Pada kampanye tahun lalu Trump berjanji membersihkan kota-kota AS dari tunawisma. Keberadaan tunawisma dianggap mengganggu keindahan dan kenyamanan kota.
11 Agt 2025 10:54 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, SENIN — Ungkapan ibu kota lebih kejam dari ibu tiri ternyata tak hanya berlaku bagi pendatang miskin di Jakarta. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menyingkirkan tunawisma dari jalanan di ibu kota AS, Washington DC. Ia juga akan memenjarakan para penjahat.
”Tunawisma harus menyingkir, SEGERA. Kami akan memberi kalian tempat tinggal, tetapi JAUH dari ibu kota. Penjahat, kalian tidak perlu pindah, kami akan mengurung kalian di penjara,” kata Trump di media sosial, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters, Senin (11/8/2025).
Belum ada rencana aksi untuk menjalankan perintah eksekutif Trump. Namun, ratusan prajurit Garda Nasional telah disiapkan untuk turun menghalau tunawisma. Berbeda dengan aturan pengerahan Garda Nasional di negara bagian yang harus seizin gubernur, presiden bisa mengerahkan Garda Nasional di wilayah ibu kota.
Gedung Putih tidak menjelaskan dengan dasar hukum apa Trump bisa mengusir kaum tunawisma dari Washington DC. Presiden AS hanya memiliki kekuasaan atas lahan pemerintah federal dan sejumlah bangunan di ibu kota.
Saat ini, menurut lembaga Community Partnership, ada 2.782 tunawisma di Washington DC yang berpenduduk 700.000 jiwa. Sebagian besar dari mereka tinggal di penampungan darurat atau perumahan sementara. Hanya sedikit yang menggelandang hidup di jalanan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/03/23/057cd61f-ef3c-4ba4-8a90-5ba5b00c6785.jpg)
Dalam unggahan di Truth Social, Trump memajang foto-foto yang memperlihatkan tenda-tenda dan tumpukan sampah. Trump menulis, tidak ada lagi sikap manis. ”Kami ingin ibu kota bersih kembali. Terima kasih atas perhatian kalian,” tulisnya.
Keputusan Trump disebut-sebut diambil gara-gara seorang mantan pegawai Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) diserang oleh penjahat yang berusaha merampas mobilnya. Berbagai gambar korban dengan wajah berdarah beredar di media sosial.
Wali Kota Washington DC Muriel Bowser mengatakan, ibu kota tidak mengalami lonjakan angka kejahatan. Dalam wawancara dengan MSNBC, ia mengakui, angka kejahatan naik, tetapi terjadi tahun 2023.
”Kami sudah bekerja keras dalam dua tahun terakhir untuk menekan angka kejahatan. Tahun ini angka kejahatan di Washington DC terendah dalam 30 tahun,” kata Bowser.
Dia mengkritik Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller yang mengatakan, situasi keamanan Washington DC lebih buruk dari kota Baghdad, Irak. ”Perbandingan dengan negara yang didera perang adalah berlebihan dan bohong,” kata Bowser.
Laman BBC melaporkan, Trump telah membuat perintah eksekutif bulan lalu yang memudahkan aparat untuk menangkap kaum tunawisma. Dia juga memerintahkan agen-agen Federal turun menyisir jalanan ibu kota.
Agen Federal yang dikerahkan meliputi Polisi Taman (US Park Police), Lembaga Anti-Narkoba (DEA), Biro Penyelidik Federal (FBI), dan US Marshals. Dasar pengerahan mereka, menurut Trump, adalah situasi sudah tidak terkendali di ibu kota.
Tidak diketahui, solusi apa yang akan diberikan Trump bagi kaum tunawisma. Pada 2022, dia mengusulkan kaum tunawisma dipindahkan ke tenda hunian berkualitas tinggi. Perkemahan tunawisma itu dibangun di lahan murah jauh dari pusat kota. Lahan dilengkapi fasilitas kamar mandi dan tenaga medis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/10/c197bcc41f5f3821c0d72a82f0737ba9-063_2213176836.jpg)
Adapun angka pembunuhan di Washington DC terhitung lebih tinggi daripada kota-kota besar AS lainnya. Angka pembunuhan per kapita tercatat 98 kasus pada periode Januari-Juli 2025. Angka pembunuhan cenderung tinggi di Washington DC sejak 10 tahun terakhir.
Laman CNN melaporkan, perintah eksekutif Trump soal tunawisma mengharuskan Jaksa Agung Pam Bondi mengubah peraturan tentang pembatasan yurisdiksi terkait kewenangan memindahkan tunawisma. Aturan juga disesuaikan untuk mengatur agar kaum tunawisma yang terjaring operasi khusus masuk pusat rehabilitasi dan pusat penanganan pencandu narkoba.
Keputusan Trump juga mengarahkan Jaksa Agung untuk bekerja sama dengan Menteri Layanan Kemanusiaan dan Kesehatan Robert F Kennedy, Menteri Perumahan dan Pembangunan Urban Scott Turner, dan Menteri Perhubungan Sean Duffy. Mereka bisa menggunakan dana negara bagian dan perkotaan untuk merazia pengguna narkoba, pemukim liar perkotaan dan daerah pinggiran, serta memburu pelaku kejahatan seksual.
Di seluruh AS tercatat ada 770.000 tunawisma pada 2024, naik 18 persen dari 2023. Pada kampanye pemilihan presiden, September 2024, Trump mengatakan, keberadaan tunawisma telah menghancurkan keindahan dan kenyamanan kota-kota di AS. (REUTERS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji