China 0-3
Putri Kusuma Wardani - Wang Zhi Yi 15-21, 20-22 (0-1)
Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum – Liu Sheng Shu/Tan Ning 18-21, 18-21 (0-2)
Mutiara Ayu Puspitasari – Chen Yu Fei 15-21, 12-21 (0-3)
Febriana Dwipuji Kusuma/Siti Fadia Silva Ramandhanti – Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (tidak dimainkan)
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi – Han Yue (tidak dimainkan)
Korea Selatan – Jepang 1-3
An Se-young – Akane Yamaguchi 21-9, 18-21, 21-11 (1-0)
Lee So-hee/Baek Ha-na – Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto 15-21, 19-21 (1-1)
Sim Yu-jin – Tomoka Miyazaki 15-21, 14-21 (1-2)
Jeong Na-eun/Kim Hye-jeong – Rin Uesaka/Kie Nakanishi 20-22, 16-21 (1-3)
Kim Ga-ram – Nozomi Okuhara (tidak dimainkan)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase