Trent Alexander-Arnold dan Makna Kesetiaan yang Cair

Dilema Trent Alexander-Arnold atas pilihan bertahan di Liverpool atau hijrah ke Real Madrid memunculkan sorotan soal kesetiaan. Namun, makna kesetiaan pun bisa cair.

03 Jan 2025 19:23 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Pemain yang hanya bermain di satu klub sepanjang kariernya bak fenomena langka. Di Liverpool, misalnya, hanya Jamie Carragher yang menyandang status tersebut dalam 55 tahun terakhir. Carragher menandai kesetiaan yang tak terputus dengan 737 penampilan sepanjang kariernya dengan seragam ”Si Merah”.

Trent Alexander-Arnold menjadi pemain Liverpool saat ini yang paling potensial untuk mewarisi status tersebut. Apalagi, selepas meraih final Liga Champions pertamanya bersama Liverpool pada 2018, Alexander-Arnold secara terang-terangan mengungkapkan keinginannya untuk meneruskan jejak Carragher.

”Bermain untuk Liverpool adalah mimpi, tujuan, dan sejujurnya saya tidak bisa melihatnya berubah. Selama mungkin saya ingin memiliki hubungan itu dengan Liverpool, menjadi pemain Liverpool,” katanya kepada Sky Sports.

”Mengatakan bahwa saya telah melakukan itu sepanjang karier saya adalah sesuatu yang saya impikan untuk bisa mengatakannya,” ujarnya.

Bagi Alexander-Arnold yang tumbuh kurang dari 3 kilometer dari bekas tempat latihan Liverpool di Melwood, impian itu terasa tidak muluk-muluk. Itu adalah impian dari seseorang yang ketika berusia enam tahun melihat para pemain Liverpool berparade melewati rumahnya selepas menciptakan ”Keajaiban di Istanbul”.

Trofi pertama yang diperoleh Trent Alexander-Arnold saat masih bermain untuk klub lokal. (INSTAGRAM/TRENTARNOLD66)

Impian untuk bertahan sepanjang karier di Liverpool itu kini berada di persimpangan jalan. Ketertarikan yang datang dari raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, bisa saja menggoyahkan impiannya sekaligus menciptakan peluang mewujudkan impian lain.

Kontrak Alexander-Arnold, sama seperti Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, akan berakhir pada Juni 2025. Artinya, mulai 1 Januari 2025, mereka telah memasuki enam bulan terakhir dari kontrak saat ini dan secara resmi dapat berbicara dengan klub asing tentang kemungkinan pindah dengan status bebas transfer di musim panas.

Selama seminggu terakhir, berbagai media melaporkan soal spekulasi kepindahan Alexander-Arnold ke Real Madrid. Beberapa media Spanyol bahkan mengklaim, pemain kelahiran Merseyside ini hampir menandatangani kontrak dengan Real Madrid.

Surat kabar Spanyol, Marca, Sabtu (28/12/2024), mengklaim, Alexander-Arnold telah memberi tahu Liverpool bahwa dia ingin bermain untuk Real Madrid. Sesama media Spanyol, AS, juga mengklaim bahwa penandatanganan kontrak sudah 90 persen selesai. AS bahkan menulis, pemain berusia 26 tahun ini sudah menempatkan satu kakinya di Real Madrid.

Liverpool's Trent Alexander-Arnold celebrates after scoring his side's opening goal during the English Premier League soccer match between Manchester City and Liverpool at Etihad stadium in Manchester, England, Saturday, Nov. 25, 2023. (AP Photo/Rui Vieira)

Namun, The Athletic melaporkan, hingga saat ini kubu Alexander-Arnold belum melakukan pembicaraan formal dengan klub mana pun selain Liverpool. Ketika Madrid menghubungi petinggi Liverpool pada Selasa (31/12/2024) untuk menanyakan apakah kesepakatan dapat dilakukan pada Januari, ”Si Merah” menegaskan bahwa mereka tidak tertarik untuk bernegosiasi.

Sikap Liverpool masuk akal mengingat klub tersebut tengah berjuang untuk meraih kejayaan di dalam negeri dan di Eropa. Dalam upaya itu, Liverpool tentu tidak mau kehilangan wakil kapten mereka di pertengahan musim.

”Jelas bahwa mulai 1 Januari, mungkin bagi kalian (di media), banyak hal berubah, tetapi mereka (Alexander-Arnold, Van Dijk, dan Salah) terus berunding dengan klub. Mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi,” ujar Pelatih Liverpool Arne Slot selepas laga boxing day kontra Leicester City.

Di sisi lain, Slot sangat senang dengan performa dan fokus Alexander-Arnold. Begitu juga sebaliknya. Sang pemain menikmati permainannya di bawah asuhan Slot dan meyakini bisa meraih kesuksesan bersama.

”Sejak pertama kali bertemu dengannya, saya tahu bahwa saya akan senang bermain di bawah asuhannya dan menjadi bagian dari ini,” kata Alexander-Arnold kepada Sky Sports.

”Saya merasa akan menjadi lebih baik, berkembang, dan belajar banyak dalam waktu yang singkat serta terus belajar, karena saya tahu dia terobsesi dengan sepak bola dan tingkat detailnya luar biasa,” ujarnya lagi.

Liverpool's manager Arne Slot hugs Liverpool's Trent Alexander-Arnold as he is substituted during the English Premier League soccer match between Ipswich Town and Liverpool at Portman Road stadium in Ipswich, England, Saturday, Aug. 17, 2024. (AP Photo/Alastair Grant)

Adapun spekulasi kepindahan Alexander-Arnold mengundang sorotan soal kesetiaan sang pemain. Akan tetapi, sulit untuk menolak logika yang disampaikan mantan pemain Liverpool, Jamie Redknapp. Menurut Redknapp, kontrak jangka panjang dari Real akan mustahil ditolak oleh Alexander-Arnold.

Terlebih, hanya sedikit pemain yang benar-benar menarik perhatian Real Madrid, terutama dengan kontrak lima tahun yang ditawarkan. Pada usia yang ideal dan berada pada puncak kemampuan atletiknya, menurut Redknapp, Alexander-Arnold akan mempertimbangkan tawaran yang mungkin paling menggiurkan yang pernah diterimanya.

Mantan pemain Liverpool yang pernah hijrah ke Real Madrid, Michael Owen, dalam cuitannya di X mengatakan, kepindahan Alexander-Arnold hanya masalah waktu. ”Fakta bahwa Real Madrid kini telah memperjelas niat mereka untuk merekrut Trent Alexander-Arnold membuat saya percaya bahwa hanya masalah waktu sebelum dia menandatangani kontrak dengan mereka.”

”Jika dia akan menandatangani perpanjangan kontrak, Madrid tidak akan secara resmi bergerak. Pembicaraan rahasia akan dilakukan,” tulis Owen yang hijrah ke Real Madrid dari Liverpool pada 2004.

England's Jude Bellingham, left, celebrates with England's Trent Alexander-Arnold after scoring the opening goal during a Group C match between Serbia and England at the Euro 2024 soccer tournament in Gelsenkirchen, Germany, Sunday, June 16, 2024. (AP Photo/Martin Meissner)

Apabila perkiraan Owen dan Redknapp benar, Alexander-Arnold jelas akan melepaskan impian yang selama ini dia dambakan. Impian yang bahkan tak mampu diwujudkan Steven Gerrard karena mantan kapten itu tidak mendapatkan perpanjangan kontrak terakhir untuk menghabiskan hari-hari bermainnya di Anfield. Status sebagai pemain dengan kesetiaan yang tanpa batas, dengan hanya bermain untuk Liverpool sepanjang karier, juga akan hilang.

Namun, makna kesetiaan bisa saja cair. Kesetiaan tidak hanya berarti seseorang menempatkan sebuah klub sebagai awal, tengah, dan akhir perjalanannya. Toh, selama ini Alexander-Arnold setia dengan caranya sendiri.

Alexander-Arnold telah melunasi utang budinya kepada klub masa kecilnya dengan menjadi salah satu bek kanan terbaik di dunia. Berada di Liverpool sejak berusia enam tahun dan menembus tim utama pada musim 2016-2017, dia tidak pernah meragukan kesetiaannya sedikit pun.

Secara teratur, Alexander-Arnold memainkan lebih dari 40 pertandingan dalam satu musim. Hanya Mohamed Salah (1.586) dan Ryan Gravenberch (1.560) yang bermain lebih banyak menit daripada Alexander-Arnold (1.317) pada musim ini, yang menggarisbawahi betapa pentingnya dia bagi Slot.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kiri) memakaikan ban kapten ke Trent Alexander-Arnold pada laga Liga Europa di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris Jumat (1/12/2023) dini hari WIB. Liverpool menang 4-0 pada laga itu

Tak hanya andal dalam bertahan, Alexander-Arnold juga kerap berkontribusi dalam aspek serangan. Tidak ada pemain Liverpool yang menciptakan lebih banyak peluang daripada Alexander-Arnold yang menciptakan 36 peluang, setara dengan Salah. Itu termasuk empat asis, kedua setelah Salah dengan 13 asis.

Namun, Alexander-Arnold juga adalah pemain yang bermimpi besar. Kepada Sky Sports pada Oktober, dia sempat mengutarakan keinginannya untuk menjadi bek sayap pertama yang memenangi penghargaan pemain terbaik Ballon d’Or.

”Saya ingin warisan sebagai bek kanan terhebat yang pernah bermain sepak bola. Saya harus meraih bintang dan di situlah saya yakin batas kemampuan saya dapat tercapai,” ujarnya.

Selama ini, Alexander-Arnold ibarat bintang yang bersinar di konstelasi yang sama. Dia menunjukkan cahaya terangnya dengan menjadi bagian integral dari klub yang sama, tanpa pernah berpindah tempat. Kini, ada cara lain untuk bersinar lebih terang, yakni dengan bergabung di konstelasi bintang-bintang terbaik di Real Madrid.

Dan jika itu terjadi, seharusnya kesetiaan atau loyalitas tak dimaknai sempit sebagai pemain yang hanya bermain di satu klub sepanjang kariernya, pemain yang keberadaannya semakin langka di dunia sepak bola yang kian global.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto