BULU TANGKIS

Menilik Peluang Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat target meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Akankah target itu tercapai?

18 Sep 2026 13:26 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Yulia Sapthiani

Tanpa medali dari Asian Games Hangzhou 2022 menjadi motivasi tim bulu tangkis Indonesia untuk meraih hasil lebih baik di Aichi-Nagoya 2026. Medali emas dari nomor beregu putra menjadi target dari PP PBSI. Nomor lain, seperti ganda putra, tunggal putra, dan tunggal putri juga menargetkan medali.

Persaingan atlet bulu tangkis dari semua negara Asia akan berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, 20-29 September 2026. Persaingan akan dimulai dengan nomor beregu putra dan putri pada lima hari pertama, lalu lima emas dari kategori perseorangan diperebutkan pada lima hari berikutnya.

Target emas beregu putra disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian dalam acara kunjungan rombongan chef de mission tim Indonesia ke pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta, 4 Agustus 2026. Eng Hian menyebut bahwa Asian Games menjadi target besar PBSI pada 2026 sehingga tim terkuat pun dikirim.

Tim bulu tangkis Indonesia mendengarkan arahan dari  Ketua Kontingen untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu di pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

PBSI bahkan tidak mengikutsertakan sebagian besar atlet pelatnas pada turnamen China Masters di Shenzhen, 1-6 September, agar atlet lebih maksimal dalam mempersiapkan diri untuk bersaing di Aichi. Mereka tak ingin hasil di Hangzhou 2022 terulang ketika skuad bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya tidak membawa pulang medali di ajang Asian Games.

Atlet tim Asian Games 2026 yang tampil di China Masters hanya Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Jonatan Christie, sebagai atlet independen, dan mereka tersingkir pada babak kedua. Jonatan kalah dari Jason Gunawan, atlet Hong Kong yang juga akan tampil di Asian Games. Leo/Daniel membuat kejutan dengan mengalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), pada babak pertama, tetapi dijegal Takumi Nomura/Yuichi Shimogami (Jepang) di babak kedua.

Infografik-Klasemen Tiga Besar Bulu Tangkis di Asian Games

Sebelum tampil dalam persaingan perseorangan, Jonatan akan bekerja sama dengan adik-adiknya untuk mencapai target medali emas beregu putra. Tim putra Indonesia ditempatkan sebagai unggulan teratas, diikuti China, Taiwan, dan Jepang, tetapi undian untuk babak 16 besar beregu akan berlangsung 19 September.

Jonatan akan mendapat dukungan dari para debutan Asian Games di tunggal putra, yaitu Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, dan Muhammad Yusuf. Adapun andalan ganda putra adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Dua nama lainnya di tim putra adalah Nikolaus Joaquin dan Amri Syahnawi yang sebenarnya akan turun pada nomor ganda campuran di perseorangan. Akan tetapi, peraturan Asian Games mengharuskan semua atlet yang akan tampil di persaingan perseorangan terdaftar di kategori beregu, termasuk atlet ganda campuran. Pasangan Amri, yaitu Nita Violina Marwah, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan berpartner dengan Nikolaus, juga terdaftar di beregu putri.

Jonatan Christie tertunduk saat menjalani pertandingan pertama Indonesia melawan Perancis pada penyisihan Grup D Piala Thomas di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). Jonatan kalah dari Christo Popov, Indonesia teringgal 0-1.

Medali emas memang pantas menjadi target berdasarkan status unggulan teratas yang ditempati Amri dan kawan-kawan. Namun, tak boleh dilupakan bahwa persaingan bulu Asian Games setara dengan persaingan level dunia karena kekuatan bulu tangkis terpusat di Asia.

Hasil buruk dalam dua ajang besar lain pada 2026, yaitu kejuaraan beregu putra Piala Thomas dan Kejuaraan Dunia, menjadi cermin bahwa bulu tangkis Indonesia tertinggal dari negara lain. Dalam lima penyelenggaraan terakhir secara beruntun, tak ada pebulu tangkis Indonesia yang menjadi juara dunia.

Di India, 17-23 Agustus, hanya satu wakil yang bisa naik podium, yaitu Amri/Nita. Fajar/Fikri, yang diharapkan menjadi juara, tersingkir di perempat final. Jonatan kalah pada babak ketiga, sementara Alwi pada perempat final.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bermain pada perempat final ganda putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Fajar Fikri tersingkir.

Dalam kejuaraan Piala Thomas di Denmark, 24 April-3 Mei, untuk pertama kalinya Indonesia gagal ke perempat final. Kekalahan 1-4 dari Perancis dalam penyisihan grup menjadi penentu tersingkirnya Indonesia. Tim Eropa itu membuat kejutan dengan lolos hingga ke final sebelum kalah dari China.

Secara keseluruhan, Fajar dan kawan-kawan bahkan tertinggal dari enam negara Asia, yaitu China, India yang mencapai semifinal, serta Jepang, Thailand, Taiwan, dan Malaysia (perempat final). Tim-tim ini akan menjadi pesaing di Aichi.

Setiap tim, seperti daftar nama yang dirilis dalam laman resmi Asian Games Aichi-Nagoya 2026, diwakili pemain-pemain terbaik. China diperkuat Shi Yu Qi, Li Shi Feng, serta juara dunia ganda putra, Liang Wei Keng/Wang Chang.

China's Wang Chang, left, and Liang Wei Keng pose for a photograph with their gold medals after wining the men's doubles final match against Malaysia's Aaron Chia and Soh Wooi Yik at the Badminton World Championships in New Delhi, India, Sunday, Aug. 23, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

Jepang mengandalkan finalis tunggal putra Kejuaraan Dunia, Kodai Naraoka, dan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, sementara Taiwan memiliki pemain-pemain yang tak boleh dipandang sebelah mata, seperti Lin Chun Yi, Chi Yu Jen, dan semifinalis Kejuaraan Dunia, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan. Maka, Indonesia pun harus melalui jalan terjal untuk mewujudkan target medali emas untuk memperbaiki hasil perempat final (kalah dari Korea Selatan) di Hangzhou 2022.

Inspirasi SEA Games 2025

Persaingan dalam lima nomor perseorangan juga tak akan lebih mudah. Fajar/Fikri punya banyak pesaing dengan kekuatan merata. Lihat saja ketika mereka tak kuasa menahan kecepatan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan pada perempat final Kejuaraan Dunia.

Quote

Secara pribadi, Fajar/Fikri pasti punya keinginan besar untuk juara (Asian Games). Mereka harus mengatur performa dan menjaga kondisi jangan sampai cedera.

Taiwan juga punya ganda putra lain yang sering membuat kejutan pada turnamen BWF World Tour. Mereka akan memperkuat persaingan nomor ini yang juga dihadiri pasangan nomor satu dunia, Kim/Seo, juara Indonesia Terbuka, Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia), serta juara Singapura Terbuka dan China Masters, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).

Infografik-Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

”Secara pribadi, Fajar/Fikri pasti punya keinginan besar untuk juara (Asian Games). Mereka harus mengatur performa dan menjaga kondisi jangan sampai cedera,” kata pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho.

Leo/Daniel punya pengalaman tampil di Asian Games Hangzhou 2022, menjuarai Thailand Terbuka dan Taiwan Terbuka dari tujuh turnamen sejak Mei, sejak berpasangan lagi. Akan tetapi, mereka belum teruji kembali dalam turnamen berlevel tinggi.

Di Indonesia Terbuka Super 1000 dan China Masters Super 750, mereka kalah pada babak-babak awal. Maka, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan menjadi tes besar bagi Leo/Daniel setelah comeback sebagai pasangan.

Pebulu tangkis Indonesia Alwi Farhan digendong rekan senegaranya Mohammad Zaki Ubaidillah usai partai final nomor tungal putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Thailand, Minggu (14/12/2025). Alwi Farhan meraih medali emas usai mengalahkan Zaki dalam tiga gim 13-21, 21-8, 21-12. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
14-12-2025

Tunggal putra, yang diharapkan bisa menyumbangkan medali, juga punya persaingan merata, bahkan lebih sulit ditebak dibandingkan ganda putra. Empat turnamen BWF Super 1000 dijuarai empat pemain berbeda, begitu pula dengan empat turnamen Super 750. Sayangnya, atlet Indonesia tak menjadi bagian dari para juara itu.

Namun, ”Merah Putih” bisa berharap kepada Alwi yang menjuarai dua turnamen Super 500 pada tahun ini, yaitu Indonesia Masters dan Australia Terbuka. Alwi juga mencapai semifinal Singapura Terbuka Super 750.

Alwi akan membawa pengalaman SEA Games Thailand 2025 untuk bekal di Aichi meski persaingan SEA Games tidak sesulit di Asian Games. Di SEA Games, semua nomor putra menyumbangkan medali emas, salah satunya dari Alwi yang mengalahkan rekan senegara, Zaki, pada final tunggal putra.

”Yang pasti kami bersyukur dan senang bisa mewakili Indonesia di Asian Games. Kami pengin memaksimalkan kesempatan yang ada. Hasil di SEA Games untuk saya dan Ubed (Zaki) cukup meyakinkan, jadi ada modal bagus ke multievent yang levelnya lebih tinggi,” tutur Alwi pada sesi latihan di Tokyo, Rabu (16/9/2026).

Putri Kusuma Wardani berhadapan dengan Mikaela Joy De Guzman (Filipina) pada babak pertama tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Putri menang dalam dua gim.

Di nomor putri, Putri Kusuma Wardani akan menggantikan peran Gregoria Mariska Tunjung sebagai tunggal pertama. Dia berharap bisa selalu menyumbangkan kemenangan pada nomor beregu dan mendapat medali di perseorangan.

Untuk mewujudkan itu, Putri harus mengatasi persaingan dengan barisan tunggal putri terbaik dunia, yaitu An Se-young (Korea Selatan), Akane Yamaguchi (Jepang), serta Wang Zhi Yi dan Chen Yu Fei (China).

Performa yang terbilang konsisten sejak pertengahan tahun membuka harapan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum mencuri medali dari persaingan ganda putri yang sering dikuasai pasangan China, Jepang, dan Korea Selatan. Mereka mencapai semifinal Indonesia Terbuka, Australia Terbuka, perempat final China Terbuka, dan perempat final Kejuaraan Dunia.

Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum berhadapan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) pada babak ketiga ganda putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Kamis (20/8/2026). Rachel/Febi melaju ke perempat final.

Sementara itu, Amri/Nita menjadi pembawa harapan baru ganda campuran setelah menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia. Dengan peringkat ke-15 dunia, mereka menjadi ganda campuran nomor satu Indonesia, menggeser Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (18) yang terakhir kali bertanding di Indonesia Terbuka, Juni.

Duet Jafar/Felisha sempat membawa harapan baru ganda campuran Indonesia ketika menjuarai Taiwan Terbuka, mencapai final Australia Terbuka, dan menjadi semifinalis China Terbuka 2025. Akan tetapi, perjalanan mereka berakhir karena Felisha akan berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah, dimulai dari turnamen di Eropa pada Oktober.

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah bereaksi setelah mendapat poin dalam perempat final ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Amri/Nita mengalahkan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan).

Tanpa Jafar/Felisha dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, yang juga berganti pasangan, ganda campuran akan diwakili pasangan dadakan yang ”menyebrang” dari nomor lain, Nikolaus/Fadia. Nikolaus adalah pemain ganda putra yang bermain bersama Raymond Indra, sedangkan Fadia bermain di ganda putri bersama Amalia Cahaya Pratiwi.

Persiapan panjang setelah Kejuaraan Dunia sudah dilakukan, termasuk aklimatisasi di Tokyo sejak 13 September. Kini, perjuangan mereka dinanti untuk mengembalikan nama baik bulu tangkis Indonesia di Asian Games.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji