RAMADHAN

Tradisi Buka Puasa di Perbatasan Iran-Irak

Potret buka puasa bersama suku Kurdi di perbatasan Iran-Irak.

20 Mar 2026 08:10 WIB · Internasional

AP

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Mengenakan pakaian tradisional, Parzhin Jasem, seorang perempuan muda, tersenyum anggun kepada kerabatnya saat tiba di sebuah rumah yang menjadi lokasi iftar di Desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026). Di tempat itu, belasan keluarga yang lain berkumpul dengan tujuan yang sama, iftar, atau makan malam bersama mengakhiri puasa harian selama bulan Ramadhan.

Tradisi ini telah lama dilakukan oleh keluarga-keluarga Kurdi yang tinggal di kaki pegunungan di sepanjang perbatasan Irak dengan Iran. Beberapa keluarga menetapkan tanggal tertentu buka puasa bersama, sekaligus menjadikannya momen untuk bertemu dan bersilaturahmi antarkerabat. 

Seperti yang terjadi hari itu di Desa Gulp, Irak. Para kerabat akan berkumpul di tempat yang disepakati. Mereka akan mengenakan busana tradisional lengkap dengan manik-manik hiasan di kepala dan baju. 

<p>Para perempuan yang ikut serta dalam pertemuan sebuah keluarga untuk berbuka puasa bersama di Desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026). (AP/LEO COREA)</p><p>Para gembala membawa serta  kawanan domba mereka untuk berbuka puasa bersama. (AP/LEO CORREA)</p><p>Keakraban antar keluarga dalam buka puasa di desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026). (AP/LEO CORREA)</p>

Para perempuan yang ikut serta dalam pertemuan sebuah keluarga untuk berbuka puasa bersama di Desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026). (AP/LEO COREA)

Para gembala membawa serta kawanan domba mereka untuk berbuka puasa bersama. (AP/LEO CORREA)

Keakraban antar keluarga dalam buka puasa di desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026). (AP/LEO CORREA)

Laki-laki dewasa yang biasanya menggembalakan dombanya jauh dari rumah, hari itu akan pulang dengan hewan gembalanya. Ini adalah momen yang banyak dinanti, terutama anak-anak yang berharap mendapat banyak permen dan makanan manis lainnya.

Di banyak kota di Irak dan Iran, buka puasa bersama biasanya ramai akan kemeriahan pasar malam dan kembang api. Namun, di desa di sekitar perbatasan Iran dan Irak ini, mereka merayakan dengan banyak hal yang lebih sederhana.

Anak-anak bermain dengan hewan peliharaan mereka seperti domba dan kelinci. Perempuan dewasa akan terlibat dalam kebersamaan menyiapkan makanan dan laki-laki dewasa akan berkumpul dalam obrolan lengkap dengan minuman hangat di depannya.

Seorang anak perempuan memegang kelincinya saat dia mengambil bagian dalam pertemuan keluarga untuk berbuka puasa dengan makanan iftar selama bulan suci Ramadhan di Desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026).
Seorang anak laki-laki berlari melewati kawanan domba di Desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026).
Kebersamaan keluarga-keluarga sambil menunggu buka puasa.
Para perempuan yang mengenakan pakaian tradisional menyiapkan makanan iftar saat mereka mengambil bagian dalam pertemuan keluarga selama bulan suci Ramadhan di Desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026).
Para perempuan menyiapkan makanan Iftar saat mereka mengambil bagian dalam pertemuan keluarga selama bulan suci Ramadhan Muslim di desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026).
Mengenakan pakaian tradisional, Parzhin Jasem, berpose untuk foto di samping domba milik pamannya dalam pertemuan keluarga untuk berbuka puasa dengan makanan Iftar selama bulan suci Muslim Ramadhan di desa Gulp, Irak, Selasa (17/3/2026).

Sayangnya kehangatan pertemuan itu sedikit terganggu dengan pecahnya perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran. Beberapa keluarga kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya yang tinggal berjauhan. Ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mereka.

Nyan Fayaq, seorang warga Gulp, mengkhawatirkan kerabatnya di kota Saqqez, Iran, yang mayoritas penduduknya Kurdi. Ia tidak dapat menghubungi mereka selama sebulan terakhir. Beberapa keluarga yang lain berusaha meyakinkan Fayaq bahwa kerabatnya dalam kondisi baik.

<p>Mengenakan pakaian tradisional.</p><p>(AP/LEO CORREA)</p><p>Parzhin Jasem (24) berpose untuk foto.</p><p>(AP/LEO CORREA)</p><p>Bersama anggota keluarga.</p><p>(AP/LEO CORREA)</p><p>Penuh Keakraban.</p><p>(AP/LEO CORREA)</p>

Mengenakan pakaian tradisional.

(AP/LEO CORREA)

Parzhin Jasem (24) berpose untuk foto.

(AP/LEO CORREA)

Bersama anggota keluarga.

(AP/LEO CORREA)

Penuh Keakraban.

(AP/LEO CORREA)

Suara riang anak-anak yang berlarian membuat situasi menjadi ramai dan penuh gelak tawa. Tradisi berbuka puasa di Irak yang kental dengan suasana keakraban dan kekeluargaan sedikit melupakan kekhawatiran akan dampak perang.  (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto