WASHINGTON, RABU — Amerika Serikat semakin kehilangan akal dan rudal menghadapi Iran. Sementara perang tak kunjung jelas kapan akan berakhir.
Penipisan cadangan rudal AS diungkapCNNdan Reuters dalam laporan pada Selasa (4/8/2026) siang waktu Washington DC atau Rabu dini hari WIB. Reuters menulis, AS praktis menghabiskan hampir seluruh rudal taktis angkatan darat (ATACMS) dan rudal tepat sasaran (PrSM) dalam lima bulan serangan ke Iran.
Laporan soal penipisan cadangan rudal dikeluarkan sehari selepas CNN mengulas soal permintaan gagasan menyerang Iran. Para prajurit dan perwira AS dimintai gagasan oleh para komandan.
Rangkaian serangan AS ke Iran, menurut CNN, menguras 80 persen rudal THAAD dan 50 persen rudal Patriot. Rudal-rudal itu untuk pertahanan udara. Menurut Centre for Strategic and International Studies (CSIS), AS punya 2.200 rudal patriot dan 425 rudal THAAD sebelum menyerang Iran.
Kondisi itu mencemaskan sekutu AS di Timur Tengah. Serangan AS ke Iran, antara lain, mengandalkan dukungan dari aset militernya di berbagai pangkalan di Timur Tengah. Negara-negara tempat pangkalan AS itu kerap jadi sasaran pembalasan Iran.
Dalam kondisi tersebut, intelijen AS memperingatkan Trump untuk tidak main-main dengan menyasar target infrastruktur sipil Iran. Akan tetapi, kelompok ekstrem kanan yang menjadi penasihat Trump terus mendorong Presiden AS itu bertindak agresif terhadap Iran.
Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly mengatakan kepada CNN bahwa militer AS masih memiliki amunisi dan rudal untuk melanjutkan perang demi mencapai sasaran strategis Trump. ”Kontraktor terus memasok senjata militer AS. Kita memiliki senjata terbaik di dunia,” ujar Kelly menyanggah laporan merosotnya persediaan senjata AS.
Trump juga menyanggah cadangan persenjataan AS menipis. ”AS punya amunisi melebihi siapa pun di dunia dan melebihi dari yang kita butuhkan,” kata Trump.
”Perusahaan pertahanan kita, sekarang, membuat amunisi lebih banyak dari yang pernah mereka produksi sebelumnya, sebagai tambahan, juga mengembangkan pabrik dan perlengkapan mereka,” tambah Trump.
Perundingan
Perkembangan itu terungkap di tengah ketidakjelasan perundingan AS-Iran. Menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent, kesepakatan pembukaan Selat Hormuz akan segera tercapai dengan Iran. ”Kesepakatan damai dicapai dalam hitungan jam,” kata Bessent kepada Stasiun TV CNBC.
Sementara di California, Presiden Donald Trump kembali mengancam Iran. ”Selat akan segera dibuka tak lama lagi atau mereka (Iran) akan diserang akan keras dan lalu selat akan dibuka,” ujarnya, Selasa waktu setempat.
Selat Hormuz terbuka sampai AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Sebagai pembalasan atas serangan itu, selain menembakkan ribuan rudal, roket, dan pesawat nirawak, Iran menutup Selat Hormuz. Pasokan energi dan pupuk ke pasar global pun terganggu.
Trump kembali mengatakan, perundingan dengan Iran berlangsung baik. ”Mereka (Iran) ingin kesepakatan,” klaim Trump.
Sementara sejumlah pejabat AS dan negara-negara Teluk menyatakan, Iran hanya berunding dengan Oman. Inti perundingan soal rute untuk melewati Selat Hormuz yang memisahkan Oman dan Iran.
Adapun Qatar, salah satu penengah AS-Iran, menyebutkan bahwa perundingan damai berlangsung tanpa komunikasi langsung Washington-Teheran. Pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamam Al-Thani menelepon Trump untuk membahas perkembangan perundingan itu.
Trump mengancam blokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Ia terus menuntut Iran menyerah total dalam perang yang dimulai AS.
Trump mengaku selangkah lagi berhasil membuat Selat Hormuz dan melucuti program nuklir Iran. Hal itu sudah disampaikan Trump berulang kali tanpa hasil sejauh ini.
Menlu AS Marco Rubio mengatakan, AS terlibat dalam perundingan dengan Iran-Oman soal menambah volume lalu lintas kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz. Optimisme pelaku pasar muncul, dan harga minyak Brent turun menjadi 79 dolar AS per barel.
Meski demikian, Iran masih secara efektif menutup Selat Hormuz dan menentukan siapa yang bisa melintas. Pada Selasa pagi, Badan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya kapal pengangkut peti kemas yang dihantam rudal di Selat Hormuz dekat pesisir Oman.
Alternatif untuk menghindari Selat Hormuz adalah pengiriman migas melalui Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, di Laut Merah. Namun, kini upaya tersebut pun mentah.
Sebab, Houthi di Yaman melancarkan blokade terhadap kapal terkait Arab Saudi di perairan Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Houthi mengklaim sudah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal yang melanggar blokade.
Pada Selasa, kapal India, MSV Faize Noore Oliya, tenggelam di Laut Merah dekat Yaman setelah diserang oleh pihak tidak dikenal. Seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri.
Laut Merah adalah pintu lintasan kapal dari Terusan Suez. Jalur tersebut sempat ditutup Houthi akibat Perang Israel-Hamas di Gaza yang mengakibatkan pelayaran niaga berlayar melingkari ujung selatan Afrika. (Reuters)
WASHINGTON, RABU — Amerika Serikat semakin kehilangan akal dan rudal menghadapi Iran. Sementara perang tak kunjung jelas kapan akan berakhir.
Penipisan cadangan rudal AS diungkapCNNdan Reuters dalam laporan pada Selasa (4/8/2026) siang waktu Washington DC atau Rabu dini hari WIB. Reuters menulis, AS praktis menghabiskan hampir seluruh rudal taktis angkatan darat (ATACMS) dan rudal tepat sasaran (PrSM) dalam lima bulan serangan ke Iran.
Laporan soal penipisan cadangan rudal dikeluarkan sehari selepas CNN mengulas soal permintaan gagasan menyerang Iran. Para prajurit dan perwira AS dimintai gagasan oleh para komandan.
Serial Artikel
Debut Dua Rudal dalam Serangan AS-Israel ke Iran
Rudal PrSM buatan AS untuk menyerang Iran. Arhanud Cheongung-II dari Korsel untuk mencegat pembalasan Iran.
Rangkaian serangan AS ke Iran, menurut CNN, menguras 80 persen rudal THAAD dan 50 persen rudal Patriot. Rudal-rudal itu untuk pertahanan udara. Menurut Centre for Strategic and International Studies (CSIS), AS punya 2.200 rudal patriot dan 425 rudal THAAD sebelum menyerang Iran.
Kondisi itu mencemaskan sekutu AS di Timur Tengah. Serangan AS ke Iran, antara lain, mengandalkan dukungan dari aset militernya di berbagai pangkalan di Timur Tengah. Negara-negara tempat pangkalan AS itu kerap jadi sasaran pembalasan Iran.
Dalam kondisi tersebut, intelijen AS memperingatkan Trump untuk tidak main-main dengan menyasar target infrastruktur sipil Iran. Akan tetapi, kelompok ekstrem kanan yang menjadi penasihat Trump terus mendorong Presiden AS itu bertindak agresif terhadap Iran.
Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly mengatakan kepada CNN bahwa militer AS masih memiliki amunisi dan rudal untuk melanjutkan perang demi mencapai sasaran strategis Trump. ”Kontraktor terus memasok senjata militer AS. Kita memiliki senjata terbaik di dunia,” ujar Kelly menyanggah laporan merosotnya persediaan senjata AS.
Trump juga menyanggah cadangan persenjataan AS menipis. ”AS punya amunisi melebihi siapa pun di dunia dan melebihi dari yang kita butuhkan,” kata Trump.
”Perusahaan pertahanan kita, sekarang, membuat amunisi lebih banyak dari yang pernah mereka produksi sebelumnya, sebagai tambahan, juga mengembangkan pabrik dan perlengkapan mereka,” tambah Trump.
Serial Artikel
Gunakan PrSM, AS Diduga Hantam Anak-anak SD di Iran
Serangan ke gedung olahraga dan sekolah di Lamerd menjadi insiden fatal kedua yang menyerang anak-anak SD setelah tragedi SD Minab.
Perkembangan itu terungkap di tengah ketidakjelasan perundingan AS-Iran. Menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent, kesepakatan pembukaan Selat Hormuz akan segera tercapai dengan Iran. ”Kesepakatan damai dicapai dalam hitungan jam,” kata Bessent kepada Stasiun TV CNBC.
Sementara di California, Presiden Donald Trump kembali mengancam Iran. ”Selat akan segera dibuka tak lama lagi atau mereka (Iran) akan diserang akan keras dan lalu selat akan dibuka,” ujarnya, Selasa waktu setempat.
Selat Hormuz terbuka sampai AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Sebagai pembalasan atas serangan itu, selain menembakkan ribuan rudal, roket, dan pesawat nirawak, Iran menutup Selat Hormuz. Pasokan energi dan pupuk ke pasar global pun terganggu.
Trump kembali mengatakan, perundingan dengan Iran berlangsung baik. ”Mereka (Iran) ingin kesepakatan,” klaim Trump.
Sementara sejumlah pejabat AS dan negara-negara Teluk menyatakan, Iran hanya berunding dengan Oman. Inti perundingan soal rute untuk melewati Selat Hormuz yang memisahkan Oman dan Iran.
Adapun Qatar, salah satu penengah AS-Iran, menyebutkan bahwa perundingan damai berlangsung tanpa komunikasi langsung Washington-Teheran. Pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamam Al-Thani menelepon Trump untuk membahas perkembangan perundingan itu.
Trump mengancam blokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Ia terus menuntut Iran menyerah total dalam perang yang dimulai AS.
Trump mengaku selangkah lagi berhasil membuat Selat Hormuz dan melucuti program nuklir Iran. Hal itu sudah disampaikan Trump berulang kali tanpa hasil sejauh ini.
Menlu AS Marco Rubio mengatakan, AS terlibat dalam perundingan dengan Iran-Oman soal menambah volume lalu lintas kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz. Optimisme pelaku pasar muncul, dan harga minyak Brent turun menjadi 79 dolar AS per barel.
Serial Artikel
AS Akan Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS untuk Ukraina
Sistem rudal ATACMS akan membuat pasukan Ukraina mampu menghantam target-target milik Rusia jauh di belakang garis depan.
Meski demikian, Iran masih secara efektif menutup Selat Hormuz dan menentukan siapa yang bisa melintas. Pada Selasa pagi, Badan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya kapal pengangkut peti kemas yang dihantam rudal di Selat Hormuz dekat pesisir Oman.
Alternatif untuk menghindari Selat Hormuz adalah pengiriman migas melalui Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, di Laut Merah. Namun, kini upaya tersebut pun mentah.
Sebab, Houthi di Yaman melancarkan blokade terhadap kapal terkait Arab Saudi di perairan Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Houthi mengklaim sudah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal yang melanggar blokade.
Pada Selasa, kapal India, MSV Faize Noore Oliya, tenggelam di Laut Merah dekat Yaman setelah diserang oleh pihak tidak dikenal. Seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri.
Laut Merah adalah pintu lintasan kapal dari Terusan Suez. Jalur tersebut sempat ditutup Houthi akibat Perang Israel-Hamas di Gaza yang mengakibatkan pelayaran niaga berlayar melingkari ujung selatan Afrika. (Reuters)