Indonesia menang 3-0 atas Mongolia pada babak pertama bulu tangkis beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tim putri Indonesia lolos ke perempat final.
20 Sep 2026 13:22 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
ICHINOMIYA, MINGGU — Pertandingan melawan Mongolia pada babak pertama beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 digunakan tim bulu tangkis Indonesia untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan atmosfer kompetisi. Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan juga memupuk semangat untuk menghadapi lawan lebih tangguh, termasuk Taiwan pada perempat final.
Laga yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Aichi, Jepang, Minggu (20/9/2026), menjadi penampilan pembuka tim bulu tangkis Indonesia dalam perebutan tujuh medali emas bulu tangkis. Selain lima nomor pada kategori perseorangan, medali emas bulu tangkis diperebutkan dari nomor beregu putra dan putri yang berlangsung 20-24 September. Tim putri Indonesia memulai perjalanan dari babak pertama, sedangkan tim putra langsung tampil di perempat final karena mendapat bye di babak awal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/e43f8a0538fc7110c655c5c36e569a8b-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.14.38.jpeg)
Mongolia bukan lawan yang sulit untuk dikalahkan karena tak punya atlet bulu tangkis level dunia. Indonesia menang 3-0, masing-masing dengan skor telak, sehingga dua pertandingan terakhir tak dimainkan karena persaingan langsung menggunakan sistem gugur.
Skuad Indonesia pun menggunakan pertandingan tersebut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang berpengaruh pada cara bermain. Faktor yang biasanya harus diantisipasi atlet bulu tangkis antara lain arah dan embusan angin, serta cahaya lampu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/ea89a5decd2a63d4f098cdee462cc125-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.14.58.jpeg)
”Alhamdulillah, pastinya senang bisa membuka laga pertama dengan kemenangan. Hari ini ketemu Mongolia, di lapangan mencoba membangun feeling untuk ke pertandingan selanjutnya. Dari adaptasi, hampir tidak ada yang berubah dari dua kali tes lapangan. Hanya memang ada sedikit angin, tapi sisanya normal,” tutur Putri Kusuma Wardani yang menang atas Enkhlen Tselmeg-Od, 21-4, 21-4, pada partai pertama.
Berbeda dengan Asian Games Hangzhou 2022, ketika menjadi tunggal kedua di bawah Gregoria Mariska Tunjung, kali ini Putri berperan sebagai tunggal pertama. Tanggung jawabnya semakin besar karena tunggal pertama biasanya tampil pada laga pembuka dan hasil dari partai pertama ini bisa berpengaruh pada mental anggota tim yang lain.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Thalita Ramadhani Wiryawan juga menggunakan pertandingan mereka sebagai ”pemanasan” untuk menghadapi lawan lebih tangguh. Apalagi, ini menjadi Asian Games pertama bagi mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/c806e0cff0bf1d4186dd20704835ef4b-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.14.54.jpeg)
”Tadi, di lapangan, saya berusaha untuk memukul dan melakukan servis dengan nyaman. Ada beberapa yang belum enak dan harus dievaluasi lagi di pertandingan berikutnya,” kata Rachel. Tampil pada partai kedua, Rachel/Febi membuat Indonesia unggul setelah menang atas Khulangoo Chuluunbat/Enkhjin Ganbat 21-3, 21-7.
”Saya cukup antusias main di Asian Games dan pastinya ingin menampilkan yang terbaik, mencoba main semaksimal mungkin dan ingin terus menyumbang poin kalau dipercaya untuk turun,” kata Thalita.
Atlet berusia 18 tahun itu juga mengatakan bahwa adaptasi melawan Mongolia—Thalita memenangi partai ketiga—berguna seandainya dia bermain melawan Taiwan di perempat final, Selasa. ”Dari pertandingan tadi, saya sudah tahu bagaimana cara mengatasi kendala di lapangan. Tunggal Taiwan mempunyai peringkat-peringkat yang cukup tinggi, kekuatan mereka merata, jadi saya harus mewaspadainya,” lanjut Thalita.
Taiwan belum punya tunggal putri setangguh Tai Tzu Ying setelah pensiun dari persaingan internasional pada November 2025, tetapi mereka menempatkan dua atlet di peringkat 20 besar dunia, yaitu Chiu Pin Chian (17) dan Lin Hsiang Ti (19).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/4003baf68df3d9341cd3c1f31c7c56b8-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.15.51.jpeg)
Indonesia punya Putri dengan posisi lebih tinggi dalam pemeringkatan dunia, yaitu urutan keenam, tetapi rentang peringkat dengan atletnya cukup jauh. Thalita, sebagai tunggal putri nomor dua Indonesia, berada pada peringkat ke-60 dunia diikuti Mutiara Ayu Puspitasari (75) dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (85).
Ganda putri juga akan diwarnai persaingan ketat karena Indonesia dan Taiwan memiliki kekuatan merata. Masing-masing memiliki tiga pasangan dalam peringkat 20 besar dunia. Namun, dengan pemain tunggal yang memiliki posisi lebih baik dalam peringkat dunia, Taiwan menjadi salah satu dari empat unggulan dalam beregu putri Asian Games.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/e25e7e4bab88eb27be4ebe8529ece0da-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.15.50.jpeg)
”Tim putri Indonesia memang tidak terlalu diunggulkan, tapi kami mau menunjukkan bahwa kami bisa menyumbangkan medali. Kami harus fokus untuk satu pertandingan demi satu pertandingan. Hari ini menang, lalu langsung fokus lagi yang selanjutnya,” tutur Putri.
Pada babak pertama lainnya yang berlangsung sore, tim putri Hong Kong akan melawan Malaysia dan Kazakhstan melawan India. Sementara, babak pertama beregu putra berlangsung Senin.
Tim putra Indonesia, yang menjadi unggulan teratas, mendapat bye di babak pertama dan akan melawan Malaysia atau Mongolia pada perempat final.
Putri Kusuma Wardani-Enkhlen Tselmeg-Od 21-4, 21-4
Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum-Khulangoo Chuluunbat/Enkhjin Ganbat 21-3, 21-7
Thalita Ramadhani Wiryawan–Sarangua Kherlenbaatar 21-3, 21-5
Febriana Dwipuji Kusuma/Siti Fadia Silva Ramadhanti-Darkhanbaatar Kherlenbaatar/Khaliunaa Byambaa (tidak dimainkan)
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi–Amin-Erdene Odbayar (tidak dimainkan)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji