ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Timnas Basket Indonesia: Berangkat Pertama, Pulang Juga Pertama

Pulang dengan nirkemenangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dinilai Pelatih David Singleton sebagai kegagalan. Timnas basket akan dievaluasi besar-besaran.

16 Sep 2026 14:22 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Rebiyyah Salasah

Di tengah abu vulkanik yang membuat rute perjalanan harus disesuaikan, timnas basket putra Indonesia jadi wakil Indonesia pertama yang berangkat ke Nagoya untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Siapa sangka, mereka juga jadi wakil yang pulang pertama ke Tanah Air, bahkan sebelum pembukaan pesta olahraga tersebut. Penampilan yang dinilai sebagai kegagalan ini akan dievaluasi besar-besaran.

Timnas basket putra Indonesia diberangkatkan dari Indonesia pada Senin (7/9/2026). Delapan hari berselang atau Selasa (15/9/2026), tim asuhan David Singleton ini sudah pulang kembali ke Indonesia. Artinya, mereka kembali ke Tanah Air sebelum pembukaan Asian Games pada 19 September mendatang.

Kendati basket putra dipertandingkan hingga 20 September atau sehari setelah pembukaan, timnas basket terpaksa mengangkat koper lebih cepat karena perjalanan mereka di Aichi-Nagoya telah berakhir. Kekalahan dari Arab Saudi, 89-100, pada laga pamungkas Pul A di Aichi International Arena, Jepang, Minggu (13/9/2026), melengkapi hasil negatif pada dua laga sebelumnya.

Indonesia membuka perjalanan di Asian Games 2026 dengan kalah 53-98 dari Jepang. Yudha Saputera dan kawan-kawan kemudian takluk 48-102 dari Korea Selatan. Dengan catatan ini, Indonesia menempati peringkat keempat di klasemen Pul A dengan tiga angka dari tiga kekalahan.

Japan's Ren Kanechika (R) scores during the men's basketball preliminary Group B match against Indonesia during the 2026 Asian Games in Nagoya on September 10, 2026. (Photo by JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT

”Sayangnya, kami tidak bisa menunjukkan jati diri kami yang sesungguhnya hingga pertandingan terakhir melawan Arab Saudi. Ini bukanlah standar yang ingin kami tetapkan di level tim nasional,” kata Dave, sapaan David Singleton, dalam keterangan resmi melalui Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).

Perjalanan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Asian Games Hangzhou 2022. Saat itu, Indonesia juga terpaksa pulang tanpa kemenangan. Mereka takluk dari Jepang, Korea Selatan, dan Qatar.

Namun, optimisme muncul untuk edisi tahun ini karena sejumlah perubahan dilakukan timnas basket. Salah satunya adalah penunjukan Singleton sebagai pelatih kepala baru pada 2025.

Kendati berstatus pelatih asing, pria asal Amerika Serikat itu sangat mengenal kultur basket Tanah Air. Singleton melatih di Liga Bola Basket Indonesia (IBL) sejak 2020. Ia juga merupakan peraih Coach of the Year IBL dalam empat musim beruntun pada 2021-2024.

Pelatih timnas basket Indonesia David Singleton sedang mengamati tim asuhannya dalam laga fase grup SEA Games Thailand 2025 versus Singapura di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Senin (15/12/2025). Timnas menang 87-48 di laga itu.

KOMPAS/KELVIN HIANUSA

Optimisme juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Perbasi Budisatrio Djiwandono sebelum keberangkatan tim. Budi mengatakan timnas basket putra telah dipersiapkan dengan komposisi pemain terbaik.

Indonesia diperkuat sejumlah pemain berpengalaman, seperti Yudha Saputera, Andakara Prastawa, dan Abraham Grahita. Ada pula pemain naturalisasi, Lester Prosper, Dame Diagne, dan Anthony Beane.

Komposisi ini mengalami perubahan dari skuad yang berlaga di pra-kualifikasi Piala Asia FIBA 2026 pada akhir Agustus lalu. Timnas basket yang bermain di ajang tersebut kalah dari Malaysia 63-77 pada laga terakhir Grup C putaran pertama.

”Kita tahu bahwa perjuangan ini tidak mudah dan tim-tim yang akan mereka hadapi adalah tim-tim hebat dari Asia. Namun, saya yakin dengan pengalaman yang ada dan diperkuat dengan bibit-bibit muda, saya rasa ini merupakan kombinasi yang baik untuk menghadapi tim-tim tersebut,” ujar Budi.

A street is flooded following a heavy rain in Nagoya, central Japan Tuesday, Sept. 8, 2026. (Kazushi Kurihara/Kyodo News via AP)

Di sisi lain, perjalanan timnas basket memang tidak mudah. Selain langsung bertemu Jepang dan Korea Selatan, mereka juga dihadapkan pada sejumlah kendala nonteknis sejak keberangkatan.

Lantaran paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, timnas basket harus menyesuaikan rute perjalanan ke Nagoya. Bersama timnas anggar, timnas basket harus lebih dahulu menempuh perjalanan darat ke Surabaya, sebelum kemudian terbang ke Nagoya.

Sesampainya di Nagoya, mereka harus dievakuasi karena ada peringatan dari pemerintah setempat tentang banjir. Di tengah kekhawatiran soal pelaksanaan Asian Games, timnas basket akhirnya tetap bermain sesuai jadwal melawan tuan rumah.

Tak berhenti di situ, menjelang laga perdana itu, bus yang akan menjemput timnas basket untuk mengantarkan ke arena pertandingan justru terlambat sampai 41 menit. Managing Director Badan Tim Nasional Dewan Pengurus Pusat Perbasi Jeremy Imanuel mengatakan, tidak ada satu pun panitia lokal yang dapat memberikan jawaban pasti kenapa bus menjemput kontingen Indonesia mengalami keterlambatan.

Kegagalan

David Singleton tak segan untuk menilai penampilan tim asuhannya di Jepang sebagai kegagalan. Menurut Singleton, tim sebenarnya memiliki banyak potensi, tetapi proses adaptasi tidak berlangsung cepat selama di Jepang.

Setelah kekalahan dari dua laga pertama, harapan terakhir untuk meraih kemenangan ada pada pertandingan kontra Arab Saudi. Indonesia pun sempat unggul jauh 21-9 ketika kuarter pertama menyisakan 3 menit 13 detik.

Namun, Arab Saudi mampu mengejar dan menyamakan skor sehingga kuarter awal diakhiri dengan skor imbang. Pada kuarter keempat, Indonesia mencetak hingga 34 poin, terbesar dalam satu kuarter di laga tersebut. Namun, tambahan angka itu tidak cukup untuk mengejar Arab Saudi.

”Kami menilai hasil ini sebagai kegagalan,” ujar Singleton.

Pebasket timnas basket Indonesia Derrick Michael Xzavierro merayakan tembakannya yang masuk ke keranjang Filipina dalam pertandingan semifinal SEA Games Thailand 2025 di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Kamis (18/12/2025). Derrick menyumbang 22 poin, tetpai Indonesia kalah dari Filipina 68-71. (KOMPAS/KELVIN HIANUSA)

Menurut Singleton, tim sebenarnya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu bersama, terutama untuk menyiapkan diri demi Asian Games. Kebangkitan baru bisa ditunjukkan di laga ketiga meskipun itu belum cukup.

Singleton pun menyerukan evaluasi total atas kegagalan tersebut. Apalagi, kata Singleton, federasi menaruh harapan besar untuk penampilan yang lebih baik.

”Kami harus mengevaluasi segalanya. Federasi memiliki harapan agar kami meraih kemenangan dan tampil lebih baik. Oleh karena itu, mulai dari pelatih, pemain, staf pendukung, hingga aspek organisasi dan penjadwalan, semuanya akan dievaluasi dan diperbaiki,” katanya lagi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji