Tonton Messi Buka Peluang Kena Razia Imigran AS

Penonton Piala Dunia Antarklub akan jadi sasaran razia imigrasi AS. Turnamen itu, antara lain, akan diikuti Lionel Messi bersama Inter Miami.

12 Jun 2025 08:54 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

LOS ANGELES, KAMIS - Imigran penggemar Lionel Messi perlu waspada. Mereka bisa terkena razia imigran di Amerika Serikat.

Pemerintah AS memperluas lokasi razia. Setelah pabrik hingga pusat bersantai, kini stadion akan jadi sasaran razia. Stadion Hard Rock di Miami, Florida, akan jadi sasaran.

Sabtu (14/6/2025), stadion itu akan menjadi lokasi pertandiangan Piala Dunia Antarklub. Inter Miami dari AS dan Al Ahly dari Mesir akan bertanding di sana. Inter Miami antara lain diperkuat mega bintang Argentina, Lionel Messi.

Para petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) akan dikerahkan ke stadion-stadion. Presiden FIFA Gianni Infantino, Rabu (11/6/2025), mengaku tidak khawatir dengan para petugas razia imigran dikerahkan ke pertandingan Piala Dunia Antarklub.

“Yang terpenting menjamin keamanan semua orang yang datang ke pertandingan. Ini prioritas kami. Kami ingin semua orang yang datang ke pertandingan melewati momen menyenangkan,” ujarnya.

Kota-kota di AS yang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun depan akan menghadapi persoalan yang sama. Los Angeles adalah salah satu dari kota yang akan menjadi tuan rumah pertandingan itu. Kini. Los Angeles tengah membara akibat razia imigran dan diikuti protes besar atas razia itu.

Kota-kota di AS harus memikirkan bagaimana caranya meyakinkan para penggemar di seluruh dunia yang khawatir dengan kebijakan imigrasi dan larangan perjalanan Trump. AS, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah bersama untuk final Piala Dunia FIFA. Di final, akan ada 48 tim dan 104 pertandingan.

Direktur Inisiatif Global di Human Rights Watch Minky Worden mengatakan, FIFA perlu bekerja sama dengan pemerintah AS. Tujuannya, memastikan hak-hak atlet, staf pendukung, penggemar, dan media dilindungi terlepas dari identitas atau pandangan mereka.

Setelah bulan lalu bertemu Trump, Infantino yakin seluruh dunia akan diterima untuk Piala Dunia Antarklub yang akan berlangsung 14 Juni hingga 13 Juli 2025 dan Piala Dunia 2026.

Hanya saja, upaya untuk meyakinkan para penggemar internasional akan menjadi rumit. Sebab, larangan perjalanan Trump yang mulai berlaku, Senin lalu.

Apalagi Trump akan menindak tegas “teroris asing”. Dari 12 negara yang menghadapi larangan perjalanan, Iran adalah satu-satunya yang sejauh ini lolos ke Piala Dunia 2026. Iran menilai larangan perjalanan itu menunjukkan permusuhan AS yang mendalam terhadap warga Iran dan Muslim.

infografik AFP Unjuk Rasa Menentang Kebijakan Imigrasi di Los Angeles, AS

Lanjutan razia

Sementara itu, para pemimpin Partai Demokrat AS menyuarakan kekhawatiran atas krisis nasional ketika Trump mengerahkan Marinir AS ke Los Angeles untuk menangani para pengunjukrasa antideportasi. Aparat kepolisian menahan sekitar 20 orang, mayoritas karena melanggar jam malam, pada malam pertama pembatasan di pusat kota Los Angeles.

Polisi juga menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan ratusan pengunjukrasa antideportasi. Jam malam di Los Angeles diberlakukan untuk menghentikan vandalisme dan penjarahan yang terjadi selama lima hari.

Protes juga menyebar ke kota-kota lain, termasuk Dallas dan Austin di Texas serta Chicago dan New York. “Kalau razia imigran terus berlanjut, jika masih ada tentara yang berbaris di wilayah kita, saya kira jam malam akan tetap dilanjutkan,” kata Wali Kota Los Angeles Karen Bass.

Puluhan wali kota dari seluruh wilayah Los Angeles menuntut agar Trump menghentikan razia imigran yang menyebarkan ketakutan dan memicu protes di seluruh AS. Mereka juga meminta Trump menarik penggunaan pasukan Garda Nasional dan Marinir selama razia.

Mereka yang terperangkap dalam razia imigran termasuk para pencari suaka, orang-orang yang melebihi masa berlaku visa. Petugas juga menangkap imigran yang menunggu hari persidangan mereka di pengadilan imigrasi.

Militer kini semakin dekat untuk terlibat dalam tindakan penegakan hukum seperti deportasi, seperti yang dijanjikan Trump dalam tindakan kerasnya. Garda Nasional berwenang untuk menahan sementara orang yang menyerang petugas. Akan tetapi, penangkapan apa pun harus dilakukan oleh penegak hukum.

LOS ANGELES, CALIFORNIA - JUNE 11: A man waves an upside down American flag in front of National Guardsmen standing outside of the Metropolitan Detention Center ahead of protests against immigration raids on June 11, 2025 in Los Angeles, California. Tensions in the city remain high after the Trump administration called in the National Guard against the wishes of city leaders. Jim Vondruska/Getty Images/AFP (Photo by Jim Vondruska / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Biaya pengamanan Rp 2,2 triliun

Menurut situs DefenseNews.com, pengerahan sekitar 5.000 pasukan Garda Nasional dan Marinir ke Los Angeles menelan biaya sekitar 134 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun. Mereka akan dikerahkan selama 60 hari.

Menurut penjabat pengawas keuangan Departemen Pertahanan AS Bryn MacDonnell dalam sidang Subkomite Alokasi Anggaran DPR tentang Pertahanan, Selasa (10/6/2025), pendanaan tersebut akan berasal dari anggaran operasional dan pemeliharaan Dephan dan mencakup biaya perjalanan, akomodasi, makanan, dan biaya insidential lainnya.

Dephan AS telah menyetujui 4.000 pasukan Garda Nasional dan 700 Marinir ditugaskan ke Los Angeles. Mereka bertugas melindungi pejabat imigrasi federal dan properti dari para pengunjukrasa antideportasi.

Partai Demokrat keberatan dengan pengerahan pasukan Garda Nasional dan Marinir itu. Menurut Demokrat, tidak ada dasar hukum kuat untuk pengerahan itu.

LOS ANGELES, CALIFORNIA - JUNE 11: Law enforcement officers stand guard outside of the Municipal Detention Center ahead of protests against immigration raids on June 11, 2025 in Los Angeles, California. Tensions in the city remain high after the Trump administration called in the National Guard against the wishes of city leaders. Jim Vondruska/Getty Images/AFP (Photo by Jim Vondruska / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Langkah itu bisa dilakukan hanya jika presiden menerapkan Undang-Undang Pemberontakan. Para ahli dan mantan pejabat Dephan AS menilai pengerahan pasukan itu secara teknis sah. Menhan AS Pete Hegseth menegaskan Trump punya wewenang untuk memerintahkan pengerahan itu.

Namun, pengerahan itu dapat menempatkan militer dalam posisi yang tidak nyaman. Sebab, pengerahan bersinggungan dengan penegakan hukum domestik dan politik partisan.

Scott Sherman, komandan Satgas 51 yang bertanggungjawab atas 4.000 tentara Garda Nasional dan 700 Marinir yang dikerahkan ke Los Angeles, mengatakan sejauh ini sekitar 500 tentara Garda Nasional sudah dilatih untuk mendampingi personel federal yang menjalankan razia imigrasi. Semua pasukan Garda Nasional dan Marinir menjalani pelatihan selama beberapa hari tentang kerusuhan sipil dan pengendalian massa.

Contohnya, jika tentara Garda Nasional melihat seseorang mencoba menyerang warga sipil atau aparat penegak hukum, mereka diizinkan untuk menangkap lalu menyerahkannya ke aparat penegak hukum. Pelatihan akan terus dilakukan karena dikhawatirkan gelombang protes antideportasi akan meningkat.

Members of the National Guard conduct exercises after being deployed to the Los Angeles protests Wednesday, June 11, 2025, in Los Alamitos, Calif. (AP Photo/Jae C. Hong)

Sampai sejauh ini sudah ada 2.000 tentara Garda Nasional yang melindungi fasilitas atau personel federal atau siap untuk dipindah. Marinir juga akan menyelesaikan pelatihan mereka dan diharapkan ditugaskan ke jalan-jalan di Los Angeles paling cepat, Kamis malam.

Berdasarkan pedoman bela diri rutin, tentara Garda Nasional dan Marinir dapat melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri atau nyawa orang lain. Tentara aktif yang dikerahkan di sepanjang perbatasan juga dapat menahan orang.

Namun, penangkapan hanya boleh dilakukan terhadap penerabas daerah yang ditetapkan sebagai kawasan terlarang atau kawasan pertahanan nasional. Secara teknis, wilayah tersebut menjadi bagian dari pangkalan Angkatan Darat AS sehingga tentara diizinkan menahan orang yang memasuki wilayah pangkalan.

(Reuters/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .