Inferiroritas Manchester City dari Spurs terhenti berkat keputusan Guardiola memainkan kuartet penyerang. Modal City meraih hasil positif hingga akhir musim.
27 Feb 2025 08:52 WIB · Olahraga
LONDON, KAMIS — Melewati dua laga dengan hasil buruk, cahaya kebangkitan pada akhirnya menyapa Manchester City seiring kemenangan berharga, 1-0, atas Tottenham Hotspur, Kamis (27/2/2025) dini hari WIB. Spurs kini bukan lagi momok untuk “The Citizens”. Kebangkitan itu salah satunya berkat keputusan manajer Pep Guardiola yang memainkan langsung kombinasi empat penyerangnya.
Memainkan formasi klasik 4-2-3-1, Guardiola langsung menurunkan Erling Haaland, Omar Marmoush, Savinho, dan Jeremy Doku yang bertipikal menyerang. Ini adalah pertama kalinya keempat pemain tersebut turun bersamaan, bahkan menjadi pemain mula. Guardiola, yang mengincar gol cepat, memang amat membutuhkan kemenangan untuk menyudahi tren buruk City yang menelan dua kekalahan beruntun sebelumnya.
Usai tampil menggebrak dengan membekap Newcastle United, 4-0, performa City mendadak merosot. Mereka takluk 1-3 dari Real Madrid pada babak playoff babak 16 besar Liga Champions Eropa. Setelah itu, City kembali menelan hasil buruk saat kalah 0-2 dari pemuncak klasemen Liga Inggris, Liverpool.
Kuartet penyerang itu mampu memenuhi harapan Guardiola. City sudah unggul saat laga baru berjalan 12 menit. Haaland membawa City unggul lebih dulu setelah memaksimalkan umpan silang dari Doku.
Kuartet penyerang City tampil sangat cair dan berganti posisi dengan sangat baik di lini depan. Saat menyerang, Doku dan Savinho memberikan ancaman konsisten dari sisi sayap. Sedangkan Haaland dan Marmoush senantiasa membuat lini belakang Spurs waspada mengantisipasi serangan dari area tengah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/fe2cf9ac37665b3a94e100340a3d94bc-Britain_Soccer_Premier_League_4_.jpeg)
“Dia (Doku) adalah ancaman bagi lini belakang lawan. Dia sangat bagus di area sepertiga akhir lapangan, mencetak asis pada babak pertama. Dalam sepak bola, ketika satu pemain menggiring bola menghadapi pemain lainnya, maka mereka akan membuka ruang,” kata Guardiola usai laga yang berlangsung di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris.
Dengan memainkan Haaland, Doku, Savinho, dan Marmoush, serangan City jauh lebih hidup dibandingkan saat kalah dari Real dan Liverpool. Secara penguasaan bola, City memang tidak lagi dominan sebagaimana biasanya. Namun, City lebih unggul dari segi penciptaan peluang, terutama pada babak pertama.
Kuartet penyerang City total mengkreasikan empat peluang emas. Akan tetapi tiga di antaranya terbuang percuma. Mayoritas dari peluang City tercipta berkat kombinasi antarpemain di sektor sayap. Meski kalah jumlah di dalam kotak penalti, para pemain City tetap bisa memenangkan duel perebutan bola. Kesigapan kiper Spurs, Guglielmo Vicario, turut berperan menggagalkan sederet peluang City.
Selain kuat ketika menyerang, kuartet penyerang City juga piawai dalam membantu pertahanan. Ketika Spurs mencoba membangun serangan, Doku akan turun ke lini tengah untuk membantu Mateo Kovacic dan Matheus Nunes yang berperan sebagai inverted winger. Adapun Haaland, Marmoush, dan Savinho akan berusaha menekan pemain Spurs yang sedang mencoba membangun serangan dari belakang.
Hanya saja, upaya menekan dari Haaland, Marmoush, dan Savinho agak lunak sehingga para pemain Spurs masih sanggup menembus pertahanan City. Statistik menunjukkan angka passes per defensive action City sejumlah 10,4; lebih besar dari Spurs (8,3). Itu mengindikasikan para pemain City gagal mencegah para pemain Spurs leluasa mengoper bola. Kecenderungan itu terjadi terutama pada babak kedua, di mana Spurs mampu berbalik menekan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/dfa77bb98baa08070670e222c8ecf6bb-wires_photo_45_.jpg)
Masuknya Son Heung-min, Dejan Kulusevski, dan Djed Spence pada babak kedua turut meningkatkan daya serang Spurs. Pergerakan serta kreativitas umpan Kulusevski membuat lini belakang City selalu waspada.
“Di babak pertama kami terlalu bersemangat untuk mencoba menyakiti City dan kami harus membayar untuk itu. Jadi ada beberapa pelajaran bagi kami, tetapi lihat, mengecewakan untuk kalah, kecewa untuk kalah, tetapi setidaknya performa tampak lebih seperti yang kami inginkan,” kata Manajer Spurs Ange Postecoglou dilansir dari laman klub.
Haaland tampil sangat agresif pada laga ini meski baru pulih dari cedera. Selain mencetak gol pada babak pertama, ia juga sempat membawa City memperlebar keunggulan di pengujung laga.
Namun, gol itu pada akhirnya dianulir karena ia wasit menilai bola lebih dulu mengenai tangan Haaland. Keputusan itu mengundang kontroversi lantaran dalam tayangan ulang, tangan Haaland nyaris tidak mengenai bola.
“Saya pikir itu keputusan yang salah. Itu lebih seperti penalti, tetapi karena dia memberikan keputusan di lapangan, saya pikir itu sebabnya dia menerima keputusan itu. Tapi saya tidak pernah berpikir gol harus dianulir,” ujar Haaland.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/b524355070aa65d49b348323c72bd2a2-Britain_Soccer_Premier_League_1_.jpeg)
Walau sedikit kecewa karena golnya tidak disahkan, Haaland masih bisa tersenyum karena tetap menjadi pahlawan kemenangan City. Kemenangan atas Spurs sangat berharga kembali mengangkat moral para pemain City yang runtuh setelah dua kali kalah secara beruntun.
Tambahan tiga poin pun mengokohkan posisi City pada peringkat keempat dengan koleksi 47 poin. Pada laga berikutnya, City akan ditantang tim Divisi Championships, Plymouth Agyle, pada babak kelima Piala FA.
Walau berada di jurang degradasi Divisi Championships, City tidak sepantasnya memandang remeh Plymouth. Mereka menunjukkan keajaibannya usai mengalahkan Liverpool pada babak keempat Piala FA. Akan tetapi, Guardiola dengan formula kuarter penyerangnya barangkali tidak perlu waspada berlebihan terhadap Plymouth.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko Prihananto