Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal akan fokus mengakhiri konflik di Gaza. Di sisi lain, ia tetap mempertahankan dukungan untuk PM Netanyahu.
02 Jul 2025 06:00 WIB · Internasional
Pekan depan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menerima PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Merujuk sejumlah kantor berita, Selasa (1/7/2025), pertemuan itu akan digelar pada Senin mendatang.
Isu yang kemungkinan akan dibahas antara lain soal warga Israel yang disandera Hamas di Gaza dan gencatan senjata di wilayah itu. Rencana tersebut diungkapkan sejumlah pejabat AS, Senin lalu.
Trump memberikan sinyal akan fokus untuk mengakhiri konflik Israel-Hamas di Gaza. Konflik itu telah menelan 56.200 jiwa warga Palestina. Trump pada Jumat pekan lalu sesumbar bahwa ia mampu mendorong para pihak untuk segera mencapai gencatan senjata. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut cara mencapai kesepakatan tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/15/9dc597b7a6c43e4cc97515395e2c5483-wires_photo_65.jpg)
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Senin lalu mengatakan, Trump dan para pejabat tinggi AS terus berkomunikasi dengan para pemimpin Israel untuk mengakhiri konflik di Gaza. Hal itu menjadi prioritas bagi pemerintahan Trump.
”Sangat menyedihkan melihat gambar–gambar dari perang yang terjadi di Gaza dan Israel. Presiden Trump ingin ini segera berakhir. Dia ingin menyelamatkan nyawa manusia,” kata Leavitt.
Adapun kehancuran fisik di Israel baru terjadi dalam Perang 12 Hari Israel-Iran. Saat ini Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer sedang berada di Washington DC. Ia tengah berunding dengan para pejabat tinggi AS terkait rencana gencatan senjata di Gaza, Iran, dan sejumlah isu strategis lain.
Usai gencatan senjata tahap pertama, perundingan Israel–Hamas berulang kali menemui kebuntuan. Ada sejumlah ganjalan yang merintangi, di antaranya Hamas menuntut perang diakhiri, sementara itu Israel bersikeras menghabisi Hamas.
Saat ini masih ada 50 sandera Israel tersisa di Gaza. Separuhnya diyakini telah tewas akibat serangan Israel ke Gaza.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/26/2f6fe5471e3ab49d5f8b8b98d7d2368c-000_63EV3KE.jpg)
Di sisi lain, kedatangan Netanyahu kali ini akan dimanfaatkan Trump untuk menunjukkan bahwa serangan AS dan Israel telah berhasil melumpuhkan proyek nuklir Iran. Merujuk laporan intelijen, Gedung Putih mengklaim serangan AS telah melumpuhkan tiga situs nuklir Iran, yaitu Fordo, Natanz, dan Isfahan.
Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan dalam wawancara dengan CBS, Minggu (29/6/2025), bahwa tiga lokasi pengayaan uranium Iran telah dihancurkan oleh serangan AS-Israel. Meski demikian, dia menambahkan, masih ada sejumlah fasilitas nuklir yang tersisa. Iran masih mampu melanjutkan riset nuklir.
Selain membahas soal isu Gaza, gencatan senjata, dan hasil serangan atas Iran, Trump tampaknya menggunakan pertemuan itu sebagai bentuk dukungan kepada Netanyahu. Dalam beberapa hari terakhir, Trump terlibat dalam berbagai isu dalam negeri Israel, termasuk mendukung Netanyahu yang sedang menghadapi dugaan korupsi dalam sidang pengadilan di Israel. Trump mendesak agar proses hukum terhadap Netanyahu tidak dilanjutkan.
Sidang atas Netanyahu, menurut Trump, adalah mengada-ada dan mencari-cari kesalahan. AS, katanya, akan menyelamatkan Netanyahu dari proses pidana tersebut. Sikap Trump itu membuat perdebatan sengit dan membuat sekutunya terkejut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/15/03f4f622-c199-461c-b9ea-75c9e16e2eec_jpg.jpg)
Selain itu, Trump juga menyetujui penjualan senjata senilai 510 juta dollar AS ke Israel. Penjualan itu untuk menambah pasokan bom presisi tinggi. Menurut Kementerian Luar Negeri AS, bom yang disediakan untuk Israel antara lain 7.000 unit bom pintar JDAM.
Penjualan senjata itu tergolong kecil jika melihat bantuan senjata AS ke Israel yang setiap tahun mencapai angka 3 miliar dollar AS. Militer Israel sangat bergantung pada bom sejenis JDAM dan aneka arsenal buatan AS lainnya untuk menghancurkan Gaza serta agresi ke Iran.
”AS berkomitmen pada keamanan Israel dan sangat penting bagi kepentingan nasional AS membantu Israel membangun serta menjaga kesiapan perang,” demikian keterangan Kemenlu AS.
Jelang kunjungan ke AS, PM Netanyahu di Tel Aviv mengatakan, dalam kunjungan kali ini ia juga akan bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio, Menhan Pete Hegseth, Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/25/a8146180a1151a3a96905f05fc71258a-ISRAEL_IRAN_CONFLICT_130681292.jpg)
”Kita akan menyelesaikan beberapa hal untuk mencapai kesepakatan dagang,” kata Netanyahu merujuk pada perang tarif yang dilancarkan Trump ke seluruh dunia.
Netanyahu juga akan menemui pimpinan Kongres dan Senat AS. Kaum elite Yahudi dan zionis memiliki kelompok lobi AIPAC yang banyak membantu politisi AS dari kubu Republik dan Demokrat hingga kini.
Terkait isu tarif, Trump menerapkan tarif impor sebesar 17 persen terhadap produk Israel yang dijual di AS. (AP/REUTERS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan