REKONSTRUKSI GAZA

Trump Bayangkan ”Gaza Baru” yang Mewah, Penuh Pencakar Langit

Gaza akan menjadi kawasan pariwisata pesisir. Washington ingin membangun 180 gedung pencakar langit serta sejumlah zona untuk kawasan perumahan dan sebagainya.

23 Jan 2026 15:00 WIB · Internasional

AFP/FABRICE COFFRINI

Oleh Elsa Emiria Leba

DAVOS, JUMAT — Amerika Serikat mempresentasikan visi ”Gaza Baru” kepada publik. Presiden AS Donald Trump membayangkan wilayah itu menjadi kawasan real estat yang mewah.

Dalam bayangan AS, Jalur Gaza yang hancur lebur akibat serangan Israel dapat berubah menjadi kawasan bisnis yang berkelas dengan gedung-gedung pencakar langit berdiri di tepi laut. Washington meyakini, transformasi itu bisa terwujud dalam kurun waktu tiga tahun.

”Kita akan sangat sukses di Gaza. Ini akan menjadi hal yang hebat untuk disaksikan,” kata Trump saat upacara penandatanganan pembentukan Dewan Perdamaian, badan pengawas pemerintahan transisi di Gaza. Peluncuran Dewan Perdamaian digelar di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.

Trump lalu mempromosikan latar belakangnya sebagai seorang pebisnis. Dia mempunyai gambaran saat melihat Jalur Gaza.

”Pada dasarnya saya adalah orang yang berkecimpung di bidang properti. Dan saya mengatakan, lihatlah lokasinya di tepi laut. Lihatlah lahan yang indah ini. Betapa besarnya potensi lahan ini bagi banyak orang,” ujar Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersenyum saat penandatanganan Dewan Perdamaian, badan untuk mengawasi pemerintahan transisi di Jalur Gaza, selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Tujuan pembentukan badan itu tampak melenceng dari tujuan awal karena dokumen itu tidak membatasi perannya hanya di Gaza sehingga memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin dewan tersebut menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pengusaha AS, Jared Kushner, berbicara pada pertemuan Dewan Perdamaian selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Kushner mempresentasikan rencana induk untuk merekonstruksi Jalur Gaza setelah perang Hamas-Israel berakhir.

Menantu Trump, Jared Kushner, menjadi sosok yang mempresentasikan detail rencana induk AS terkait rekonstruksi Jalur Gaza. Kushner tidak memiliki jabatan khusus di pemerintah, tetapi bertugas sebagai utusan khusus untuk isu Gaza.

”Orang-orang bertanya kepada kami apa rencana B kami. Kami tidak punya rencana B,” tutur Kushner setelah penandatanganan, menurut CNN.

Kushner juga sudah mempunyai rencana untuk menyalahkan Hamas apabila rencana itu gagal. ”Jika Hamas tidak melakukan demiliterisasi, itulah yang akan menghambat rakyat Gaza mencapai aspirasi mereka,” katanya.

Kawasan pariwisata pesisir

Dalam presentasi rencana induk AS, Kushner menampilkan peta Jalur Gaza di layar. Gaza akan menjelma menjadi kawasan pariwisata pesisir. BBC mencatat, presentasi itu menampilkan 180 gedung pencakar langit serta sejumlah zona untuk kawasan perumahan, kompleks industri, pusat data, manufaktur, taman, pertanian, dan fasilitas olahraga.

Rekonstruksi Jalur Gaza berlangsung dalam empat fase. Kushner secara khusus menyoroti pembangunan dua kota yang disebut sebagai Rafah Baru dan Gaza Baru. Fase awal pembangunan akan dimulai dari Rafah Baru lalu secara bertahap bergerak ke utara menuju Gaza Baru.

Di Rafah Baru, lebih dari 100.000 unit perumahan permanen, 200 sekolah, dan 75 fasilitas medis akan dibangun. Pembangunan Rafah Baru diproyeksikan selesai dalam dua hingga tiga tahun.

Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pengusaha AS, Jared Kushner, berbicara pada pertemuan Dewan Perdamaian selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Kushner mempresentasikan rencana induk untuk merekonstruksi Jalur Gaza setelah perang Hamas-Israel berakhir.

Sementara itu, Gaza Baru bakal menjadi pusat industri yang menjadi sumber lapangan kerja. Dalam presentasi, gambar rencana menunjukkan metropolis penuh perkantoran yang mirip dengan kota-kota Teluk Persia, seperti Doha dan Dubai.

”Di Timur Tengah, mereka membangun kota-kota seperti ini. Untuk dua atau tiga juta orang, mereka membangun ini dalam tiga tahun. Jadi, hal-hal seperti ini sangat mungkin dilakukan jika kita mewujudkannya,” kata Kushner.

Kushner juga membahas pembangunan sebuah pelabuhan dan bandara baru di ujung barat daya Jalur Gaza, dekat Mesir. Ada pula penyeberangan trilateral yang menjadi tempat perbatasan Mesir dan Israel bertemu.

Peta tersebut juga menampilkan sebidang tanah kosong di sepanjang perbatasan Mesir dan Israel. Tampaknya lokasi itu akan menjadi perimeter keamanan untuk pasukan Israel sesuai proposal perdamaian Trump.

Pekerjaan untuk membersihkan puing-puing bangunan untuk memulai pembangunan sudah berlangsung. Akibat perang, Gaza merasakan 90.000 ton amunisi serta menampung 60 juta ton puing-puing bangunan.

Sumber dana

Kushner menggembar-gemborkan, investasi setidaknya 25 miliar dolar AS dapat membangun ulang Jalur Gaza, khususnya infrastruktur dan layanan publik yang hancur. Ia meyakini, Jalur Gaza akan memiliki produk domestik bruto (PDB) sebesar 10 miliar dolar AS dalam 10 tahun serta pendapatan rata-rata rumah tangga sebesar 13.000 dolar AS per tahun.

”Ini berkat 100 persen lapangan kerja yang tersedia dan kesempatan bagi semua orang di sana. Ini bisa menjadi sebuah harapan. Ini bisa menjadi destinasi, memiliki banyak industri dan benar-benar menjadi tempat di mana orang-orang di sana dapat berkembang,” kata Kushner.

Menurut Kushner, pemerintah-pemerintah akan memberikan kontribusi pendanaan awal. Informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers di Washington, beberapa minggu mendatang.

Kushner juga mengimbau sektor swasta untuk maju sambil menjanjikan ”peluang investasi yang luar biasa”. ”Saya tahu agak berisiko untuk berinvestasi di tempat seperti ini, tetapi kami membutuhkan Anda untuk datang, percaya, berinvestasi pada orang-orang,” ujarnya.

Omar Qutay duduk di tempat tidur yang diletakkan di balkon rumahnya yang sebagian hancur di lingkungan Al-Karama di Kota Gaza, Rabu (24/11/2025).
Warga berlari mencari berlindung saat serangan udara Israel di gedung bertingkat tinggi di Kota Gaza, Jumat, (5/9/2025).

Rencana rekonstruksi Jalur Gaza memiliki skala yang sangat besar. Perang Hamas-Israel sejak 7 Oktober 2023 membuat 80 persen bangunan di kawasan itu rusak atau hancur. Sebanyak 71.562 orang tewas. Namun, presentasi itu tidak mempunyai detail tentang bagaimana proyek itu akan terwujud.

Kushner hanya mengatakan, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) telah meminta bantuan dari pengembang real estat Israel, yakni Yakir Gabay. NCAG merupakan badan pelaksana dari Dewan Perdamaian.

Para pejabat senior Palestina belum menyampaikan pandangan terhadap presentasi Kushner. Sementara itu, sejumlah pengamat berdarah Palestina menyoroti ketidakberdayaan Palestina dalam menghadapi eksploitasi pihak luar.

”Palestina menghadapi rencana untuk menghilangkan keberadaan mereka, berdasarkan domestikasi, penundukan, dan kontrol,” tulis Ramy Abdu, pendiri Euro-Mediterranean Human Rights Monitor, di X.

Sejak 10 Oktober 2025, gencatan senjata Hamas-Israel di bawah mediasi AS dan sejumlah negara lain berjalan rapuh. Setidaknya 477 warga Palestina tewas akibat serangan Israel dalam tiga bulan terakhir berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza. Krisis kemanusiaan juga masih terjadi karena 1 jutaan warga kekurangan tempat tinggal dan makanan layak. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto