Trump-Putin Sepakat Hentikan Serangan pada Infrastruktur dan Energi

Di sisi lain, langkah maju itu kurang mantap. Putin belum menyetujui proposal gencatan senjata penuh selama 30 hari yang diajukan Trump, dan telah diterima Zelenskyy

19 Mar 2025 02:43 WIB · Internasional

Oleh Bonifasius Josie Susilo H

WASHINGTON DC, RABU - Rusia dan Amerika Serikat sepakat untuk menghentikan serangan Rusia pada infrastruktur dan energi Ukraina. Kesepakatan itu muncul dalam pembicaraan telepon antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan mitranya Presiden Rusia, Vladimir Putin, Selasa (18/3/2025) waktu Washington atau Rabu (19/3/2025) waktu Jakarta. Ukraina mendukung pencapaian itu, namun Kyiv membutuhkan penjelasan lebih teperinci dari Washington.

Menurut Trump, pembicaraannya dengan Putin berlangsung dengan sangat baik dan produktif. Mereka, tutur Trump, membahas banyak elemen terkait kesepakatan damai untuk Ukraina.

"Kami sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata pada semua target energi dan infrastruktur, dengan pemahaman bahwa kami akan bekerja cepat untuk melakukan gencatan senjata Lengkap dan, pada akhirnya, MENGAKHIRI Perang yang sangat mengerikan antara Rusia dan Ukraina," kata Trump melalui platform Truth Social.

(COMBO) This combination of pictures created on March 18, 2025 shows President Donald Trump (R) on the phone on January 28, 2017 in Washington, and Russia's President Vladimir Putin (L) on the phone Moscow on December 27, 2023. The Kremlin said a highly-anticipated phone call between Vladimir Putin and Donald Trump will take place between 1300 GMT and 1500 GMT on March 18, 2025 and that the pair will discuss Ukraine and the "normalisation" of US-Russian ties. (Photo by Drew ANGERER and Gavriil GRIGOROV / various sources / AFP)

Di sisi lain, langkah maju tersebut terasa belum mantap lantaran kedua pemimpin tersebut belum menyegel gencatan senjata penuh. Sejauh ini, Putin belum menegaskan bahwa Rusia setuju pada proposal gencatan senjata penuh selama 30 hari yang diajukan Washington.

Kremlin hanya mengatakan, Putin setuju untuk menghentikan serangan atas target energi Ukraina selama 30 hari. Terkait hal itu, Putin telah memberi perintah kepada pasukannya. Kremlin mengklaim, bahwa Ukraina juga telah menyetujui gencatan senjata atas target-target energi. Namun sejauh ini Kyiv belum memberi komentar atas pernyataan Kremlin.

Sebaliknya, Gedung Putih menyebutkan, bahwa pembahasan terkait gencatan senjata yang lebih luas ada digelar di Timur Tengah dalam waktu dekat. Namun Kremlin meminta, bahwa syarat utama untuk perdamaian adalah penghentian dukungan militer dan intelijen Barat pada Ukraina.

From left, European Council President Antonio Costa, Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy and European Commission President Ursula von der Leyen arrive for an EU Summit at the European Council building in Brussels, Thursday, March 6, 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Sikap Ukraina

Selepas pembicaraan Trump dan Putin, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, mendukung pencapaian tersebut. Namun ia menegaskan, Ukraina membutuhkan penjelasan lebih detail dari AS.

"Setelah kami mendapatkan detail dari Presiden AS, dari pihak AS, kami akan memberikan jawaban kami," kata Zelenskyy kepada wartawan. Ia menambahkan, AS harus menjadi penjamin, dan Kyiv akan menaati kesepakatan sejauh Rusia juga menaatinya.

Sebelum pembicaraan itu digelar, Kyiv menerima usulan AS untuk menghentikan pertempuran selama 30 hari. Terkait hal itu, Kyiv meminta Moskwa juga mengambil sikap serupa dan menerima gencatan senjata tanpa syarat.

"Sudah waktunya bagi Rusia untuk menunjukkan apakah mereka benar-benar menginginkan perdamaian," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari