Presiden AS Donald Trump menginginkan perang Rusia-Ukraina segera berakhir. Serangkaian perundingan ia gelar untuk tercapainya kesepakatan damai.
12 Apr 2025 09:48 WIB · Internasional
MOSKWA, SABTU - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kian gencar mengupayakan penghentian perang Rusia-Ukraina. Ia kembali mengirimkan Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff menemui Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (11/4/2025) untuk berunding. Trump melalui media sosial mendesak Putin segera bergerak menuju gencatan senjata.
Dikutip kantor berita Reuters, Sabtu (12/4/2025), Kremlin mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung selama lebih dari empat jam. Putin dan Witkoff memfokuskan pembicaraan pada aspek penyelesaian perang Ukraina.
Utusan Khusus Putin, Kirill Dmitriev dalam laporan BBC, menggambarkan pertemuan Putin dan Witkoff produktif.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga menyampaikan, Witkoff selama kunjungannya ke Rusia membahas upaya untuk mengakhiri perang dengan Putin dan pejabat lainnya. Ini menjadi pertemuan ketiga Witkoff dengan Putin.
Pertemuan kali ini melanjutkan perundingan setelah upaya kesepakatan damai Ukraina-Rusia di Arab Saudi bulan lalu tidak memperlihatkan kemajuan. Ukraina telah menyetujui usulan AS untuk gencatan senjata penuh 30 hari. Namun, Rusia belum sepakat seputar persyaratan jeda penuh pertempuran.
Putin diketahui mengatakan, pada prinsipnya ia siap menyetujui gencatan senjata penuh. Akan tetapi, ia juga menekankan rincian implementasi penting dari gencatan senjata belum terselesaikan. Ia menyatakan, akar penyebab perang belum ditangani.
Secara khusus, Putin mengatakan sejumlah hal untuk tercapainya kesepakatan, yaitu Ukraina tidak boleh bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Selain itu, Putin menuntut tentara Ukraina perlu dibatasi. Rusia juga tidak mau melepaskan empat wilayah Ukraina yang kini dikuasai, meskipun tidak sepenuhnya dikendalikannya.
Dengan Moskwa yang menguasai 20 persen wilayah Ukraina dan pasukan Rusia terus maju di medan perang, Kremlin yakin posisi Rusia kuat dalam negosiasi. Rusia menyatakan, Ukraina harus membuat konsesi. Namun, Kyiv mengatakan, persyaratan-persyaratan Rusia itu sama saja mendorong Ukraina untuk menyerahkan diri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/12/169f776b-56ff-46bf-a62e-892b1322b6f2_jpg.jpg)
Sebelum pertemuan Putin-Witkoff berlangsung, Trump meluapkan kekesalannya pada Putin atas lambannya perkembangan pembicaraan damai. Pada Jumat, ia menulis di media sosial miliknya. “Rusia harus segera bergerak. Terlalu banyak orang yang TEWAS, ribuan tiap minggu, dalam perang yang mengerikan dan tak masuk akal,” katanya.
Trump juga sempat mengungkapkan tentang penerapan sanksi sekunder pada negara-negara yang membeli minyak Rusia karena ia merasa Moskwa menunda-nunda kesepakatan dengan Ukraina. Pejabat Ukraina dalam beberapa hari terakhir mengirim daftar target serangan Rusia kepada Washington. Menurut dua sumber Reuters yang mengetahui daftar itu, target-target itu diyakini telah diserang Rusia. Kyiv menganggap Rusia melanggar penghentian serangan atas infrastruktur energi yang disetujui kedua negara bulan lalu.
Menjelang pertemuan Witkoff dan Putin, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, tidak perlu mengharapkan terobosan besar karena “proses normalisasi hubungan masih berlangsung.”
Ketika ditanya apakah diskusi tersebut akan mencakup penjadwalan pertemuan langsung antara Putin dan Trump, Peskov menjawab, “Kita lihat nanti. Itu tergantung apa yang dibawa Witkoff (dalam pertemuan).”
Sebelum menemui Putin, menurut laporan media Rusia, Witkoff bertemu Dmitriev di sebuah hotel di St. Petersburg. Mereka bertemu dalam konferensi tentang baja tahan karat dan pasar Rusia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/05/0dafd3c5-6b9c-45af-8dac-9b9c403d2d63_jpg.jpg)
Di hari pertemuan Putin dan Witkoff, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi lokasi serangan rudal Rusia pada 4 April di kampung halamannya, Kryvyi Rih. Serangan tersebut menewaskan 19 orang, termasuk sembilan anak-anak.
Zelenskyy menuduh Kremlin sengaja memperpanjang perang. Zelenskyy juga mengklaim ratusan warga negara China ikut bertempur bersama pasukan Rusia. Pernyataan ini muncul setelah Ukraina mengumumkan menangkap dua warga negara China.
Di hari yang sama dengan pertemuan Putin dan Witkoff, negara-negara Eropa menyetujui bantuan militer sebesar 21 miliar euro untuk Ukraina. Kesepakatan pemberian bantuan tercapai dalam pertemuan para menteri pertahanan Eropa. Mereka mengatakan belum melihat tanda-tanda perang akan segera berakhir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/513d4c1a-9bc5-45f8-ba88-1819517aa1f1_jpg.jpg)
Negosiasi lain yang juga berlangsung pada Jumat adalah negosiasi antara pejabat AS dan Ukraina di Washington. Negosiasi itu untuk membahas proposal AS yang ingin mendapatkan akses ke kekayaan mineral Ukraina.
Menurut sumber Reuters, perundingan cukup alot karena pertemuan berlangsung tegang. Ketegangan terjadi karena usulan AS kali ini berbeda dari usulan sebelumnya.
Dalam perundingan kali ini, AS ingin mendapat akses istimewa ke deposit mineral Ukraina. Dalam proposal terbaru, AS mengharuskan Kyiv untuk menempatkan semua pendapatan dari eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan negara dan swasta Ukraina dalam dana investasi bersama.
Namun, kesepakatan yang diusulkan tidak akan memberikan jaminan keamanan AS kepada Kyiv. Padahal jaminan keamanan ini prioritas utama Zelenskiyy yang ingin diperoleh dari AS. Jaminan keamanan akan menyokong Ukraina untuk melawan pasukan Rusia yang menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina.
Kejutan lain yang ditemukan dalam dokumen proposal adalah permintaan AS agar International Development Finance Corporation (IDFC) milik Pemerintah AS mengambil alih kendali jaringan pipa gas alam dari raksasa energi Rusia, Gazprom yang melintasi Ukraina ke Eropa.
“Alhasil Pemerintah Ukraina menyewa firma hukum Hogan Lovells sebagai penasihat luar untuk kesepakatan mineral tersebut,” kata sumber yang mengetahui jalannya perundingan.
Zelenskiyy pada Rabu mengatakan, kesepakatan mineral harus menguntungkan kedua negara. Kesepakatan harus disusun sedemikian rupa untuk membantu memodernisasi Ukraina.
Sementara Trump memiliki pandangan berbeda. Ia mengupayakan kesepakatan mineral Ukraina, yang mencakup tanah jarang berharga, sebagai bagian dari upayanya untuk mengakhiri perang. Kesepakatan mineral juga sebagai cara Trump untuk mendapatkan kembali miliaran dolar bantuan militer AS untuk Kyiv. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari