Melintas di jalur ”contraflow” perlu kehati-hatian agar pemudik terhindar dari risiko kecelakaan.
27 Mar 2025 08:01 WIB · Gaya Hidup
Rekayasa lalu lintas berupa contraflow atau lawan arus menjadi salah satu skenario yang disiapkan kepolisian untuk mengurai kepadatan saat puncak arus mudik Lebaran 2025. Menurut rencana, contraflow akan dilaksanakan mulai Kamis (27/3/2025) hingga Sabtu (29/3/2025) dari Kilometer 40 hingga Kilometer 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/18/2961334c-4cb4-4d6b-931b-0be2ecabec21_jpeg.jpeg)
Sesuai namanya, contraflow adalah rekayasa lalu lintas dengan cara menambah lajur arus kendaraan di sisi jalur kendaraan dari arah yang berlawanan. Pengemudi yang melintasi contraflow butuh kehati-hatian ekstra. Sebab, pemudik harus berbagi lajur dengan kendaraan lain di satu jalur yang sama. Apalagi, pembatas kendaraan di kedua arah bahkan biasanya hanya berupa cone pembatas jalan.
Potensi kecelakaan saat contraflow pun cukup tinggi. Saat arus mudik Lebaran 2024, terjadi kecelakaan di jalur contraflow di Kilometer 58 Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan 12 orang pada 8 April 2024. Lalu, bagaimana tips aman melintas di contraflow agar tak terjadi kecelakaan?
Dikutip dari laman Instagram Korlantas Polri @korlantasporli.ntmc, ada beberapa tips aman saat berkendara di jalur contraflow. Pertama, pengendara harus memastikan bahan bakar sebelum masuk ke jalur contraflow. Sebab, pengemudi tidak dapat berpindah jalur, terutama di sisi kanan untuk berhenti di rest area atau tempat istirahat.
Selama menggunakan jalur ’contraflow’, pengemudi tidak bisa menepi dan beristirahat di ’rest area’ karena menggunakan jalur berlawanan arah.
Jika kendaraan mengalami kerusakan, berhenti di lajur paling kiri. Segera pasang tanda bahaya seperti lampu hazard dan segitiga pengaman. Segera hubungi petugas di tol dan jangan coba memperbaiki kerusakan sendiri di tengah jalan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/26/2db3e52a-f69d-4b17-a851-36d1bf22468f_jpg.jpg)
Ketiga, pengendara harus mengikuti batas kecepatan yang ditetapkan. Biasanya, kecepatan maksimal kendaraan di jalur contraflow sedikit lebih rendah dibandingkan kendaraan di jalur awal.
Pengemudi juga harus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk menghindari tabrakan. Menjaga jarak aman dapat membuat pemudik mengantisipasi segala kemungkinan, salah satunya pengereman mendadak yang sering kali mengakibatkan kecelakaan di tol.
Sementara Toyota Astra melalui laman resminya menyebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemudik ketika melintas di jalur contraflow. Pertama, pemudik harus mengetahui jadwal dan lokasi contraflow. Sebelum lajur lawan-arah biasanya ada rambu-rambu yang dipasang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/25/d36d1438-19e8-479f-bb55-40c1e4be171a_jpg.jpg)
Ketika sudah mengetahui titik dan lokasi jalur contraflow, pemudik perlu mempersiapkan kendaraan di lajur kanan. Bersiaplah sekitar empat km sebelum pintu masuk jalur contraflow agar tidak terlewat sehingga melakukan manuver mendadak yang berbahaya.
Misalnya, jalur contraflow berada di Km 40, maka pengemudi harus bersiap mengambil lajur kanan saat berada di Km 36. Dengan demikian, arus lalu lintas kendaraan lain tidak akan terganggu dan tidak memicu kecelakaan.
Pengemudi juga harus fokus dan waspada saat berada di jalur contraflow. Pastikan selalu melihat ke arah depan, sisi kanan dan kiri lewat spion, dan sesekali melihat ke arah belakang.
Selain itu, pastikan pemudik dalam kondisi prima dan tidak mengantuk agar lebih waspada saat hendak memasuki jalur contraflow. Selama menggunakan jalur contraflow, pengemudi tidak bisa menepi dan beristirahat di rest area karena menggunakan jalur berlawanan arah.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Iqbal BasyariPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari