Visa bagi warga superkaya dunia itu disebut Donald Trump sebagai Gold Card bagi individu kaya dan investor yang mengidamkan tinggal di Amerika Serikat.
27 Feb 2025 15:30 WIB · Internasional
WASHINGTON, KAMIS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan skema izin tinggal berupa kartu visa emas (gold visa) untuk mereka yang ingin bermukim di AS. Syaratnya, mereka harus menempatkan dana minimal 5 juta dollar AS (Rp 80 miliar).
”Pemberian visa itu akan membawa seseorang lebih mudah untuk mendapatkan kewarganegaraan AS. Ini pasar yang potensial dan akan laku keras,” kata Trump, Rabu (26/2/2025) waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia.
Menurut Trump, kebijakan itu akan mampu mengurangi beban utang AS. Trump mengatakan, tidak ada pembatasan dan larangan dari negara mana asal pemohon visa. Pembatasan dan pengawasan dilakukan terhadap individu, bukan negara asal. Ia bahkan membuka peluang itu bagi warga negara China dan Iran. Trump menganggap pemerintah kedua negara itu sebagai seteru.
Program visa emas ini menggantikan kebijakan visa investor yang mewajibkan warga asing menempatkan dana 1 juta dollar AS (Rp 16 miliar) dan mempekerjakan 10 warga negara AS untuk mendapatkan izin tinggal bagi investor di sana. Visa investasi atau EB-5 itu sudah berlangsung selama 35 tahun dan dinilai tidak berjalan efektif.
Dalam pertemuan pertama dengan kabinetnya, Rabu, Trump mengandaikan bisa mendapat 5 triliun dollar AS dari visa emas. Jumlah itu dapat mengurangi beban utang AS.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick kepada media dalam jumpa pers mengatakan, program EB-5 sudah berjalan bertahun-tahun, tetapi kurang menarik dan tidak dijalankan serius untuk menarik minat investor.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/372fb2bea79ad8e693321c8abdd787ec-Panama_Migrants.jpg)
Program visa emas akan membuat perubahan radikal dalam kebijakan imigrasi AS. Negara lain sudah terlebih dahulu menerapkan langkah tersebut, yakni visa yang mengizinkan orang-orang superkaya menempatkan dana lalu mendapatkan izin tinggal di suatu negara.
Kongres AS menetapkan syarat bagi kewarganegaraan AS. Namun, Trump mengatakan, pelaksanaan program visa emas tidak memerlukan persetujuan Kongres.
Ini pasar yang potensial dan akan laku keras.
Trump menambahkan, di masa mendatang, penerima program visa emas adalah orang-orang superkaya, sukses, serta akan membelanjakan uang di AS, membayar pajak di AS, dan membuka peluang kerja bagi warga negara AS. ”Program ini akan sukses besar,” ujarnya.
Lembaga konsultan Henley & Partners mengatakan, lebih dari 100 negara di dunia menerapkan program visa emas untuk melayani orang-orang superkaya dan para investor. Negara yang menerapkan kebijakan tersebut di antaranya Inggris, Spanyol, Yunani, Malta, Australia, Kanada, dan Italia.
Di Malta dan Siprus, banyak orang Israel dan Rusia kaya yang menetap dan menikmati hidup santai di negeri kepulauan di Laut Mediterania itu. Banyak pula orang superkaya di China yang membeli izin tinggal di Eropa serta Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Selain skema investor, selama ini orang yang berminat untuk bermigrasi dan mengadu nasib di AS biasanya mengikuti undian Green Card atau Kartu Hijau sebagai bukti penduduk tetap yang sah (lawful permanent resident). Tiap tahun diadakan undian dan ada kuota bagi warga dari negara tertentu.
”Perusahaan besar dapat membeli visa emas dengan imbal balik mempekerjakan warga AS. Tidak ada negara lain dapat memberlakukan program serupa karena orang-orang tidak mau ke negara lain. Mereka hanya mau pindah ke AS,” kata Trump optimistis.
Menurut dia, semua orang di dunia ingin datang dan tinggal di AS sejak 5 November 2024. Itu adalah tanggal pemilihan presiden AS yang dimenangi oleh pasangan Trump dan JD Vance.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/09/12/67aa00d5-6723-4ba1-89f4-ed52219e4ed9.jpg)
Lutnick menerangkan, kartu visa emas dalam penerapannya akan berlaku seperti Green Card atau izin tinggal permanen. Kenaikan biaya visa investor dalam skema kartu emas ini adalah langkah yang diperlukan untuk mencegah investor yang tidak berkomitmen membangun ekonomi AS. Investasi asal-asalan menjadi ciri dari skema EB-5 yang hanya menerapkan biaya ditempatkan sebesar 1 juta dollar AS (Rp 16 miliar).
Skema visa emas juga membuka pintu bagi orang untuk mendapatkan kewarganegaraan AS. Menurut Trump, mekanisme untuk menyeleksi dan kriteria siapa saja yang bisa mengajukan visa emas sedang diproses secara teknis.
Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebutkan, ada 8.000 orang yang mendapatkan visa investor dalam setahun di AS hingga akhir September 2022.
Pusat Riset Kongres pada 2021 melaporkan, program visa EB-5 berpotensi dimanfaatkan jejaring penipu dan kejahatan terorganisasi, termasuk dalam hal sumber dana investasi yang dibawa ke AS. Ketika itu, Presiden Joe Biden pada 2022 mengubah aturan skema visa EB-5 dengan meneliti para pemohon, yakni perorangan dan badan usaha, tentang keterlibatan dalam aktivitas ilegal dan penipuan untuk mengurangi risiko.
Adapun Trump menerangkan kiat bagaimana program unggulannya bisa berhasil. Trump sesumbar akan menjual 10 juta visa emas demi menekan defisit neraca keuangan AS. ”Ini akan jadi terobosan dan hal yang luar biasa,” kata Trump.
”Ini seperti skema Green Card, tetapi lebih canggih. Ini membuka jalan bagi perolehan kewarganegaraan AS, terutama bagi individu superkaya dan berbakat. Ini berarti orang-orang superkaya melalui perusahaannya akan mendatangkan orang-orang berbakat untuk bekerja di sini. Mereka pun akan tinggal dalam jangka waktu lama di AS,” papar Trump bersemangat. (AP/REUTERS).
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik W