Trump di Qatar, Doha Borong 210 Pesawat Boeing

Qatar membeli pesawat Boeing selama kunjungan Trump. Niat menghadiahi Trump pesawat juga terus bergulir.

15 Mei 2025 12:29 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

DOHA, KAMIS — Polemik mengenai hadiah pesawat jet sangat mewah untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih panas di Amerika Serikat. Qatar, selaku pemberi hadiah, terus mengguyur Trump dengan perlakuan istimewa di dalam lawatannya. Bahkan, bersamaan dengan kunjungan Trump, Qatar membeli ratusan pesawat Boeing.

Pesawat kenegaraan AS, Air Force One, mendarat di Doha pada Rabu (14/5/2025). Di sana, Trump disambut dengan parade unta yang mengawal perjalanan rombongan kepresidenan dari Bandara Doha ke Amiri Diwan, daerah pusat pemerintahan Qatar. Selain unta, parade juga mencakup pasukan berkuda dan deretan mobil listrik Tesla Cybertruck berwarna merah.

”Parade unta yang hebat. Kami sangat menghargainya,” kata Trump kepada Emir Qatar Tamim al-Thani, dikutip oleh Fox News.

Trump dan Emir Al-Thani menandatangani serangkaian perjanjian kerja sama. Di antaranya adalah komitmen Qatar melalui maskapai penerbangan Qatar Airways untuk membeli pesawat jet dari Boeing.

Maskapai itu mengatakan hendak membeli 210 unit pesawat penumpang dari Boeing. Menurut rilis Gedung Putih, Qatar Airways membeli Boeing 777X dan 787 dengan nilai keseluruhan 96 miliar dollar AS.

President Donald Trump handles a FIFA soccer ball as Qatar's Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani looks on at the Lusail Palace, Wednesday, May 14, 2025, in Doha, Qatar, as they mark the passing of World Cup hosting duties from Qatar, which held it in 2022, to the United States, which is hosting in 2026.(AP Photo/Alex Brandon)

Qatar Airways membeli pesawat Boeing berbadan besar, antara lain, sebagai alternatif dari pesawat Airbus A350 yang bermesin Rolls Royce. Pesawat jenis itu ternyata susah dirawat di negara-negara beriklim gurun yang amat kering dan berpasir.

Qatar Airways khusus meminta kedua jenis pesawat dipakaikan mesin GE Aerospace, bukan Rolls Royce Trent. Boeing memiliki pilihan dua mesin itu sesuai dengan kebutuhan konsumen. Ini adalah permintaan dalam jumlah terbesar yang pernah diterima oleh GE Aerospace. Saham mereka pun naik 0,7 persen.

Lebih terperinci, Boeing mengatakan, Qatar Airways dipastikan memesan 130 pesawat jenis 787 dan 30 pesawat 777X. Sisa 50 pesawat lagi sebagai cadangan untuk kendaraan terbang jarak superjauh.

Berkat pesanan ini, saham Boeing naik 0,6 persen. Transaksi ini disebut-sebut sebagai salah satu keberhasilan lawatan Trump ke negara-negara Teluk selama empat hari.

Di dalam kunjungan itu, Direktur Utama Boeing Kelly Ortberg dan Dirut Qatar Airways Badr Mohammed al-Meer meneken perjanjian jual-beli. ”Ini transaksi terbesar di dalam sejarah perusahaan kami,” kata Ortberg.

Boeing berusaha mendominasi pasar pesawat di maskapai penerbangan Timur Tengah. Mereka mengunggulkan mesin GE Aerospace yang dikatakan lebih cocok untuk iklim gurun. Produk unggulan mereka adalah pesawat 777X. Maskapai Emirates dari Uni Emirat Arab telah memesan 205 unit.

Air Force One

Sementara itu, Trump mengatakan tetap menerima hadiah dari Qatar berupa pesawat jet Boeing 747-8 supermewah senilai 400 juta dollar AS. Pesawat itu memiliki berbagai ruang kantor dan kamar tidur dengan dekorasi laksana istana dan sembilan unit kamar mandi lengkap.

Sejatinya, pesawat itu sudah berumur 13 tahun. Sebelumnya, pesawat dipakai sebagai salah satu kendaraan keluarga Kerajaan Qatar.

”Bodoh sekali saya kalau tidak menerima pesawat yang indah ini,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Ia mengeluhkan pesawat kenegaraan AS, Air Force One, sudah berumur 30 tahun atau uzur dalam takaran pesawat. Selain ruang tidur dan kantor kepresidenan, tidak banyak perbedaan Air Force One dengan pesawat komersil lainnya. Dibandingkan dengan pesawat dari Qatar, bagaikan bumi dan langit.

Menurut dia, pesawat itu akan dipakai selama ia menjabat sebagai presiden. Setelah itu, pesawat disumbangkan ke Perpustakaan Kepresidenan Donald Trump.

Di pelantar Truth Social, Trump mencuit hinaan kepada para pengkritiknya, terutama Partai Demokrat. ”Kalian memang pecundang, sudah bagus kita dikasih gratis, masa kalian minta kita mengeluarkan anggaran jutaan dollar,” katanya.

FILE - A 13-year-old private Boeing aircraft that President Donald Trump toured on Saturday to check out new hardware and technology features, and highlight the aircraft maker's delay in delivering updated versions of the Air Force One presidential aircraft, takes off from Palm Beach International Airport, Feb. 16, 2025, in West Palm Beach, Fla. (AP Photo/Ben Curtis, File)

Niat Trump menerima pesawat ini dikritik di AS, termasuk oleh para pendukungnya. Mereka menilai, ini perilaku tidak etis karena sama saja dengan menerima suap.

Sebagai gambaran, Menteri Luar Negeri AS 2009-2013 Hillary Clinton menerima hadiah kalung senilai 425 dollar AS dari Bangladesh. Kalung itu diserahkan kepada Federal Register, lembaga negara yang menampung gratifikasi untuk pejabat.

Menurut laman Federal Register, para pejabat hanya boleh menerima hadiah senilai maksimal 350 dollar AS. Akan tetapi, aturan lebih ketat apabila hadiah diberikan oleh pemerintahan negara asing dan perwakilannya.

Hadiah-hadiah yang diserahkan kepada Federal Register kemudian dimasukkan ke dalam arsip nasional. Sebagian dipamerkan di sejumlah museum.

”Soal pesawat baru ini, hanya sidang Kongres AS yang bisa memutuskan boleh diterima atau tidak. Kongres harus membuktikan tidak ada niat terselubung dari Qatar ataupun keluarga Trump di dalam pemberian hadiah,” kata Robert Painter, mantan pengacara etik Gedung Putih, kepada majalah The Hill.

Senator Partai Republik, Ted Cruz, yang merupakan pendukung Trump juga mengutarakan kekhawatiran. Pertama, Qatar adalah pendukung Hamas, organisasi yang dicap teroris oleh Washington DC.

Kedua, presiden yang menerima hadiah luar biasa mewah bakal merusak reputasi kepemimpinan AS di ranah global. ”Belum lagi risiko spionase di dalam mesin dan badan pesawat,” ujarnya.

This mockup of stateroom is inside a replica of the cockpit and presidential cabin of the Air Force One plane used by Presidents Kennedy through the first President George H. R. Bush, which sits on the trailer used to transport it to conventions and other events, parked in Gillsville, Ga., Tuesday, Sept. 9, 2008. (AP Photo/Gainesville Times,Tom Reed) *** Local Caption *** Tata letak kabin ini berada di dalam replika kokpit dan kabin kepresidenan pesawat Air Force One yang digunakan Presiden Kennedy. Replika ini dibuat untuk kendaraan Presiden George HR Bush yang digunakan untuk mengangkutnya ke konvensi dan acara lainnya pada 9 September 2008.

Partai oposisi pemerintah, Partai Demokrat, sedang menyiapkan mosi penolakan pesawat tersebut. Mereka mengatakan, apabila yang dihadiahi pesawat adalah Barack Obama atau Joe Biden—para presiden dari Demokrat—masyarakat pasti sudah kebakaran jenggot.

”Saya sayang Presiden Trump dan rela mati demi dia. Namun, kita tidak bisa menerima sogokan dari pendukung terorisme. Ini menodai pemerintahan,” cuit Laura Loomer, pendengung media sosial pencinta Trump.

Namun, Kepala Biro Humas Kedutaan Besar Qatar di Washington DC Ali Ansari mengatakan, semua belum final. ”Ini masih dalam proses pertimbangan hukum dari kedua belah pihak. Belum ada keputusan yang diambil,” tuturnya kepada Business Insider. (Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .