Prajurit TNI AL yang terlibat kini diperiksa di Puspomal. Menurut rencana, hasil penyelidikan baru bisa diumumkan Minggu atau Senin.
04 Jan 2025 13:37 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — TNI AL telah menangkap dan memintai keterangan prajurit yang diduga terlibat penembakan pemilik rental mobil, Ilyas Abdurrahman (48), di Rest Area Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak. Menurut rencana, hasil penyelidikan akan diumumkan pada satu-dua hari ke depan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berjanji menindak tegas setiap prajurit yang terbukti terlibat kejahatan.
Seorang anggota TNI itu ditangkap Polisi Militer dan ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) pada Jumat (3/1/2025). Namun, hingga Sabtu (4/1/2025) belum ada keterangan mengenai identitas prajurit, kronologi kejadian, dan motif penembakan.
Komandan Puspomal Laksamana Muda Samista menjelaskan, baik terduga pelaku maupun indikasi keterlibatan prajurit TNI AL masih dalam proses penyelidikan. Artinya, Puspomal masih mencari bukti dan kebenaran sebelum ada penangkapan resmi.
”Ini masih kami lidik, kami masih lidik ya. Masih dilidik, kami masih mencari-cari kebenaran. Itu nanti kalau, misalnya, sudah ketemu pas, kami kan menangkap orang itu, kan harus alat buktinya lengkap dong. Harus minimal dua buktilah,” terangnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/02/7d99f02b-4113-4b27-8a01-671a462b2311_jpg.jpg)
Samista mengungkapkan, dalam penyelidikan itu, TNI AL berkoordinasi dengan kepolisian. Ia menargetkan hasil penyelidikan Puspomal sudah bisa diumumkan kepada publik pada Minggu (5/1/2025) atau Senin (6/1/2025).
Namun, pada Sabtu siang beredar informasi bahwa hasil penyelidikan terhadap prajurit TNI yang diduga terlibat dalam penembakan bos rental di Rest Area Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak akan diumumkan pada Senin nanti.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga mengakui adanya prajurit TNI AL yang terlibat penembakan pemilik rental mobil, Ilyas Abdurrahman atau IA (48), di Rest Area Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak. Ia berjanji menindak tegas setiap prajurit yang terbukti terlibat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/18/5efd51c0-4b07-4466-ab85-e65d2a723131_jpg.jpg)
”Betul sudah diamankan dan akan segera diproses lebih lanjut. Apabila terbukti bersalah, akan di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Agus lewat pesan singkat, Jumat.
Sejauh ini, polisi telah mengantongi identitas empat penembak pemilik rental mobil di Rest Area Km 45 Tol Merak-Jakarta, Kamis (2/1/2025). Kejahatan ini mengakibatkan pemilik rental, Ilyas Abdurrahman atau IA (48), meninggal dan satu pegawainya, Ramli Abu Bakar (60) atau R, kritis.
Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Kombes Baktiar Joko Mujiono menuturkan, Ilyas tertembak di bagian dada, sedangkan Ramli di bagian bahu. Insiden bermula ketika Ilyas melacak mobil Honda Brio warna oranye yang dibawa penyewa. Upaya pelacakan dimulai dari Pandeglang. Korban melacak bersama timnya yang berjumlah tujuh orang menggunakan mobil Xpander warna putih.
Betul sudah diamankan dan akan segera diproses lebih lanjut. Apabila terbukti bersalah, akan di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku
Selain mengejar empat pelaku, polisi juga memeriksa tujuh saksi untuk memperkuat alat bukti. Ketujuh saksi yang diperiksa adalah empat warga yang berada di lokasi kejadian dan tiga anggota keluarga korban yang ikut mengejar pelaku. Kepolisian pun terus mengumpulkan bukti lain dari lokasi kejadian. Ini seperti lima selongsong peluru kaliber 9 mm merek Luger dan satu mobil Brio warna oranye.
Dalam kasus penembakan itu, polisi telah menangkap dua pelaku, yakni IM dan Ajat. Peran Ajat adalah mencari mobil sewaan untuk kemudian diserahkan kepada IM, penadah mobil rental hasil curian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Keplisian Resor (Polres) Pandeglang Inspektur Satu Alfian Yusuf, Jumat, mengungkapkan, Ajat ditangkap di rumah saudaranya yang terletak di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penembak Ilyas diduga anggota TNI yang disebut membeli mobil sewaan yang dicuri dari korban seharga Rp 40 juta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/19/8bade2d30bd8e33dd0fbdfb5ffc45816-20241219IDO_Aksi_Soal_Polisi1.jpeg)
Kepolisian juga memeriksa anggotanya akibat penolakan pendampingan terhadap kasus pencurian mobil. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cinangka Ajun Komisaris Polisi (AKP) Asep Iwan Kurniawandan mengatakan, tiga anak buahnya diperiksa oleh bagian Profesi dan Pengamanan Polres Cilegon, Banten. Pengabaian permintaan pendampingan tersebut menimbulkan penembakan yang menghilangkan nyawa Ilyas.
Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kemas Indra Natanegara mengungkapkan, pemeriksaan terhadap empat polisi itu dilakukan untuk mengklarifikasi mengenai kabar penolakan pendampingan yang disampaikan oleh keluarga korban. Dia menuturkan, Kapolsek Cinangka sudah membeberkan kronologis kejadian, mulai dari kedatangan keluarga korban hingga alasan penolakan pendampingan. Kapolsek Cinangka pun sudah mengakui bahwa pada Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 03.10, ada tujuh orang yang datang ke Markas Polsek Cinangka menggunakan mobil minibus.
Penulis:
Willy Medi Christian NababanEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .