GUNUNG EVEREST

Tim Pendaki Nepal Berhasil Mencapai Puncak  Everest

Setelah sempat tertunda, musim pendakian di Gunung Everest telah dibuka dan pendaki mulai menuju puncak.

15 Mei 2026 08:01 WIB · Internasional

AP/Pasang Rinzee Sherpa

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Ratusan pendaki pelan-pelan mulai mendekati puncak Everest di ketinggian 8.849 meter, Kamis (14/5/2026). Sehari sebelumnya, satu tim pendaki Nepal berhasil mencapai puncak dan menyelesaikan pemasangan tali serta pengaman di sepanjang jalur menuju puncak.

Keberhasilan tim yang terdiri atas 12 pendaki dan serpa yang berasal dari Nepal ini menandai dimulainya periode pendakian musim semi di gunung tersebut. ”Tim pemasang tali telah mencapai puncak pagi ini,” kata Chhang Dawa, serpa dari Seven Summits Treks dari basecamp, Rabu.

Tim kedua, yang dikoordinasikan oleh Mingma G, serpa dari Imagine Nepal, membantu mempersiapkan rute tersebut. ”Para pendaki sedang menunggu untuk mencapai puncak, jadi penting untuk membuka jalur tersebut tepat waktu,” kata Mingma. Rombongan pendaki lain kini beriringan menuju puncak Everest.

<p>Gunung Everest terlihat dari base camp di Nepal, Minggu (10/5/2026). (AP/INST RINZEE SHERPA)</p><p>Para pendaki gunung berpartisipasi dalam sesi pelatihan di Khumbu Icefall untuk mendaki ke puncak Gunung Everest, Nepal, Sabtu (9/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)</p><p>Salju menutupi tenda saat cuaca buruk di Everest Base Camp, Nepal, Sabtu (9/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)</p>

Gunung Everest terlihat dari base camp di Nepal, Minggu (10/5/2026). (AP/INST RINZEE SHERPA)

Para pendaki gunung berpartisipasi dalam sesi pelatihan di Khumbu Icefall untuk mendaki ke puncak Gunung Everest, Nepal, Sabtu (9/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)

Salju menutupi tenda saat cuaca buruk di Everest Base Camp, Nepal, Sabtu (9/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)

Pada awal musim pendakian tahun ini sebuah serac atau bongkahan es yang berukuran lebih dari bangunan 10 lantai menghalangi jalur pendakian. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan pendaki yang telah berkumpul sejak April 2026 tertahan lebih dari dua minggu di basecamp di ketinggian 5.300 meter.

Setelah berusaha keras membuat jalur pendakian baru, tim-tim pemandu akhirnya berhasil membuat rute alternatif melewati Khumbu Icefall.

Sejak ditaklukkan pada 1953 oleh Edmund Hillary dari Selandia Baru dan pemandu serpa-nya, Tenzing Norgay, Gunung Everest telah didaki ribuan kali dan setiap tahun ratusan orang lainnya berusaha mencapai puncaknya.

Sir Edmund Hillary (kiri) dan Tenzing Norgay Sherpa memajang perlengkapan pendakian mereka di Kedutaan Besar Inggris di Kathmandu setelah penaklukan mereka atas Gunung Everest pada tahun 1953 dalam foto selebaran tanpa tanggal ini.

Tahun ini, Pemerintah Nepal telah mengeluarkan lebih dari 900 izin pendakian untuk berbagai gunung di Himalaya pada musim ini, termasuk 425 izin untuk mendaki Everest. Sebanyak 153 pendaki lainnya menuju puncak Lhotse dan Nuptse yang berdekatan, juga menggunakan sebagian rute yang sama.

Korban jiwa di Everest

Selain kabar gembira tentang pendaki yang telah berhasil mencapai puncak Everest, juga terdapat kabar buruk yang menimpa pendaki di gunung yang sama. Setidaknya lima pendaki dilaporkan tewas dalam musim pendakian tahun ini.

<p>Pendaki berlatih di Khumbu Icefall untuk persiapan mendaki ke puncak Gunung Everest, Nepal, Sabtu (2/5/2026).  (AP/PASANG RINZEE SHERPA)</p><p>Para pendaki gunung mendaki Air Terjun Khumbu dalam perjalanan mereka ke puncak Gunung Everest, Nepal, Kamis (7/5/2026).  (AP/PASANG RINZEE SHERPA)</p><p>Para pendaki mendaki Khumbu Icefall dalam perjalanan mereka ke puncak Gunung Everest di Kathmandu, Nepal, Sabtu (9/5/2026).  (AP/PASANG RINZEE SHERPA)</p>

Pendaki berlatih di Khumbu Icefall untuk persiapan mendaki ke puncak Gunung Everest, Nepal, Sabtu (2/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)

Para pendaki gunung mendaki Air Terjun Khumbu dalam perjalanan mereka ke puncak Gunung Everest, Nepal, Kamis (7/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)

Para pendaki mendaki Khumbu Icefall dalam perjalanan mereka ke puncak Gunung Everest di Kathmandu, Nepal, Sabtu (9/5/2026). (AP/PASANG RINZEE SHERPA)

Seorang serpa asal Nepal, Phura Gyaljen, berusia 21 tahun jatuh ke dalam celah es dan meninggal di Gunung Everest. Ia terpeselet ke dalam celah es di dekat Camp III di ketinggian 7.200 meter. Ini merupakan kematian ketiga dalam dua minggu terakhir di gunung tertinggi di dunia itu. 

Pendaki Nepal lainnya, Bijay Ghimire Bishwakarma, berusia 35 tahun, meninggal saat melakukan latihan aklimatisasi di Khumbu Icefall di gunung tersebut. Sementara Lakpa Dendi, serpa berusia 51 tahun, meninggal dalam perjalanan menuju basecamp awal bulan ini.

Pemandu dan pendaki gunung berdiri di luar tenda mereka selama periode aklimatisasi sebelum mencoba mendaki Gunung Everest di base camp, Nepal, Minggu (10/5/2026). AP/Pasang Rinzee Sherpa

Di pekan sebelumnya, Johannesen Shelley, pendaki berusia 53 tahun, warga Amerika, meninggal di Gunung Makalu, puncak tertinggi kelima di dunia, dengan ketinggian 8.463 meter. Pendaki David Ronbinek dari Republik Ceko meninggal saat menuju puncak Makalu II yang tingginya 7.678 meter.

Selain pesonanya yang luar biasa, Gunung Everest juga mengandung bahaya kematian, baik bagi serpa maupun pendaki gunung. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati