Jumlah korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Laut Jawa menjadi 238 orang yang dievakuasi oleh Tim SAR, termasuk 5 orang dalam kondisi meninggal.
04 Agt 2026 16:21 WIB · Politik & Hukum
KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABA
SURABAYA, KOMPAS — Operasi pencarian dan pertolongan atau SAR korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Laut Jawa memasuki hari ketiga, Selasa (4/8/2026). Hingga Selasa sore, 238 orang telah dievakuasi dengan lima di antaranya meninggal.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii menyampaikan hal itu di Pos Komando Operasi SAR di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Pembaruan data dilakukan setelah verifikasi lapangan oleh tim SAR.
”Mayoritas penumpang, termasuk lima yang meninggal, telah dievakuasi ke Surabaya untuk selanjutnya menjalani verifikasi dan pencocokan data,” ujar Syafii.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/04/1a82cbdfc453c05627a1e15a8c134579-IMG_20260803_143431.jpg)
Syafii mengatakan, verifikasi penting untuk kelanjutan operasi SAR. Apabila diyakini tiada lagi korban yang berstatus hilang, operasi SAR bisa dinyatakan selesai. Verifikasi ini melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak dan operator PT Atosim Lampung Pelayaran.
”Sampai hari Selasa ini, operasi SAR masih berlangsung dengan armada gabungan,” ujarnya.
Berdasarkan manifes awal, kapal feri roll on-roll off (roro) rute Surabaya-Makassar itu bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengangkut 271 orang.
Kapal buatan Jepang pada 1992 tersebut dilaporkan terbakar pada Minggu (2/8/2026) pukul 06.48 WIB saat berada di koordinat 6°30,64 Lintang Selatan dan 114°0,19 Bujur Timur atau sekitar 45 kilometer di utara Pantai Batu Putih, Sumenep, Madura.
Namun, selama operasi pencarian dan pertolongan, tim menemukan sejumlah fakta baru yang menyebabkan data jumlah penumpang terus diperbarui. Verifikasi menunjukkan sedikitnya lebih dari 30 orang yang semula tercantum dalam manifes ternyata batal berangkat karena terlambat masuk ke kapal bersama kendaraan mereka.
Sebaliknya, tim juga menemukan sedikitnya lima anak yang ikut berlayar, tetapi tidak tercantum dalam manifes. Temuan-temuan tersebut masih terus dicocokkan tim SAR bersama KSOP Tanjung Perak serta operator kapal.
Hingga kini, RS Bhayangkara Polda Jatim masih membuka layanan informasi bagi mereka yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan laut KMP Mutiara Sentosa II melalui nomor 085190447911.
Di Pos Komando SAR, nomor telepon yang dapat dihubungi ialah KSOP Tanjung Perak di nomor 08113100050. Selain itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya di nomor 082123746274 dan agen KMP Mutiara Sentosa II di nomor 082314119326.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/04/be2d488ea444d224d6804f08936bef41-WhatsApp_Image_2026_08_03_at_11.09.34.jpeg)
Sementara itu, identifikasi lima jenazah telah selesai dilakukan di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jatim, Surabaya. Dua jenazah di antaranya telah diserahkan oleh Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jatim kepada keluarga.
”Ada dua jenazah yang sudah diserahkan dengan kami antar memakai ambulans,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Jules Abraham Abast.
Jenazah yang telah diantar ialah Sri Indratmo Wijaya (47), lelaki warga Dukuh Plungguh, Desa Mulyoagung, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dia teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, rekam medis, dan barang kepemilikan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/04/96a568825f249f0f3200fbcfda635e90-WhatsApp_Image_2026_08_03_at_11.08.01.jpeg)
Selain itu, ada jenazah Sari Sukoco (39), lelaki warga Jalan Kawi, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Almarhum teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan.
Bambang Susilo (36), penyintas sekaligus rekan Sari Sukoco, mengatakan, mereka tengah dalam perjalanan menuju Makassar untuk mengantar barang sekaligus mengambil cold storage untuk dibawa ke Jakarta. Keduanya sudah bekerja delapan tahun di perusahaan ekspedisi.
Bambang mengatakan, kebakaran terjadi setelah mereka selesai sarapan. Kebakaran berasal dari buritan (belakang) bagian bawah yang berisi truk dan mobil. Hal itu memicu kepanikan penumpang karena api menjalar dengan cepat ke bagian tengah dan haluan (depan).
”Saya dan Sukoco bersiap terjun ke laut. Sukoco mengangguk dan saya terjun duluan,” ujar Bambang. Saat itu, mereka sudah mengenakan pelampung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/03/ac7012c9bb3dab675b11f37a71f2e07b-20260803wer1.jpg)
Setelah terjun ke laut, Bambang menjauh dari kapal. Sejak saat itu, Bambang tak mengetahui keberadaan Sukoco, sahabatnya. Bambang mengetahui nasib naas Sukoco saat berada di kapal penyelamat menuju Surabaya.
”Almarhum berencana menikah tahun ini,” katanya.
Sementara itu, kesaksian sejumlah penyintas dan temuan awal tim SAR yang memunculkan dugaan tidak tersedianya sekoci di kapal juga akan diselidiki. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan, temuan itu akan menjadi bagian dari investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra