Penegasan Trump akan kebijakan keras dalam ”memerangi” imigran di Amerika.
08 Jul 2025 11:29 WIB · Internasional
Deretan pagar betis petugas imigrasi federal yang didukung pasukan berkuda dan puluhan anggota Garda Nasional dengan persenjataan lengkap terlihat menyisir Taman MacArthur di Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (7/7/2025) waktu setempat. Aksi ini menarik sekaligus menakutkan bagi warga setempat yang biasa beraktivitas di taman.
Taman yang biasanya ramai dengan aktivitas hari itu terlihat sepi. Pedagang makanan dan mainan, serta keluarga yang berpiknik, biasanya memenuhi taman ini, tapi hari itu mereka tidak terlihat. Kabar akan adanya aksi ini bocor. Sebagian besar dari mereka yang biasa beraktivitas di tempat ini memilih menghindar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/08/548aff7c-86ed-45f3-af93-4989cd1ac5e1_jpg.jpg)
Kendaraan taktis yang berputar-putar di taman dengan pasukan Garda Nasional bersenjata lengkap serta helikopter yang terbang di atas taman menjadi pemandangan tersendiri.
Betsy Bolte, tinggal di dekat taman, datang ke taman setelah melihat helikopter bergaya militer berputar-putar di atas kepala. Ia mengatakan ”sangat menyakitkan” menyaksikan apa yang tampak seperti unjuk kekuatan federal di jalan-jalan kota Amerika Serikat (AS).
”Itu teror dan, Anda tahu, itu menghancurkan hati dan jiwa Los Angeles. Saya kaget, tidak percaya, dan sangat marah, takut, dan patah hati,” katanya.
Taman MacAthur juga dikenal sebagai ”Pulau Ellis di Pantai Barat” karena merupakan pusat populasi imigran yang besar. Taman ini dibangun pada abad ke-19. Sejak 1980 taman ini berkembang menjadi lingkungan imigran yang padat.
Dengan danau kecil di tengahnya, taman itu menjadi tempat favorit penduduk dan imigran untuk bersantai. Dalam perkembangannya, taman ini menjadi tempat perkemahan bagi para tunawisma dan pencandu narkoba.
Pada 2007, taman tersebut menjadi lokasi unjuk rasa besar May Day untuk menuntut amnesti bagi imigran tanpa status legal. Unjuk rasa berakhir dengan tembakan peluru karet ke arah pengunjuk rasa oleh polisi. Para demonstran kemudian menggugat kota tersebut dan menerima ganti rugi sebesar 12,8 juta dollar AS.
Operasi hari itu melibatkan 17 Humvee, 4 kendaraan taktis, 2 ambulans, serta tentara berkuda dan petugas berkuda juga mengagetkan Wali Kota Los Angeles Karen Bass. Ia menepikan mobilnya dan turun melihat petugas berkuda dan tentara bersenjata lengkap melewati taman bermain anak-anak.
Bass dan Gubernur Gavin Newsom menyebutnya sebagai aksi dan tontonan politik yang dimaksudkan untuk mengintimidasi komunitas imigran di kota tersebut.
Sebelumnya, pada awal Juni, Trump mengerahkan sekitar 4.000 personel Garda Nasional dan 800 marinir sebagai tanggapan aksi unjuk rasa memprotes penggerebekan yang dilakukan petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Los Angeles. Ini menimbulkan perseteruan dengan Newsom yang menentang pelibatan pasukan Garda Nasional dalam penanganan aksi unjuk rasa.
Namun, aksi unjuk kekuatan di Taman MacArthur tampaknya menjadi penegasan akan komitmen Trump dalam penegakan hukum terhadap imigran.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji