Tottenham Hotspur Terpikat Efisiensi Thomas Frank

Bukan tanpa alasan Spurs begitu menginginkan Frank hingga rela mendepak Ange Postecoglou yang memberi klub kesuksesan besar. Efisiensi Frank menyilaukan mata Spurs.

13 Jun 2025 10:27 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Tidak lama setelah memecat Ange Postecoglou, petinggi Tottenham Hotspur mengumumkan Thomas Frank sebagai suksesor. Mantan manajer Brentford itu disinyalir telah lama menjadi target incaran Spurs. Setidaknya ada dua alasan utama yang mendorong Spurs menjatuhkan pilihan pada Frank, salah satunya, terkait dengan efisiensi pada bursa transfer pemain.

Dalam pernyataan resmi di laman Spurs, Frank dinilai memiliki pengalaman luas di kancah persepak-bolaan Inggris. Manajer asal Denmark itu bergabung dengan Brentford pada 2016 sebagai asisten manajer. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya sebagai manajer. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu manajer terlama di Inggris.

Kontrak Frank bersama Brentford masih tersisa hingga Juni 2027. Oleh sebab itu, Spurs harus mengeluarkan biaya tidak kurang dari 12 juta euro (sekitar Rp 225 miliar) untuk merekrut Frank.

“Selama waktunya di Brentford, ia mengubah klub, mengangkat mereka dari Championship menjadi tim Liga Inggris yang mapan dan secara konsisten dan signifikan melampaui ekspektasi untuk jangka waktu yang lama,” demikian keterangan Spurs, Jumat (13/6/2025) dini hari WIB.

Demi mendatangkan Frank, Spurs rela mengakhiri kerja sama dengan Ange Postecoglou yang sukses mempersembahkan trofi Liga Europa. Pencapaian tersebut mengakhiri dahaga 17 tahun Spurs terhadap trofi. Banyak yang mengecam cara Spurs memperlakukan Postecoglou, tetapi pesona Frank terlalu menarik untuk dilewatkan.

Manajer Brentford Thomas Frank bertepuk tangan setelah berakhirnya pertandingan Liga Inggris antara Brentford dan MU di Stadion Gtech Community, London, pada Minggu (31/3/2024) dini hari WIB. ***Brentford's head coach Thomas Frank applauds the fans after the end of the Premier League soccer match between Brentford and Manchester United at the Gtech Community Stadium in London, Saturday, March 30, 2024. The game ended 1-1. (AP Photo/Ian Walton)

Di bawah arahan Postecoglou, Spurs memang berjaya di Eropa. Akan tetapi, “Si Lili Putih” merana di Liga Inggris. Mengakhiri musim di peringkat 17, satu level di atas zona degradasi, bukan sesuatu yang bisa diterima petinggi klub. Itulah posisi terendah Spurs sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Posisi terendah Spurs sebelumnya adalah finis di peringkat 15 pada musim 1993-1994.

Perekrutan Frank bisa dibaca sebagai keinginan petinggi Spurs untuk tampil lebih solid di Liga Inggris. Frank merupakan salah satu manajer tersukses di Liga Inggris, mengacu pada perolehan poin yang dimenangkan sejak 2021.

Jajaran lima besar

Berdasarkan data Transermarkt, Frank masuk jajaran lima besar manajer dengan poin kemenangan tertinggi, yakni 200 poin. Ia berada di bawah Pep Guardiola yang mengoleksi 344 poin, Mikel Arteta (316 poin), Juergen Klopp (241 poin), dan Eddie Howe (241 poin).

Quote

Ia (Frank) memiliki rekam jejak yang terbukti dalam pengembangan pemain dan skuad dan kami berharap ia memimpin tim saat kami mempersiapkan diri untuk musim mendatang.

Pencapaian Frank terkesan biasa-biasa saja. Tetapi, perlu diingat, Frank mampu menyejajarkan diri dengan para manajer yang dibekali kekuatan finansial mumpuni. Sejak menjadi Manajer Brentford pada 2018, Frank hanya membelanjakan total 112 juta euro untuk merekrut pemain. Jumlah itu menempatkan Brentford di posisi ke-19 dari 20 klub dari sisi belanja pemain.

Pengeluaran Brentford lebih sedikit daripada Ipswich Town (115 juta euro), Sheffield United (117 juta euro), dan Southampton (143 juta euro), tetapi jauh lebih sukses di lapangan. Indikasi kesuksesannya jelas, yaitu Brentford mampu finis di posisi yang jauh lebih baik dibandingkan ketiga klub tersebut musim ini. Di saat Brentford nyaris menembus zona Eropa usai mengakhiri musim di peringkat ke-10, Ipswich dan Southampton justru harus merasakan pahitnya terdegradasi.

Tottenham's head coach Ange Postecoglou celebrates after the Europa League final soccer match between Tottenham Hotspur and Manchester United at the San Mamés Stadium in Bilbao, Spain, Wednesday, May 21, 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Efisiensi pada bursa transfer tidak dimungkiri menjadi salah satu faktor penarik minat Spurs terhadap Frank. Dengan skuad yang “ala kadarnya”, ia membentuk tim yang solid dan mampu bersaing dengan klub-klub yang menghabiskan uang lebih banyak pada bursa transfer. Kelebihan Frank yang patut dihargai adalah ia mampu mengeluarkan potensi para pemainnya.

Dengan anggaran yang lebih minim saja ia mampu bersaing dengan klub kaya, bisa dibayangkan bagaimana jadinya Frank membawa Spurs yang secara finansial lebih kuat dibandingkan Brentford. Kelebihan inilah yang diincar petinggi Spurs dalam keputusan mendatangkan Frank.

Memaksimalkan pemain muda

Selain sangat efisien, kelebihan lain dari Frank adalah kemampuannya memaksimalkan para pemain muda. Salah satu cara mengukur pencapaian ini adalah dengan melihat sejauh mana nilai pasar para pemain Brentford meningkat di bawah arahan Frank. Brentford masuk empat besar klub dengan total nilai gabungan pemain yang meningkat signifikan. Peningkatan nilai pasar pemain dihitung semenjak mereka bergabung dengan klub hingga sekarang.

Total peningkatan nilai pemain Brentford mencapai 136 juta euro atau 33 persen. Brentford berada di bawah Crystal Palace yang mampu meningkatkan nilai pasar pemain hingga 43 persen. Di posisi kedua ada Aston Villa (38 persen). Kemudian, Ipswich menempati peringkat empat (36 persen). Arsenal dan Brentford berada pada peringkat keempat dengan sama-sama mencatatkan persentase nilai peningkatan harga pasar pemain sebesar 33 persen.

Pemain dengan peningkatan nilai pasar paling signifikan di Brentford adalah Bryan Mbeumo. Harga penyerang 25 tahun tersebut tercatat sudah meningkat sebesar 51,5 juta euro. Saat bergabung dengan Brentford pada 2019, nilai pasar Mbeumo hanya sebesar 3,5 juta euro.

Reaksi pelatih Brentford Thomas Frank (kanan) saat bicara dengan pemain Brentford Christian Norgaard pada akhir laga saat melawan Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (21/2/2024) dini hari WIB. City menang 1-0 pada laga itu.

“Ia (Frank) memiliki rekam jejak yang terbukti dalam pengembangan pemain dan skuad dan kami berharap ia memimpin tim saat kami mempersiapkan diri untuk musim mendatang,” tulis Spurs dalam pengumumannya.

Kelebihan Frank dalam memoles pemain sejalan dengan visi transfer Spurs belakangan ini. Kebijakan transfer Spurs telah berubah sejak Johan Lange ditunjuk sebagai Direktur Olahraga pada November 2023. Spurs saat ini lebih fokus pada perekrutan pemain di bawah usia 23 tahun, termasuk Archie Gray, Lucas Bergvall, dan Wilson Odobert.

Melihat dua kelebihan Frank yang berpotensi membawa Spurs kembali bertaji di Inggris, kebijakan tidak populer dengan memecat Postecoglou rasa-rasanya cukup sepadan.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .