Trump Ancam Hancurkan Iran, Perang di Timur Tengah Semakin Memanas

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas sipil di Iran. Merespons ancaman itu, Iran meningkatkan serangan ke Israel dan aset AS di kawasan.

03 Apr 2026 18:43 WIB · Internasional

AP PHOTO/ALEX BRANDON

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

KUWAIT, JUMAT — Situasi di Timur Tengah semakin memanas pascapidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan Iran. AS dan Israel terus menggempur Iran. Sementara serangan balasan Iran menyasar kilang-kilang minyak di Timur Tengah.

Serangan drone Iran yang menghantam kilang minyak Mina al-Ahmadi di Kuwait memicu kebakaran, Jumat (3/4/2026). Kilang minyak itu telah beberapa kali menjadi target sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu. Belum ada laporan korban luka dalam insiden ini.

Meskipun AS dan Israel mengklaim kekuatan militer Iran hampir hancur, Iran masih mampu melancarkan serangan balasan yang menekan negara-negara Teluk. Bunyi sirene meraung di Bahrain sebagai peringatan adanya serangan dari Iran.

Otoritas Arab Saudi mengaku telah menghancurkan beberapa drone Iran pada Kamis-Jumat. Uni Emirat Arab dan Israel juga mengumumkan serangan rudal Iran ke negara tersebut. Sementara beberapa sumber melaporkan serangan di sekitar ibu kota Iran, Teheran. Namun, belum jelas target dari serangan itu.

Smoke rises from an area of Kuwait's international airport after a reported drone strike on April 1, 2026. Kuwait's civil aviation authority said that the Gulf state's international airport had come under an Iranian drone attack that led to "a large fire" at a fuel depot. (Photo by AFP) / Kuwait OUT / KUWAIT OUT

Aksi berbalas serangan ini kian intensif setelah Trump berpidato di Gedung Putih, Washington, Kamis (2/4/2026). Dalam pidato itu, ia mengatakan, operasi militer di Iran dapat diselesaikan dalam 2-3 pekan. Selain itu, ia juga mengancam akan menghantam Iran dengan sangat keras.

Trump menyebutkan, jika tidak ada kesepakatan dengan Teheran, sejumlah sasaran penting yang tersisa di Iran akan dihancurkan. Ia mengulangi ancaman itu dengan menuliskannya di akun media sosial Truth Social miliknya.

”Militer kita (AS), yang terhebat dan terkuat di dunia, bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik,” tulisnya.

Ancaman Trump dilontarkan seiring peningkatan kekuatan militer AS di sekitar Iran. Ribuan tentara tambahan AS telah tiba di Timur Tengah. Pentagon (Kementerian Pertahanan AS) juga sedang mempertimbangkan pengerahan pasukan darat ke Iran.

This image from video provided by U.S. Central Command shows U.S. Sailors and Marines aboard USS Tripoli (LHA 7) arriving in the U.S. Central Command area of responsibility, March 27, 2026. (U.S. Central Command via AP)

Iran menganggap ancaman Trump merupakan niat berbahaya untuk meningkatkan konflik. Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengecam berlanjutnya serangan militer AS-Israel dan retorika yang semakin agresif dari Washington. Teheran mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum internasional.

Profesor Program Studi Media di Institut Pascasarjana Doha, Qatar, Mohamad Elmasry, menjelaskan, terdapat sinyal yang jelas AS tidak tertarik untuk berperang sesuai aturan internasional. Ancaman Trump akan menyerang infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

”Semua ini terjadi dalam konteks lima minggu pengeboman, di mana AS dan Israel telah menyerang ratusan rumah sakit, puluhan sekolah, dan ribuan rumah penduduk. Jadi, saya pikir ada kekhawatiran nyata bahwa mereka telah melakukan kejahatan perang bersama dengan Israel,” katanya dilansir dari Al Jazeera.

Quote

Meskipun AS dan Israel mengklaim kekuatan militer Iran hampir hancur, Iran masih mampu melancarkan serangan balasan yang menekan negara-negara Teluk.

Dampak perang meluas

Perang yang berlangsung hampir lima pekan tersebut telah menimbulkan lebih dari 1.900 korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Perang pun meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah dan global karena fasilitas energi di kawasan itu ikut terdampak.

”Selama periode ini, para agresor AS-Zionis (Israel) telah melanggar semua batasan hukum, moral, dan kemanusiaan dan tidak menahan diri dari kejahatan apa pun dengan dalih perang,” tulis pernyataan itu dilansir dari kantor berita Iran, Tasnim.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, serangan balasan Iran merupakan respons untuk membela diri. Ia menyebutkan, Iran tidak berupaya memperluas konflik, tetapi akan teguh menjaga keamanan, kedaulatan, dan integritas teritorialnya.

Pezeshkian juga menolak keterlibatan negara lain di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital energi global. Menurut dia, ketidakamanan di selat itu saat ini dipicu oleh tindakan militer AS dan Israel terhadap Iran. Oleh sebab itu, kapal yang terkait dengan kedua negara itu, atau terindikasi mendukung serangan ke Iran, tidak diperbolehkan melintas.

Sejumlah Kapal Tanker yang Bisa Melewati Selat Hormuz

Saat ini seluruh dunia merasakan dampak dari serangan AS dan Israel ke Iran. Respons Iran dengan memblokade Selat Hormuz dan menyerang aset AS dan fasilitas energi di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia. Meski Iran telah mengizinkan tanker dari beberapa negara melewati selat itu, gejolak energi dunia belum dapat diredam.

Harga minyak mentah Brent yang menjadi standar internasional sekitar 109 dolar AS per barel, pada Jumat. Harga itu naik lebih dari 50 persen sejak perang dimulai. Harga sejumlah kebutuhan pokok juga ikut melambung.

Negosiasi dan gencatan senjata

Presiden Perancis Emmanuel Macron menanggapi proposal dari Bahrain yang menghendaki tindakan defensif untuk memastikan kapal dapat dengan aman melintasi Selat Hormuz. Draf awal proposal itu akan mengizinkan negara-negara menggunakan semua cara yang diperlukan untuk mengamankan selat tersebut.

Macron mengatakan, harapan AS agar blokade Selat Hormuz dibuka secara paksa dengan kekuatan militer tidak realistis. Menurut dia, operasi militer akan memakan waktu sangat lama dan membuat pihak mana pun yang melewati selat itu rentan terhadap ancaman dari Garda Revolusi Iran.

TOPSHOT - This handout photo released by Iran's Revolutionary Guards Corps (IRGC)'s official website Sepanews on February 17, 2026, shows boats manoeuvering around a tanker vessel during a military exercise by members of the IRGC and navy in the Strait of Hormuz. (Photo by SEPAH NEWS / AFP) / == RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / SEPAHNEWS" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ==

”Pembukaan kembali selat tersebut hanya dapat dilakukan dalam koordinasi dengan Iran melalui negosiasi yang akan menyusul gencatan senjata potensial,” ujarnya.

Upaya mengamankan Selat Hormuz juga sedang dibahas oleh koalisi lebih dari 30 negara yang dikoordinasi oleh Inggris. Koalisi ini mencari cara untuk memberikan tekanan diplomatik dan politik agar Iran mengizinkan tanker-tanker melewati Selat Hormuz. AS tidak tergabung dalam koalisi tersebut.

”Kami fokus pada langkah-langkah perencanaan diplomatik dan internasional, termasuk mobilisasi kolektif dari seluruh rangkaian alat dan tekanan diplomatik dan ekonomi kami,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Yovita Arika