PERANG TIMUR TENGAH

Trump Batalkan Serangan, Iran Belum Buat Keputusan

AS batal menyerang Iran karena kesepakatan damai akan segera tercapai. Sementara Iran masih menyelesaikan poin-poin negosiasi.

12 Jun 2026 09:30 WIB · Internasional

AFP / KENT NISHIMURA

Oleh Helena Fransisca Nababan

WASHINGTON, JUMAT — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan serangan ke wilayah Iran. Trump beralasan ada kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran dan memastikan kesepakatan damai bisa ditandatangani akhir pekan ini. Sementara Iran belum membuat keputusan apa pun.

Trump menyatakan hal itu kepada media di Gedung Putih, Washington, Kamis (11/6/2026) waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia. ”Kami baru saja membuat penyelesaian besar perang dengan Iran,” katanya.

”Selat (Hormuz) itu akan resmi dibuka segera setelah kami menandatangani, yang mungkin segera, sangat segera, mungkin pada akhir pekan, di Eropa,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa Wakil Presiden JD Vance dapat menandatangani kesepakatan atas nama AS.

Ketika ditanya apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyetujui kesepakatan itu, Trump berkata, ”Saya tahu jawabannya adalah ya.”

Trump juga mengunggah tentang potensi kemajuan kesepakatan saat upacara pembukaan Piala Dunia 2026 berlangsung di Meksiko. Unggahan Trump memicu kenaikan saham dan harga minyak dunia turun 3 persen.

TOPSHOT - A man sits in front of a poster with portrait of Iranian supreme leader Mojtaba Khamenei, at the Vanak Square in Tehran on June 10, 2026. Iran's foreign ministry said on June 10 that the United States had damaged the ongoing international diplomatic effort to end the war, after more US strikes on targets in southern Iran. (Photo by ATTA KENARE / AFP) /

Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Iran mengumumkan belum membuat keputusan apa pun terkait kesepakatan itu. Media Iran melaporkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengatakan, sebagian besar teks yang sedang dinegosiasikan sudah diselesaikan.

Iran menegaskan tidak akan berkompromi pada garis merahnya. ”Kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai masalah ini,” kata Baghaei.

”Ini masalah sangat penting yang sedang ditinjau oleh badan-badan pengambil keputusan yang relevan,” imbuhnya.

Signifikan

Jika kesepakatan damai betul terwujud, hal ini akan menjadi terobosan diplomatik paling signifikan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Hal itu karena sejak pertengahan Maret, Trump berulang kali mengklaim kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang sudah dekat.

Kantor berita Iran, Tasnim, mencatat bahwa Trump sudah mengumumkan kesepakatan segera terjadi sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir.

Trump berulang kali mengatakan, setiap kesepakatan damai harus memastikan Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah sedang berupaya mengembangkan senjata semacam itu.

”Ini nota kesepahaman yang sangat kuat yang agak konseptual,” kata Trump kepada wartawan.

”Kita memiliki kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, yang merupakan tujuan utama dari semua yang harus kita lalui untuk mencapai ini. Jadi itu adalah hal yang sangat besar,” ujarnya, Kamis.

Iran mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya pencabutan sanksi internasional, pelepasan aset beku senilai miliaran dolar AS, dan pengakuan atas kendalinya terhadap Selat Hormuz. Teheran juga menuntut diakhirinya serangan Israel di Lebanon.

This picture taken from a position in northern Israel, on the border with southern Lebanon, shows an Israeli Air Force AH-64 Apache helicopter flying on June 4, 2026. Lebanese Prime Minister Nawaf Salam said on June 4 that the army would begin deploying in "pilot zones" in the country's south, a day after Israel and Lebanon agreed in Washington to implement a ceasefire (Photo by Jalaa MAREY / AFP)

Peningkatan konflik

Sementara mengupayakan kesepakatan damai, AS-Iran tetap saling serang. Konflik meningkat bahkan saat gencatan senjata sedang berlangsung saat ini.

Pekan ini, sebuah helikopter Apache AS ditembak jatuh. Trump lantas memerintahkan serangan baru di sekitar Selat Hormuz selama dua hari.

Trump juga menegaskan, pasukan AS tidak hanya akan meningkatkan serangan udara. Mereka juga akan menguasai fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg di Teluk.

Pada saat yang sama, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan AS di kawasan Teluk. Kementerian Dalam Negeri Bahrain, Kamis, mengatakan, seorang anak berusia 11 tahun mengalami luka ringan dan rumah-rumah rusak setelah puing-puing berjatuhan dari drone Iran yang dicegat dan dihancurkan.

Sementara Kuwait melaporkan, Iran menargetkan wilayahnya dan merusak radar bandara. Serangan itu membuat Kuwait harus menutup wilayah udaranya.

Perang AS-Iran yang meletus pada 28 Februari 2026 menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga Iran. Perang terhenti setelah gencatan senjata pada April.

Namun, upaya untuk mengakhiri konflik secara permanen tampaknya belum jelas. Perang selama tiga bulan terakhir mengakibatkan krisis energi dan melonjaknya harga minyak dunia.

Bank Dunia, Rabu, merevisi perkiraan pertumbuhan global ke tingkat yang belum pernah terjadi sejak pandemi Covid-19. Bank Dunia juga memperingatkan akan meluasnya dampak perang terhadap ekonomi. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar