Tren Sempurna Roma di Kaki Paulo Dybala

Lini serang AS Roma mulai bergantung kepada Paulo Dybala. Demi jaga puncak klasemen, ”Si Serigala” wajib jaga tren selalu menang pada laga tandang di San Siro.

01 Nov 2025 13:54 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SABTU — Musim 2025-2026 berpeluang menjadi musim penebusan bagi Paulo Dybala. Di bawah kendali Gian Piero Gasperini, ”La Joya” tidak hanya penting bagi performa tim, tetapi menghadirkan kontribusi gol bagi Roma. Ketajaman Dybala adalah kunci ”Si Serigala” mempertahankan tren sempurna di kandang AC Milan, Stadion San Siro, Senin (3/11/2025) pukul 02.45 WIB.

Roma mengoleksi dua kemenangan beruntun di Liga Italia demi menempel Napoli di pekan kesembilan. Hanya inferioritas selisih gol yang membuat Roma berada di peringkat kedua ketika sama-sama memiliki 21 poin dengan juara bertahan.

Momentum positif itu hadir berkat sudah pulihnya kondisi fisik Dybala. Ia mencetak gol tunggal kemenangan Roma atas Sassuolo, lalu pemain asal Argentina itu mengemas asis untuk membuka keunggulan Roma atas Parma.

Selain kontribusi gol dalam dua laga terakhir, Dybala sudah membuktikan peran pentingnya untuk Si Serigala sejak kembali merumput kontra Inter Milan, 19 Oktober lalu. Empat pertandingan beruntun sudah dijalani pemain bernomor punggung 21 itu sebagai pemain mula Roma.

Ekspresi pemain AS Roma Paulo Dybala saat pertandingan Liga Italia antara AS Roma dan Parma di Stadion Olympico, Roma, Italia, Rabu (29/10/2025). Roma akan bertandang ke markas AC Milan dalam lanjutan laga Liga Italia, Senin (3/11/2025) dini hari WIB.

Dalam kuartet laga itu, Dybala selalu tercatat sebagai pemain paling banyak mengkreasi peluang. La Joya sudah menghasilkan 20 kreasi peluang dalam empat pertandingan terakhir. Artinya, ia rerata menghasilkan lima peluang per laga.

Tak ketinggalan, Dybala adalah pemain menyerang Roma yang paling sering melakukan dribel sukses. Rerata empat dribel sukses per laga adalah bukti Dybala masih memiliki sentuhan magis dengan si kulit bundar di kakinya.

Statistik itu membuktikan peran Dybala sulit disaingi pemain lini serang Roma lainnya. Ia pun piawai ditempatkan di berbagai posisi di lini serang. Posisi terbaik Dybala adalah sebagai playmaker atau penyerang bayangan yang berdiri di belakang penyerang tunggal Roma. Namun, pemain berusia 31 tahun itu juga tidak canggung ketika berperan false nine.

”Saya tidak pernah meragukan Dybala adalah seorang penyerang. Keraguan saya justru kepada pemain lain. Dybala bisa bermain sebagai penyerang tengah, penyerang pendukung, terpenting jangan membuat dia terlalu melebar,” ujar Gasperini dilansir, Sabtu (1/11/2025).

Italy Soccer Serie A

Trio lini serang

Pada laga melawan Milan, Dybala berpeluang memulai pertandingan sebagai false nine. Kondisi cedera Evan Ferguson, yang dialami kontra Parma, menyebabkan pemain pinjaman dari Brighton & Hove Albion itu absen sekitar dua pekan. Di sisi lain, Gasperini kurang  memiliki kepercayaan kepada Artem Dovbyk, penyerang Roma lainnya.

Quote

Saya terus mencoba untuk meningkatkan kemampuan semua pemain. Saya berusaha untuk menemukan solusi di lini serang. Kami belum cukup efektif di area itu meskipun kami memiliki posisi bagus di klasemen.

Dybala berpeluang didampingi Matias Soule dan Neil El Aynaoui di lini serang untuk membongkar pertahanan Milan. Tugas ketiganya adalah membantu Si Serigala membawa pulang tiga poin dari San Siro. Hal itu akan membantu Roma menjaga persaingan di capolista atau puncak klasemen, juga mempertahankan rekor kemenangan 100 persen di laga tandang Liga Italia.

Gasperini mengakui dirinya masih mencari ramuan terbaik untuk permainan menyerang Roma. Meskipun sudah mengemas tujuh kemenangan di sembilan laga liga, Si Serigala belum memiliki terkaman bak tim-tim papan atas.

Roma baru mencetak 10 gol yang membuat mereka tim dengan koleksi produktivitas terendah di zona 10 besar. Bahkan, Lazio dan Udinese yang duduk di peringkat ke-11 dan ke-12 telah mencetak 11 gol.

Bagi Gasperini, peran penyerang tidak hanya untuk mencetak gol. Ia menuntut para pemain depan mampu membuka ruang di sepertiga akhir pertahanan lawan sehingga memberikan kesempatan kepada dua gelandang, yakni Bryan Cristante dan Kouadio Kone, untuk mendekati garis akhir pertahanan lawan.

Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini saat pertandingan Liga Italia antara AS Roma dan Parma di Stadion Olympico, Roma, Italia, Rabu (29/10/2025).

”Saya terus mencoba untuk meningkatkan kemampuan semua pemain. Saya berusaha untuk menemukan solusi di lini serang. Kami belum cukup efektif di area itu meskipun kami memiliki posisi bagus di klasemen,” tutur Gasperini.

Lebih lanjut, Gasperini tidak terlalu membebani anak asuhannya untuk menetap di puncak klasemen. Dengan perjalanan kompetisi yang masih panjang, tuntutan utama Gasperini untuk skuad Roma adalah menampilkan performa meningkat setiap laga.

”Hari Minggu kami akan menuju ke Milan. Jika menang, kami akan tetap di puncak. Jika tidak, kami berjuang lagi di pertandingan selanjutnya,” kata Gasperini yang berusia 67 tahun.

Andalan absen

Kendala untuk mencari solusi lini serang yang melempem juga dialami Pelatih Milan Massimiliano Allegri. Cedera dialami penyerang tengah Santiago Gimenez, lalu Christian Pulisic juga masih menepi akibat masalah hamstring.

Pemain andalan lain, Rafael Leao, sudah ikut berlatih walaupun memiliki kendala di pangkal pahanya ketika ditahan Atalanta 1-1, Rabu (29/10/2025). Allegri berpeluang mengandalkan Leao sebagai penyerang tengah menghadapi Roma. Ia bisa ditopang gelandang Ruben Loftus-Cheek atau Christopher Nkunku. Keduanya juga baru pulih dari cedera.

Italy Soccer Serie A

”Tujuan kami adalah bermain baik dalam menyerang untuk memanfaatkan peluang menjadi gol. Kami juga harus mampu menghindari kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi,” kata Allegri kepada Sky Sport Italia.

Bagi ”I Rossoneri”, tiga poin akan membantu mereka menyamakan poin milik Roma demi menjaga persaingan di papan atas. Seandainya gagal menang, Milan berpotensi didekati tim-tim yang ada di bawah mereka, seperti Como, Bologna, dan Juventus.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji