Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Mengapa PSG bisa bangkit dan mengalahkan Liverpool?
- Bagaimana Bayern Muenchen bisa sangat perkasa saat melibas Leverkusen?
- Apakah Real Madrid mampu kembali menjadi juara?
- Mana yang lebih unggul, Real Madrid atau Arsenal?
Mengapa PSG bisa bangkit dan mengalahkan Liverpool?
Liverpool adalah tim terkuat selama babak penyisihan Liga Champions. Calon juara Liga Inggris itu memenangi tujuh laga dari delapan laga yang dijalaninya.
Pada laga pertama babak perdelapan final, Liverpool mampu mengalahkan Paris Saint-Germain di Paris dengan skor 1-0. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata Liverpool menjadi musnah saat PSG melibas Liverpool dengan skor yang sama pada laga kedua di kandang Liverpool, dan diikuti kemenangan pada adu penalti.
PSG yang kini tidak lagi bertabur pemain bintang papan atas dunia justru mampu tampil lebih baik jika dibandingkan saat dibela Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Para pemain PSG bermain lebih kolektif dan percaya diri sehingga mampu memanfaatkan celah-celah kecil pada pertahanan Liverpool dan mencetak gol.
Kepercayaan diri yang tinggi usai menang atas Liverpool membuat PSG menjadi tim yang sangat berbahaya pada perempat final. Aston Villa harus melipatgandakan kewaspadaan jika tidak ingin terlibas dengan mudah oleh PSG.
Bagaimana Bayern Muenchen bisa perkasa saat melibas Bayer Leverkusen?
Sejak ditangani Xabi Alonso, Bayer Leverkusen seolah berubah menjadi kryptonite bagi Bayern Muenchen. Dalam enam laga terakhir, di luar dua laga Liga Champions, Leverkusen mampu tiga kali menang dan tiga kali menahan imbang Muenchen.
Namun, pada dua laga Liga Champions, Leverkusen tidak berdaya menghadapi ”Die Roten”, julukan Muenchen. Harry Kane tampil luar biasa dan mencetak tiga gol pada dua laga tersebut.
Liga Champions memang habitat alami bagi Muenchen, bukan bagi Leverkusen. Semangat dan ketangguhan para pemain Muenchen berlipat saat mengejar trofi Liga Champions. Juara enam kali Liga Champions itu siap bersaing untuk merebut kembali gelar juara Liga Champions yang terakhir kali diraihnya pada 2020.
Pada perempat final, Bayern akan mendapat tantangan berat dari Inter Milan. Jika lolos ke semifinal, Barcelona atau Borussia Dortmund siap menantang Bayern. Langkah Bayern tidak akan mudah, tetapi justru pada kondisi itu ketangguhan mereka diuji.
Apakah Real Madrid mampu kembali menjadi juara?
Real Madrid mungkin berjalan terseok-seok pada kompetisi domestik di Spanyol. Saat melawan Atletico Madrid, Real selalu kesulitan untuk menang. Dalam empat laga terakhir di luar Liga Champions, Real hanya mampu imbang tiga kali dan sekali kalah.
Namun, kondisi itu tidak berlaku pada laga Liga Champions. Sang raja Liga Champions itu mampu mengalahkan Atletico, 2-1, pada laga pertama. Pada laga kedua, Real kalah 0-1, tetapi mampu lolos ke perempat final melalui adu penalti.
Real memiliki segala cara untuk menang saat berlaga pada Liga Champions. Para pemain Real memiliki mental pantang menyerah yang jauh berlipat saat bersaing pada tingkat Benua Eropa.
Lawan yang akan dihadapi Real adalah Arsenal, yang lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat sangat meyakinkan atas wakil Belanda, PSV, yaitu dengan skor total 9-3. Laga Real kontra Arsenal bakal sengit karena ”Los Blancos” selalu memiliki trik menarik untuk melibas wakil Inggris.
Kalahnya Liverpool dari PSG membuat Real berpeluang besar lolos sampai ke final dan kembali merebut gelar juara untuk ke-16 kalinya.
Mana yang lebih unggul, Real Madrid atau Arsenal?
Pertemuan Real Madrid dan Arsenal tergolong jarang terjadi sehingga layak dinantikan. Satu-satunya pertemuan bersejarah antara Arsenal dan Real adalah pada babak 16 besar Liga Champions 2005-2006.
Pada laga yang berlangsung dalam dua pertemuan itu, Arsenal mampu mengungguli Real dengan skor 1-0 secara agregat. Gol semata wayang kemenangan Arsenal kala itu dicetak penyerang Thierry Henry di markas Real.
Namun, kondisi Arsenal kini berbeda. Tim asal London itu tidak memiliki penyerang setajam ”King” Henry. Di sisi lain, Real memiliki Kylian Mbappe dan Vinicius Junior yang sedang berapi-api.
Langkah Arsenal terbilang menawan untuk menuju ke delapan besar. Menempati peringkat ketiga pada babak kualifikasi sehingga tidak perlu mengikuti babak playoff untuk ke babak 16 besar. Sebaliknya, Real harus terseok-seok di babak penyisihan dan melewati babak playoff sebelum menembus perdelapan final.
Pada perdelapan final, Real juga harus berjuang mati-matian untuk mengalahkan Atletico. Sementara Arsenal melaju mulus tanpa halangan dari PSV.
Laga perempat final nanti menjadi menarik untuk diikuti karena menyajikan pertarungan dua tim dengan langkah yang berbeda. Arsenal yang selalu melaju mulus melawan Real yang berjalan di belantara penuh duri.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Mengapa PSG bisa bangkit dan mengalahkan Liverpool?
- Bagaimana Bayern Muenchen bisa sangat perkasa saat melibas Leverkusen?
- Apakah Real Madrid mampu kembali menjadi juara?
- Mana yang lebih unggul, Real Madrid atau Arsenal?
Mengapa PSG bisa bangkit dan mengalahkan Liverpool?
Liverpool adalah tim terkuat selama babak penyisihan Liga Champions. Calon juara Liga Inggris itu memenangi tujuh laga dari delapan laga yang dijalaninya.
Pada laga pertama babak perdelapan final, Liverpool mampu mengalahkan Paris Saint-Germain di Paris dengan skor 1-0. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata Liverpool menjadi musnah saat PSG melibas Liverpool dengan skor yang sama pada laga kedua di kandang Liverpool, dan diikuti kemenangan pada adu penalti.
PSG yang kini tidak lagi bertabur pemain bintang papan atas dunia justru mampu tampil lebih baik jika dibandingkan saat dibela Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Para pemain PSG bermain lebih kolektif dan percaya diri sehingga mampu memanfaatkan celah-celah kecil pada pertahanan Liverpool dan mencetak gol.
Kepercayaan diri yang tinggi usai menang atas Liverpool membuat PSG menjadi tim yang sangat berbahaya pada perempat final. Aston Villa harus melipatgandakan kewaspadaan jika tidak ingin terlibas dengan mudah oleh PSG.
Bagaimana Bayern Muenchen bisa perkasa saat melibas Bayer Leverkusen?
Sejak ditangani Xabi Alonso, Bayer Leverkusen seolah berubah menjadi kryptonite bagi Bayern Muenchen. Dalam enam laga terakhir, di luar dua laga Liga Champions, Leverkusen mampu tiga kali menang dan tiga kali menahan imbang Muenchen.
Namun, pada dua laga Liga Champions, Leverkusen tidak berdaya menghadapi ”Die Roten”, julukan Muenchen. Harry Kane tampil luar biasa dan mencetak tiga gol pada dua laga tersebut.
Liga Champions memang habitat alami bagi Muenchen, bukan bagi Leverkusen. Semangat dan ketangguhan para pemain Muenchen berlipat saat mengejar trofi Liga Champions. Juara enam kali Liga Champions itu siap bersaing untuk merebut kembali gelar juara Liga Champions yang terakhir kali diraihnya pada 2020.
Pada perempat final, Bayern akan mendapat tantangan berat dari Inter Milan. Jika lolos ke semifinal, Barcelona atau Borussia Dortmund siap menantang Bayern. Langkah Bayern tidak akan mudah, tetapi justru pada kondisi itu ketangguhan mereka diuji.
Apakah Real Madrid mampu kembali menjadi juara?
Real Madrid mungkin berjalan terseok-seok pada kompetisi domestik di Spanyol. Saat melawan Atletico Madrid, Real selalu kesulitan untuk menang. Dalam empat laga terakhir di luar Liga Champions, Real hanya mampu imbang tiga kali dan sekali kalah.
Namun, kondisi itu tidak berlaku pada laga Liga Champions. Sang raja Liga Champions itu mampu mengalahkan Atletico, 2-1, pada laga pertama. Pada laga kedua, Real kalah 0-1, tetapi mampu lolos ke perempat final melalui adu penalti.
Real memiliki segala cara untuk menang saat berlaga pada Liga Champions. Para pemain Real memiliki mental pantang menyerah yang jauh berlipat saat bersaing pada tingkat Benua Eropa.
Lawan yang akan dihadapi Real adalah Arsenal, yang lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat sangat meyakinkan atas wakil Belanda, PSV, yaitu dengan skor total 9-3. Laga Real kontra Arsenal bakal sengit karena ”Los Blancos” selalu memiliki trik menarik untuk melibas wakil Inggris.
Kalahnya Liverpool dari PSG membuat Real berpeluang besar lolos sampai ke final dan kembali merebut gelar juara untuk ke-16 kalinya.
Mana yang lebih unggul, Real Madrid atau Arsenal?
Pertemuan Real Madrid dan Arsenal tergolong jarang terjadi sehingga layak dinantikan. Satu-satunya pertemuan bersejarah antara Arsenal dan Real adalah pada babak 16 besar Liga Champions 2005-2006.
Pada laga yang berlangsung dalam dua pertemuan itu, Arsenal mampu mengungguli Real dengan skor 1-0 secara agregat. Gol semata wayang kemenangan Arsenal kala itu dicetak penyerang Thierry Henry di markas Real.
Namun, kondisi Arsenal kini berbeda. Tim asal London itu tidak memiliki penyerang setajam ”King” Henry. Di sisi lain, Real memiliki Kylian Mbappe dan Vinicius Junior yang sedang berapi-api.
Langkah Arsenal terbilang menawan untuk menuju ke delapan besar. Menempati peringkat ketiga pada babak kualifikasi sehingga tidak perlu mengikuti babak playoff untuk ke babak 16 besar. Sebaliknya, Real harus terseok-seok di babak penyisihan dan melewati babak playoff sebelum menembus perdelapan final.
Pada perdelapan final, Real juga harus berjuang mati-matian untuk mengalahkan Atletico. Sementara Arsenal melaju mulus tanpa halangan dari PSV.
Laga perempat final nanti menjadi menarik untuk diikuti karena menyajikan pertarungan dua tim dengan langkah yang berbeda. Arsenal yang selalu melaju mulus melawan Real yang berjalan di belantara penuh duri.