ALL ENGLAND

Tim Indonesia Pindah ke Birmingham, Sindhu Terjebak di Dubai

Atlet Indonesia tiba di Birmingham, Inggris, untuk bersaing di All England. Uji coba tempat pertandingan akan dilakukan Senin.

01 Mar 2026 17:30 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

BIRMINGHAM, MINGGU — Seusai menjalani aklimatisasi di Milton Keynes, tim bulu tangkis Indonesia mendekat ke tempat penyelenggaraan All England, Birmingham, Inggris. Mereka siap tempur dalam turnamen paling prestisius di arena bulu tangkis tersebut.

Fajar Alfian dan kawan-kawan berpindah ke Birmingham, tempat digelarnya All England sejak 1994, pada Minggu (1/3/2026), dan akan menjalani uji coba lapangan tempat pertandingan, Utilita Arena, keesokan harinya. Setelah itu, mereka akan bersaing dalam turnamen BWF World Tour Super 1000 ini pada 3-8 Maret.

Atlet-atlet pelatnas Indonesia telah berada di Inggris sejak awal pekan lalu. Mereka berangkat pada 24 Februari menuju Milton Keynes, kota di tenggara Birmingham. Di kota tersebut, atlet menjalani aklimatisasi, yaitu penyesuaian diri dengan cuaca, lingkungan, dan kondisi lainnya yang berbeda dengan Indonesia.

Di National Badminton Centre, atlet-atlet Indonesia sempat berlatih bersama pebulu tangkis Inggris dan Amerika Serikat. Atlet ganda putra bahkan berlatih tanding bersama Ben Lane/Sean Vendy yang memang terbiasa berlatih di tempat tersebut.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjalani persiapan akhir menjelang tampil di All England, 3-8 Maret. Mereka dan tim Indonesia berlatih di Milton Keynes, Inggris, Sabtu (28/2/2026).

Pasangan Inggris ranking ke-13 dunia itu menjalani latih tanding bersama Fajar/Muhammad Shohibul Fikri. Vendy pun berpasangan dengan Fikri untuk melawan Fajar/Muhammad Rian Ardianto. Dalam undian, Lane/Vendy berada di paruh atas bersama Fajar/Fikri hingga mereka dimungkinkan bertemu di semifinal.

Namun, Lane/Vendy harus menghadapi tantangan berat lebih dulu pada babak pertama, yaitu melawan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Sementara itu, Fajar/Fikri berhadapan dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia).

Atlet tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, mengatakan, dia menjalani adaptasi dengan kondisi di Inggris dengan baik. Dia menggunakan waktu di Milton Keynes untuk fokus menghadapi babak pertama. ”Karena sudah tahu lawannya, latihannya fokus pada antisipasi kelebihan lawan. Saya berlatih apa yang harus dilakukan,” kata Putri yang begitu antusias kembali ke All England setelah debut pada 2025.

Putri dijadwalkan bertemu Mia Blichfeldt (Denmark) pada babak pertama. Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu tertinggal 1-2 dari Blichfeldt dan kalah pada pertemuan terakhir di final Hylo Terbuka, Februari 2025.

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi saat tampil pada semifinal Jerman Terbuka, Sabtu (28/2/2026). Mereka bergabung dengan tim Indonesia di Birmingham, Inggris, untuk mengikuti All England.

Latihan menjalankan pola main juga dilakukan dua ganda putri, yaitu Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum. ”Ada beberapa pola yang saya inginkan bisa dilakukan pemain dan itu dilatih dalam dua hari terakhir. Kondisi atlet oke, adaptasi cukup baik. Saya berharap semoga mereka bisa memberikan perfoma yang baik, ada hasil mengejutkan yang positif,” kata pelatih ganda putri, Karel Mainaky.

Selain Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi, ganda putri diperkuat Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi. Mereka bergabung dengan tim dari Indonesia setelah bertanding di Jerman Terbuka, 24 Februari-1 Maret. Fadia/Amallia kalah di semifinal.

Pemain ganda campuran, Gloria Emanuelle Widjaja, juga bergabung setelah bermain di Jerman Terbuka. Gloria berpasangan dengan atlet Singapura, Hee Yong Kai Terry.

Tim lain yang sudah berada di Birmingham adalah Malaysia. Sebagian dari mereka, diberitakan media The Stars, berangkat dari Kuala Lumpur pada Jumat sebelum banyak penerbangan ditunda karena konflik di Timur Tengah. AS dan Israel menyerang Iran, yang dibalas Iran dengan menyerang sejumlah negara di Timur Tengah. Sebagian atlet lainnya tiba setelah bertanding di Jerman.

”Beruntung, sebagian besar atlet top berangkat Jumat dan sudah tiba di Birmingham dengan selamat. Banyak yang khawatir tentang penerbangan pulang, tetapi saya katakan kepada mereka, semuanya akan kami tangani. Atlet hanya harus fokus pada pertandingan,” kata Ketua Komite Performa Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Lee Chong Wei.

Malaysia akan mengandalkan atlet-atlet pada nomor ganda untuk membawa pulang gelar juara setelah Lee Zii Jia pada 2021. Mereka memiliki unggulan kedua ganda putri yang merupakan finalis Kejuaraan Dunia, Pearty Tan/Thinaah Muralitharan.

Di ganda campuran, ada juara dunia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Adapun pada nomor ganda putra, Malaysia memiliki wakil paling banyak, yaitu delapan pasangan. Dua di antara mereka menjadi unggulan: Aaron Chia/Soh Wooi Yik (2) dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun (6).

Menunggu di Dubai

Ketika banyak atlet yang telah tiba di Birmingham, atlet tunggal putri India, Pusarla V Sindhu, terjebak di bandara Dubai, Uni Emirat Arab. Pesawat yang ditumpangi Sindhu mendarat di Dubai, Sabtu, dan tak bisa melanjutkan penerbangan karena konflik di Timur Tengah. Ledakan dari rudal dalam konflik tersebut terdengar di Dubai dan Abu Dhabi, termasuk oleh pelatih Sindhu.

Atlet bulu tangkis India, Pusarla V Sindhu, menceritakan kondisinya saat berada di bandara Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (28/2/2026). Sindhu dan timnya terjebak dalam perjalanan ke Birmingham, Inggris.

”Beberapa jam lalu, terdengar ledakan yang sangat dekat dari tempat kami menunggu di bandara. Pelatih saya pun berlari menjauh. Situasinya sangat menegangkan dan menakutkan bagi kami,” tulis Sindhu dalam akun Instagram.

Meski demikian, Sindhu mengatakan, dia dan tim berada dalam kondisi aman. ”Kepada semua yang telah mengirim pesan dan menanyakan kabar, terima kasih. Itu sangat berarti. Sekarang, kami mencoba untuk beristirahat dan berharap semuanya membaik,” katanya.

Sindhu, yang bermain di All England sejak 2012, akan tampil untuk ke-14 kali. Semifinalis pada 2018 dan 2021 itu akan mengawali penampilan melawan atlet Thailand, Supanida Katethong, dan berpeluang melawan unggulan kedua, Wang Zhi Yi, pada babak kedua. (REUTERS)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yovita Arika