WASHINGTON DC, JUMAT — Pesawat angkut dan pesawat tanker militer Amerika Serikat semakin sibuk di Timur Tengah. Sementara Presiden AS Donald Trump menunda membuat keputusan soal serangan ke Iran.
Pada Jumat (20/6/2025) pagi WIB, delapan pesawat tanker udara AS terpantau meninggalkan pangkalan dekat Sacramento, California. Menurut laman Flightradar24 dan ADSBexchange, pesawat-pesawat itu terbang dalam dua gelombang menuju barat daya. Pangkalan udara di sekitar Sacramento, antara lain, menjadi markas armada tanker udara dan pesawat intai jarak jauh AS.
Senin lalu, 31 tanker udara meninggalkan AS dan terlacak menuju Timur Tengah. Reuters melaporkan, tanker-tanker itu mengiringi jet-jet tempur AS ke Timur Tengah. AS menambah F-35, F-22, dan F-16 ke pangkalan udara di sekitar Iran. Kini, 25 pesawat tanker itu masih berada di Eropa.
Adapun di Pangkalan Diego Garcia, citra satelit pada Kamis menunjukkan ada tiga pesawat pengebom B-52 AS. Selain itu, terpantau pula enam pesawat tanker udara KC-135 dan satu pesawat angkut C-5M.
Pangkalan Diego Garcia berada 4.000 kilometer di tenggara Iran. Pangkalan milik Inggris itu terletak di tengah Samudra Hindia.
Pesawat angkut itu, bersama C-17A, juga terpantau bolak-balik di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, sejak Rabu. Pesawat C-17 dan C-5M terbang antara Arab Saudi dan sejumlah negara di Eropa.
AS juga tengah mengerahkan dua gugus tempur laut (guspurla) tambahan ke Timur Tengah. Guspurla USS Nimitz tengah menuju Laut Arab. Sementara Guspurla USS Gerald Ford akan bergerak menuju Eropa, lalu mendekati Israel. CNN melaporkan, kapal induk itu dan kapal pengiringnya bisa jadi akan ke Laut Merah juga.
AS kini menempatkan Guspurla USS Carl Vinson di Laut Arab. Guspurla itu telah bertugas tujuh bulan di Timur Tengah. Biasanya, guspurla ditempatkan sembilan bulan di satu lokasi sebelum kembali ke pangkalan untuk perawatan, perbekalan ulang, dan penyegaran awak.
Guspurla Gerald Ford disebut akan tiba di sekitar Laut Merah sebelum Guspurla Carl Vinson meninggalkan kawasan. Dengan demikian, dalam beberapa pekan mendatang, AS akan kembali menempatkan pasukan terbesar di Timur Tengah sejak serbuan ke Irak pada 2003.
Di sisi lain, AS mengeluarkan seluruh kapal perangnya dari pangkalan di Bahrain. Hampir seluruh pesawat militer AS juga telah meninggalkan Lanud Al Udeid, Qatar. Bahrain dan Qatar tidak sampai 500 kilometer dari Iran.
Pada awal Juni 2025, sebanyak 40 pesawat militer AS berada di Lanud Al Udeid. Pada 18 Juni 2025 hanya tersisa tiga pesawat angkut yang terpantau bolak-balik terbang dari dan ke lanud tersebut. ”Personel dan aset AS di sana amat rawan karena jaraknya amat dekat dengan Iran,” kata peneliti RAND, Letnan Kolonel (Purn) Mark Schwartz, kepada AFP.
Kepada CNN, sejumlah sumber di Departemen Pertahanan AS menyebut, pemindahan bagian dari langkah pencegahan. Iran mengancam menyerang pangkalan AS di kawasan jika AS menyerang Iran.
Pemindahan aset dari sekitar Teluk Persia dilakukan di tengah dugaan Iran akan menutup Selat Hormuz. Selat itu satu-satunya akses masuk dan ke luar Teluk Persia.
Sementara Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan, pesawat kargo pengangkut senjata AS-Jerman terus datang ke Israel. Dalam sepekan terakhir, 14 pesawat kargo berdatangan. Dalam video yang diedarkan Kemenhan Israel terlihat, pesawat itu mengangkut berbagai macam kotak yang lazim dipakai mengemas persenjataan.
Trump menunda
Sementara itu, Presiden Trump menunda membuat keputusan soal serangan ke Iran. ”Berdasarkan perkembangan situasi ada peluang untuk berunding dengan Iran dalam waktu dekat. Saya akan memutuskan berperang atau tidak jadi berperang dalam dua pekan,” demikian keterangan Trump yang dibacakan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah Trump bolak-balik mengancam menyerang Iran. Bahkan, Senin lalu, ia menyebut telah memberikan ultimatum tertinggi agar Iran menyerah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei segera menyatakan, Iran tidak akan menyerah. Di sisi lain, para diplomat dan pejabat Iran menuju Oman dan Swiss untuk melanjutkan perundingan soal nuklir Iran.
Kantor Berita CBS melaporkan, Trump sudah menyetujui rencana menyerang Iran, tetapi belum memutuskan kapan serangan dilancarkan.
Menteri Luar Negeri Inggris David Lamy menyebut, kini pintu solusi diplomatik kembali terbuka. Perwakilan Inggris dan sejumlah negara Eropa berkumpul di Swiss untuk berunding dengan Iran. ”Ini saatnya menghentikan kejadian memprihatinkan di Timur Tengah dan mencegah eskalasi kawasan yang tidak akan menguntungkan siapa pun,” katanya.
Menlu Iran Abbas Araghchi membenarkan akan bertemu sejawatnya di Geneva. Pertemuan di Geneva, Swiss, dijadwalkan Jumat ini. Lammy telah menemui Menlu AS Marco Rubio sebelum ke Geneva. ”Situasi di Timur Tengah tetap mencekam,” kata Lammy.
Gedung Putih menyebut, pertemuan Geneva antara Iran-Eropa. ”Presiden (Trump) mendukung upaya diplomatik dari sekutu kami yang bisa membawa Iran lebih dekat mencapai kesepakatan,” demikian kata salah satu pejabat Gedung Putih.
Ambisi AS menyerang Iran dikritik sejumlah negara. Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, AS bisa membuat situasi perang lebih buruk jika sampai terlibat langsung. Ia menyampaikan hal itu setelah Trump menuntut Iran menyerah tanpa syarat. Trump mengaitkan berbagai tuntutan AS dengan program nuklir Iran yang dibenarkan sesuai aturan internasional jika dilakukan untuk kepentingan damai.
Leavitt mengatakan, prioritas Trump adalah memastikan Iran tidak dapat membangun senjata nuklir. Sudah 30 tahun, AS-Israel berulang kali menyatakan Iran semakin mendekat memiliki senjata nuklir. Pemeriksaan pengawas independen dan intelijen AS menyatakan sebaliknya.
Araghchi menegaskan, Iran berkomitmen menjaga jalur diplomasi, kecuali dalam urusan dengan Israel. Iran menegaskan serangan balik ke Israel yang dilakukan beberapa hari terakhir adalah tindakan bela diri atas agresi Israel.
(AP/AFP)
WASHINGTON DC, JUMAT — Pesawat angkut dan pesawat tanker militer Amerika Serikat semakin sibuk di Timur Tengah. Sementara Presiden AS Donald Trump menunda membuat keputusan soal serangan ke Iran.
Pada Jumat (20/6/2025) pagi WIB, delapan pesawat tanker udara AS terpantau meninggalkan pangkalan dekat Sacramento, California. Menurut laman Flightradar24 dan ADSBexchange, pesawat-pesawat itu terbang dalam dua gelombang menuju barat daya. Pangkalan udara di sekitar Sacramento, antara lain, menjadi markas armada tanker udara dan pesawat intai jarak jauh AS.
Serial Artikel
Selain Kapal Induk, Inilah Persenjataan AS di Sekitar Iran
Jet tempur sampai pesawat pengebom ditempatkan AS untuk membantu pertahanan Israel. Ada ratusan pesawat dan puluhan ribu tentara.
Senin lalu, 31 tanker udara meninggalkan AS dan terlacak menuju Timur Tengah. Reuters melaporkan, tanker-tanker itu mengiringi jet-jet tempur AS ke Timur Tengah. AS menambah F-35, F-22, dan F-16 ke pangkalan udara di sekitar Iran. Kini, 25 pesawat tanker itu masih berada di Eropa.
Adapun di Pangkalan Diego Garcia, citra satelit pada Kamis menunjukkan ada tiga pesawat pengebom B-52 AS. Selain itu, terpantau pula enam pesawat tanker udara KC-135 dan satu pesawat angkut C-5M.
Pangkalan Diego Garcia berada 4.000 kilometer di tenggara Iran. Pangkalan milik Inggris itu terletak di tengah Samudra Hindia.
Pesawat angkut itu, bersama C-17A, juga terpantau bolak-balik di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, sejak Rabu. Pesawat C-17 dan C-5M terbang antara Arab Saudi dan sejumlah negara di Eropa.
AS juga tengah mengerahkan dua gugus tempur laut (guspurla) tambahan ke Timur Tengah. Guspurla USS Nimitz tengah menuju Laut Arab. Sementara Guspurla USS Gerald Ford akan bergerak menuju Eropa, lalu mendekati Israel. CNN melaporkan, kapal induk itu dan kapal pengiringnya bisa jadi akan ke Laut Merah juga.
AS kini menempatkan Guspurla USS Carl Vinson di Laut Arab. Guspurla itu telah bertugas tujuh bulan di Timur Tengah. Biasanya, guspurla ditempatkan sembilan bulan di satu lokasi sebelum kembali ke pangkalan untuk perawatan, perbekalan ulang, dan penyegaran awak.
Guspurla Gerald Ford disebut akan tiba di sekitar Laut Merah sebelum Guspurla Carl Vinson meninggalkan kawasan. Dengan demikian, dalam beberapa pekan mendatang, AS akan kembali menempatkan pasukan terbesar di Timur Tengah sejak serbuan ke Irak pada 2003.
Serial Artikel
Israel Bom Palestina dan Lebanon, AS Bom Yaman
Yaman, Lebanon, dan Palestina jadi sasaran pengeboman Amerika Serikat dan Israel. Seruan penghentian perang diabaikan.
Di sisi lain, AS mengeluarkan seluruh kapal perangnya dari pangkalan di Bahrain. Hampir seluruh pesawat militer AS juga telah meninggalkan Lanud Al Udeid, Qatar. Bahrain dan Qatar tidak sampai 500 kilometer dari Iran.
Pada awal Juni 2025, sebanyak 40 pesawat militer AS berada di Lanud Al Udeid. Pada 18 Juni 2025 hanya tersisa tiga pesawat angkut yang terpantau bolak-balik terbang dari dan ke lanud tersebut. ”Personel dan aset AS di sana amat rawan karena jaraknya amat dekat dengan Iran,” kata peneliti RAND, Letnan Kolonel (Purn) Mark Schwartz, kepada AFP.
Kepada CNN, sejumlah sumber di Departemen Pertahanan AS menyebut, pemindahan bagian dari langkah pencegahan. Iran mengancam menyerang pangkalan AS di kawasan jika AS menyerang Iran.
Pemindahan aset dari sekitar Teluk Persia dilakukan di tengah dugaan Iran akan menutup Selat Hormuz. Selat itu satu-satunya akses masuk dan ke luar Teluk Persia.
Sementara Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan, pesawat kargo pengangkut senjata AS-Jerman terus datang ke Israel. Dalam sepekan terakhir, 14 pesawat kargo berdatangan. Dalam video yang diedarkan Kemenhan Israel terlihat, pesawat itu mengangkut berbagai macam kotak yang lazim dipakai mengemas persenjataan.
Trump menunda
Sementara itu, Presiden Trump menunda membuat keputusan soal serangan ke Iran. ”Berdasarkan perkembangan situasi ada peluang untuk berunding dengan Iran dalam waktu dekat. Saya akan memutuskan berperang atau tidak jadi berperang dalam dua pekan,” demikian keterangan Trump yang dibacakan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah Trump bolak-balik mengancam menyerang Iran. Bahkan, Senin lalu, ia menyebut telah memberikan ultimatum tertinggi agar Iran menyerah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei segera menyatakan, Iran tidak akan menyerah. Di sisi lain, para diplomat dan pejabat Iran menuju Oman dan Swiss untuk melanjutkan perundingan soal nuklir Iran.
Kantor Berita CBS melaporkan, Trump sudah menyetujui rencana menyerang Iran, tetapi belum memutuskan kapan serangan dilancarkan.
Serial Artikel
Larang Israel Bunuh Khamenei, Trump Mau Hindari Perang Besar
Israel merengek meminta AS ikut menyerang Iran. Trump tidak mau dan bahkan melarang Israel membunuh Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri Inggris David Lamy menyebut, kini pintu solusi diplomatik kembali terbuka. Perwakilan Inggris dan sejumlah negara Eropa berkumpul di Swiss untuk berunding dengan Iran. ”Ini saatnya menghentikan kejadian memprihatinkan di Timur Tengah dan mencegah eskalasi kawasan yang tidak akan menguntungkan siapa pun,” katanya.
Menlu Iran Abbas Araghchi membenarkan akan bertemu sejawatnya di Geneva. Pertemuan di Geneva, Swiss, dijadwalkan Jumat ini. Lammy telah menemui Menlu AS Marco Rubio sebelum ke Geneva. ”Situasi di Timur Tengah tetap mencekam,” kata Lammy.
Gedung Putih menyebut, pertemuan Geneva antara Iran-Eropa. ”Presiden (Trump) mendukung upaya diplomatik dari sekutu kami yang bisa membawa Iran lebih dekat mencapai kesepakatan,” demikian kata salah satu pejabat Gedung Putih.
Ambisi AS menyerang Iran dikritik sejumlah negara. Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, AS bisa membuat situasi perang lebih buruk jika sampai terlibat langsung. Ia menyampaikan hal itu setelah Trump menuntut Iran menyerah tanpa syarat. Trump mengaitkan berbagai tuntutan AS dengan program nuklir Iran yang dibenarkan sesuai aturan internasional jika dilakukan untuk kepentingan damai.
Leavitt mengatakan, prioritas Trump adalah memastikan Iran tidak dapat membangun senjata nuklir. Sudah 30 tahun, AS-Israel berulang kali menyatakan Iran semakin mendekat memiliki senjata nuklir. Pemeriksaan pengawas independen dan intelijen AS menyatakan sebaliknya.
Araghchi menegaskan, Iran berkomitmen menjaga jalur diplomasi, kecuali dalam urusan dengan Israel. Iran menegaskan serangan balik ke Israel yang dilakukan beberapa hari terakhir adalah tindakan bela diri atas agresi Israel.