Dituding Otoriter, Trump Mengaku Paling Transparan

Trump menggelar rapat kabinet secara terbuka selama lebih dari 3 jam. Berbagai hal dibahas, termasuk Taylor Swift. Rapat terbuka itu disebutnya bentuk transparansi.

27 Agt 2025 10:52 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

WASHINGTON, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan baru. Rapat kabinet disiarkan secara langsung dari Gedung Putih. Trump mengaku, kegiatan ini merupakan salah satu bukti bahwa pemerintahannya paling transparan.

Rapat tersebut berlangsung selama 3 jam, 16 menit, dan 41 detik di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington DC, Selasa (26/8/2025) siang waktu setempat, atau Rabu (27/8/2025) WIB. Rapat itu sekaligus menjadi konferensi pers terlama oleh Trump yang pernah disiarkan televisi.

Dengan jas biru andalan, Trump membuka rapat. Dia duduk diapit Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Ia berkomentar tentang segala hal, termasuk soal agenda pemerintah, musuh politik, situasi dunia, dan penyanyi Taylor Swift.

”Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Rapat kabinet itu sakral. Tidak sembarangan media bisa masuk. Saya pikir kegiatan ini akan dilakukan lagi di masa depan,” kata Trump dengan wajah berseri-seri menjelang akhir rapat.

Trump melanjutkan, rapat kabinet terbuka itu merupakan bukti bahwa pemerintahannya terbuka. ”Itulah kami. Dan kami belum membuat terlalu banyak kesalahan. Mungkin akan, tapi kami belum membuat terlalu banyak kesalahan,” ucapnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin rapat kabinet terbuka di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington,DC, pada Selasa (26/8/2025). Rapat yang disiarkan televisi secara langsung itu berlangsung selama 3 jam, 16 menit, dan 41 detik. Dia membahas berbagai hal, termasuk agenda pemerintah dan Taylor Swift.

Meski Gedung Putih gemar membanggakan Trump sebagai presiden ”paling transparan”, hal itu tidak selalu berarti keterbukaan. Berbagai peristiwa dalam tahun ini juga menunjukkan kenyataan bertolak belakang.

Gedung Putih pernah melarang wartawan Associated Press meliput acara kepresidenan lantaran AP tidak ingin mengganti nama Teluk Meksiko dengan Teluk Amerika pada Februari 2025. Pada April lalu, Gedung Putih juga membuat kebijakan baru yang membatasi akses kantor berita internasional independen, yakni Reuters, AP, dan Bloomberg.

Dalam rapat kabinet tersebut, Trump memberi setiap anggota kabinet, laki-laki ataupun perempuan, kesempatan untuk berbicara. The New York Times mencatat, mereka melaporkan berbagai perkembangan baru dari kebijakan pemerintah dan tetek bengek lainnya.

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy Jr, misalnya, menyampaikan situasi terkini tentang udang dari Asia yang terkontaminasi radioaktif yang dijual di AS. Adapun Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard melaporkan upaya pencegahan kejahatan terorisme, termasuk kolaborasi lembaga untuk penanganan kartel narkoba.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer meminta Trump untuk ke kantornya demi melihat spanduk besar dengan gambar wajah Trump.

Bukan diktator

Trump mendominasi pembicaraan selama rapat. Padahal, agendanya pada hari Selasa itu cukup padat. Ia mempunyai tiga agenda terpisah lainnya di Ruang Oval.

Banyak perkataan Trump dalam rapat yang tampaknya dirancang untuk menyinggung lawan-lawan politiknya. Presiden Republikan itu sudah sering dituding otoriter, antikritik, dan berperilaku tidak seperti presiden.

Dalam satu sesi, Trump menceritakan, dirinya bertemu seorang warga yang memuji kerjanya. Namun, ia melanjutkan, warga tersebut kemudian menyebut dirinya sebagai seorang diktator setelah mereka berpisah.

”Banyak orang mengatakan saya diktator, tetapi saya memberantas kejahatan. Jika memang begitu, saya lebih suka diktator. Namun, saya bukan diktator. Saya hanya tahu cara memberantas kejahatan,” ucap Trump.

Kritik atas kebijakan Trump sebetulnya bukan tanpa dasar. Yang terbaru, Trump mengancam akan mengerahkan pasukan Garda Nasional ke Chicago di Illinois, kota terbesar ketiga di AS.

Alasannya, tingkat kejahatan di kota itu mengkhawatirkan walau data menunjukkan tren penurunan. Ancaman Trump memicu penolakan Wali Kota Chicago Brandon Johnson, warga, dan berbagai organisasi sipil.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin rapat kabinet terbuka di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington,DC, pada Selasa (26/8/2025). Rapat yang disiarkan televisi secara langsung itu berlangsung selama 3 jam, 16 menit, dan 41 detik. Dia membahas berbagai hal, termasuk agenda pemerintah dan Taylor Swift. Ini adalah rapat kabinet ketujuh dalam masa jabatan kedua Trump.

Garda Nasional adalah pasukan cadangan yang sering digunakan dalam bencana alam dan terkadang dalam kasus kerusuhan sipil. Illinois merupakan basis dari Partai Demokrat, partai oposisi. Trump juga sudah pernah mengirim Garda Nasional atau pasukan militer ke kota-kota pendukung Demokrat lainnya, termasuk Los Angeles, pada Juni 2025.

Aksi Trump baru-baru ini yang juga mengundang kontroversi adalah ia berusaha memecat Lisa D Cook, ekonom perempuan kulit hitam pertama yang menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS. Padahal, lembaga itu dirancang independen dari kontrol pemerintah. Langkah Trump itu dipandang sebagai bagian dari upaya mengumpulkan lebih banyak kekuasaan.

Pada sesi rapat lainnya, Trump juga mengejek bahwa Ketua Minoritas Senat Chuck Schumer dari Partai Demokrat terlihat tua. Schumer berusia 74 tahun, lima tahun lebih muda dari Trump.

”Kasihan Chuck Schumer yang bodoh itu. Dia terlihat seperti sudah berumur ratusan tahun. Saya tak suka membahas penampilan. Kalau berpolitik, penampilan tidak penting,” ujarnya.

Banjir pujian

Ketika mendapat kesempatan berbicara, setiap anggota kabinet selalu menyelipkan pujian bahwa Trump adalah ”presiden terhebat” dalam sejarah. Setiap satu pejabat selesai memuji, pejabat berikutnya tampak berusaha lebih keras untuk memuji.

Steve Witkoff, Utusan Khusus Trump untuk Ukraina dan Timur Tengah, mengatakan, bekerja untuk pemerintahan Trump adalah kehormatan terbesar dalam hidupnya. Menurut dia, Trump telah menyelesaikan lebih dari tujuh konflik dalam delapan bulan terakhir.

”Hanya ada satu hal yang saya harapkan, Komite Penghargaan Nobel menyadari bahwa Anda adalah kandidat terbaik. Di luar kesuksesan, Anda mengubah permainan di dunia saat ini,” kata Witkoff diiringi tepuk tangan yang lain.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga tidak mau kalah. ”Ini kabinet terhebat yang bekerja untuk presiden terhebat. Saya sangat menikmati bekerja untuk Anda, Mr President,” ujar Lutnick.

”Pasukan meminta saya menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan, keberanian, kejelasan, dan akal sehat Anda, atas perlindungan untuk mengutamakan Amerika. Sekutu Eropa sekarang membayar 5 persen untuk pertahanan dan sekutu di Indo Pasifik melakukan hal serupa. Itu adalah pengakuan terhadap kepemimpinan Amerika,” ujar Hegseth.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin rapat kabinet terbuka di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington,DC, pada Selasa (26/8/2025). Rapat yang disiarkan televisi secara langsung itu berlangsung selama 3 jam, 16 menit, dan 41 detik. Dia membahas berbagai hal, termasuk agenda pemerintah dan Taylor Swift.

Senyuman tentu saja merekah pada bibir Trump. Dia beberapa kali mengapresiasi kata-kata manis para pembantunya.

Menjelang akhir rapat, Trump berkomentar bahwa dirinya akan menegur anggota kabinet jika mereka salah berbicara. Untungnya, tidak ada. Ia juga sempat membuka sesi bertanya serta bersimpati kepada para jurnalis. ”Apakah kalian mulai lelah?” tanya Trump.

Ketika seorang jurnalis memberi tahu Trump bahwa konferensi persnya kalah dari berita pertunangan Taylor Swift dan bintang olahraga Travis Kelce, Trump mendoakan mereka. Hal itu di luar kebiasaan. Trump kerap mengkritik Swift karena mendukung rivalnya pada Pilpres 2024, yaitu Kamala Harris.

Konferensi pers kali ini menjadi pertunjukan politik terbaru dari Trump. Bagian dari upaya membentuk narasi bahwa pemerintahannya transparan, terbuka, dan sukses.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji