Meski demikian, rencana perluasan jaringan Transjabodetabek masih menemui hambatan. Salah satunya yang terkait perluasan rute hingga Kota Wisata, Cibubur.
21 Apr 2025 17:15 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Rute Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Alam Sutera akan diluncurkan pada 24 April 2025. Kebijakan ini merupakan bagian upaya untuk memperluas jaringan transportasi umum di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Untuk rute lainnya, masih menunggu kesiapan daerah terkait.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada empat rute Transjabodetabek yang akan diluncurkan secara bertahap.
”Kami akan meluncurkan Transjabodetabek rute Blok M-Alam Sutera terlebih dahulu pada 24 April 2025 karena rute ini paling siap. Rencana peluncuran lainnya akan mengikuti sesuai dengan kesiapan setiap rute,” ujar Syafrin, Senin (21/4/2025).
Sebelum peluncuran resmi, Dinas Perhubungan Jakarta telah melakukan uji coba untuk rute Blok M-Alam Sutera pada Selasa (15/4/2025). Rute ini diperkirakan akan memakan waktu perjalanan selama 1,5 jam.
Rute baru ini akan menghubungkan wilayah Jakarta dengan kota-kota penyangga seperti Tangerang, yang selama ini memiliki akses terbatas ke Jakarta.
Adapun empat rute Transjabodetabek yang rencananya diluncurkan secara bertahap meliputi Blok M-Alam Sutera, Via Bekasi-Cawang, Kota Wisata-Cawang, dan Binong-Grogol. Meski demikian, ketiga rute lainnya akan diluncurkan pada tahun ini.
Menurut Syafrin, kehadiran rute Transjabodetabek baru ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Dengan memperbanyak jalur transportasi publik, diharapkan lebih banyak warga beralih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/956453c6-7dca-4579-9e4e-1867939b46f8_jpg.jpg)
Syafrin juga mengungkapkan bahwa tarif untuk layanan Transjabodetabek ini akan segera diumumkan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelang peluncuran pada 24 April 2025.
”Untuk tarif, nanti Pak Gubernur yang akan mengumumkan,” ujarnya.
Sebelumnya, ada dua opsi tarif yang dipertimbangkan, yaitu tarif layanan BRT sekitar Rp 3.500 atau tarif layanan Royaltrans yang berkisar Rp 20.000 hingga Rp 35.000.
Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang Dinas Perhubungan Kota Tangsel Galang Andika mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, akan ada 18 armada yang beroperasi di rute Transjabodetabek ini.
Bus yang digunakan di rute tersebut akan berjenis highdeck dengan kapasitas setiap armada dapat menampung hingga 24 penumpang. Galang berharap, dengan hadirnya rute baru ini, masalah kemacetan di Kota Tangerang Selatan dapat sedikit teratasi.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan pengguna, Dishub Tangsel berencana menyediakan feeder yang menghubungkan area perumahan dan pusat-pusat bisnis di Tangsel dengan halte-halte Transjakarta. Hal ini diharapkan dapat memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat yang tinggal di kawasan yang lebih jauh dari stasiun atau halte utama.
”Rute ini tentu akan menjadi alternatif baru bagi masyarakat. Nantinya, dishub juga akan menyediakan feeder untuk mendukung kelancaran transportasi sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan,” ujarnya.
Galang juga menekankan bahwa Transjakarta Blok M-Alam Sutera bukan hanya mengurangi kemacetan, melainkan juga meningkatkan mobilitas sosial dan ekonomi warga Tangsel. Dengan adanya rute ini, masyarakat di kawasan Tangsel akan lebih mudah mengakses berbagai fasilitas di Jakarta, seperti pusat bisnis, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Menurut Galang, bus Transjabodetabek rute Blok M-Alam Sutera akan digratiskan saat launching. ”Di hari launching akan digratiskan karena bertepatan dengan Hari Transportasi Nasional,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/12/16/9af81413-3d29-4ff3-ba99-7f8399978991_jpg.jpg)
Meski demikian, rencana perluasan jaringan Transjabodetabek masih menemui hambatan. Salah satunya yang terkait perluasan rute hingga ke Kota Wisata, Cibubur.
Manajemen Kota Wisata, kawasan perumahan di Cibubur, Bogor, Jawa Barat, telah mengirimkan surat atas respons terhadap rencana pembukaan rute yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Cawang, Jakarta Timur.
Pihak perumahan tersebut belum dapat menyetujui rute ini karena dinamika internal yang masih membutuhkan kajian lebih lanjut mengenai dampak keberadaan rute tersebut di kawasan mereka.
Syafrin menyayangkan penolakan tersebut. Namun, ia mengakui bahwa keputusan ini sepenuhnya kebijakan dari pihak internal pengelola kawasan. ”Kami sangat menyayangkan ini Namun, kami tidak bisa memaksakan kebijakan,” ujarnya.
Meskipun terdapat tantangan, Syafrin mengatakan, Dinas Perhubungan Jakarta akan terus bekerja keras untuk memperluas jaringan Transjabodetabek. Hal ini untuk memberikan akses transportasi publik yang lebih baik bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Perhubungan Jakarta berencana menjajaki kerja sama dengan kawasan perumahan lain yang lebih terbuka untuk memperluas jaringan Transjabodetabek.
”Kami akan terus mencari kawasan yang bisa bekerja sama dengan kami dalam menyediakan layanan transportasi terbaik untuk masyarakat,” kata Syafrin.
Selain itu, mengintegrasikan Transjabodetabek dengan moda transportasi lainnya, seperti MRT, LRT, dan KRL, juga menjadi tantangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2017/12/20/f96886ae-bb43-4e85-8260-f0a8f710c922.jpg)
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan, tarif yang paling tepat untuk rute Transjabodetabek Blok M-Alam Sutera berkisar Rp 5.000.
”Saya rasa tarif yang paling tepat memang tidak lebih dari Rp 5.000,” kata Trubus.
Dengan tarif tersebut, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi umum. Sebab, masyarakat Indonesia cenderung mencari transportasi yang lebih murah dan nyaman.
Dinas Perhubungan Jakarta berencana menjajaki kerja sama dengan kawasan perumahan lain yang lebih terbuka untuk memperluas jaringan Transjabodetabek.
Selain itu, Pramono telah menggratiskan tarif Transjakarta untuk 15 golongan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa tarif Rp 3.500, menurut Trubus, terlalu rendah mengingat jarak dan kualitas pelayanan bus jarak jauh yang ditawarkan.
”Minimal, tarif yang akan diterapkan adalah Rp 5.000 mengingat tingkat pelayanan dan fasilitas yang disediakan. Itu bisa diperhitungkan karena tarif tersebut lebih murah dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Trubus.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al HamasyEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan