Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui permintaan Pakistan untuk memperpanjang tenggat hingga dua minggu. Upaya itu untuk memberi ruang diplomasi.
08 Apr 2026 06:30 WIB · Internasional
AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX BRAN
Catatan redaksi: Artikel telah diperbarui pada pukul 07.15 WIB dengan menambah paragraf baru (4-6) tentang persetujuan dan tanggapan Iran atas tawaran gencatan senjata yang diajukan Pakistan.
WASHINGTON DC, RABU — Upaya Pakistan untuk mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda tenggat serangannya berhasil. Trump pada Selasa (7/4/2026) petang waktu Washington DC, atau Rabu (8/4/2026) pagi WIB, menyatakan setuju untuk menangguhkan serangan dahsyat atas Iran jika Teheran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz. Untuk saat ini, Iran dan AS sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan.
”Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Jenderal Besar Asim Munir, dari Pakistan, yang meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di media sosial kurang lebih satu jam sebelum batas waktu yang ditentukannya.
”Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi,” kata Trump. Menurut Trump, AS mengkaji proposal Iran yang berisi 10 poin. Ia menilai proposal itu dapat menjadi dasar untuk bernegosiasi dan dapat diterapkan.
Iran juga dikabarkan menerima tawaran Pakistan. Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengonfirmasi jalur aman selama dua minggu bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/08/7e9491d842823bfe9cadeaeae514acbf-US_ISRAEL_IRAN_WAR_PROTEST_137354241.jpg)
Lebih lanjut, Dewan Keamanan Tertinggi Iran menyatakan, negosiasi AS akan dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan. Teheran mengungkapkan, pembicaraan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan rincian proposal yang disampaikan Iran melalui Pakistan.
Isi proposal itu, antara lain, ketentuan tentang transit melalui Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari pangkalan regional. Proses negosiasi diperkirakan berlangsung hingga 15 hari dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Menjelang tenggat serangan AS atas Iran, Pakistan bekerja keras untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan. ”Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sebagaimana mestinya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat selama dua minggu. Pakistan, dengan tulus, meminta saudara-saudara Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai isyarat niat baik,” kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam unggahan di X.
Desakan Sharif mengemuka setelah Trump melontarkan ancaman mengerikan. Ia hendak menghancurkan Iran jika tidak ada kesepakatan dicapai. Trump memberi Iran batas waktu hingga pukul 8 malam waktu Washington untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz. Jika Teheran mengabaikannya, AS akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran. (AP/AFP/REUTERS)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/24/6e6e01b5e780fa95415865454f1caecd-24022026_ANU_AFP_Selat_Hormuz_mumed.jpg)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji