Trump-Zelenskyy Berunding Serius di Sela Pemakaman Paus

Presiden Zelenskyy mengklaim segera mencapai perdamaian.  Presiden Perancis Emmanuel Macron dan PM Inggris Keir Starmer memuji pertemuan itu sebagai langkah positif.

26 Apr 2025 21:30 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

VATIKAN, SABTU – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan PM Inggris Keir Starmer bertemu sebelum pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (26/4/2025). Trump dan Zelenskyy bahkan berbicara berdua selama 15 menit dan keduanya menyatakan ada hasil positif terkait upaya menciptakan perdamaian.

Zelenskyy mengklaim pertemuan tersebut bersejarah terlebih jika berhasil mengakhiri perang dengan Rusia.

Itu adalah pertemuan pertama Trump–Zelenskyy yang sempat cekcok mulut dalam pertemuan di Gedung Putih pada Februari 2025. Dalam sejumlah foto yang diedarkan Pemerintah Ukraina, terlihat Trump duduk berhadapan dengan Zelenskyy.

Zelenskyy mengatakan, mereka membahas keamanan rakyat Ukraina, pelaksanaan gencatan senjata tanpa syarat, dan perdamaian jangka panjang yang mencegah perang di masa depan.

Foto lain yang diedarkan Kantor Kepresidenan Ukraina memperlihatkan PM Starmer dan Presiden Macron terlibat dalam sebagian pembicaraan Trump–Zelenskyy. Kantor Kepresidenan Perancis menyebut pertemuan tersebut sangat positif.

Trump Vatican Pope

Kepala Staf Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak memberi komentar, pertemuan tersebut konstruktif.  

Adapun Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam akun X menampilkan foto-foto tersebut dengan tulisan betapa penting pertemuan tersebut. Sepasang pemimpin sedang memperjuangkan perdamaian di Basilika Santo Petrus.

Zelenskyy sempat menyatakan, Trump siap bertemu kembali seusai pemakaman Paus Fransiskus. Akan tetapi, sesudah pemakaman, Trump bersama konvoi langsung menuju bandara untuk kembali ke Washington DC dengan menumpang pesawat Air Force One.

Kantor Kepresiden Ukraina mengatakan, karena padatnya jadwal para pemimpin, pertemuan kedua di Roma belum terjadi. Meski demikian, dalam Skynews disebutkan, Zelenskyy mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden Macron dan PM Starmer.

Para pemimpin dunia menyambut Zelenskyy dengan tepuk tangan sesaat setelah Presiden Ukraina itu memberikan penghormatan di depan peti jenazah Paus Fransiskus.

Mantan Duta Besar Inggris untuk Rusia Sir Tony Brenton mengatakan, pemakaman Paus membuka peluang emas untuk pertemuan para pemimpin dunia dalam suasana positif, termasuk antara Zelenskyy dan Trump.

”Pertemuan mereka bisa menandakan langkah penting menuju perdamaian Rusia–Ukraina,” ujar Brenton.

Pastor Fransesco Giordano mengatakan, pertemuan para pemimpin dunia itu sebagai ”keajaiban Paus Fransiskus dan banyak hal besar terjadi hari ini”. Dalam banyak kesempatan, serta pesan-pesannya, Paus Fransiskus berulang kali menyerukan perdamaian dan pentingnya mengakhiri perang di Gaza dan Ukraina.

<p>Pope Francis greets children during a ceremony at the Karatepe refugee camp, on the northeastern Aegean island of Lesbos, Greece, Sunday, Dec. 5, 2021. Pope Francis is offering comfort migrants at a refugee camp on the Greek island of Lesbos. He is blasting what he says is the indifference and self-interest shown by Europe &#8220;that condemns to death those on the fringes.&#8221; (Louisa Gouliamaki/Pool via AP)</p>

Pertemuan Trump-Zelenskyy terjadi sehari setelah utusan khusus Trump, Steve Witkoff, kembali dari pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskwa.

Penasihat Putin, Yuri Ushakove, mengatakan, pertemuan tersebut membahas kemungkinan dibukanya jalur komunikasi langsung Rusia–Ukraina dalam proses perdamaian yang tengah diupayakan saat ini. Rusia dan Ukraina tidak berkomunikasi langsung sejak Rusia menyerang Ukraina, Februari 2022.

Ketika sejumlah sejawatnya menghadiri acara pemakaman Paus Fransiskus, Presiden Putin tidak menghadirinya. Dia menghadapi tuntutan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) dengan dakwaan kejahatan perang terkait serangan Rusia atas Ukraina.

Dalam keterangan Jumat malam, Zelenskyy menyebutkan, pertemuan penting mungkin segera terjadi dan gencatan senjata tanpa syarat sangat perlu untuk diberlakukan. ”Tekanan terhadap Rusia sangat diperlukan agar mereka mau menerima usulan AS dan bergerak menuju perdamaian. Usulan kami adalah memastikan gencatan senjata segera dan tanpa syarat lalu mencapai perdamaian dan jaminan keamanan,” kata Zelenskyy.

Dia menambahkan, diplomasi harus dikedepankan. ”Kita berjuang agar diplomasi mencapai tujuan akhir,” kata Zelenskyy.

Adapun Presiden Trump mengklaim bahwa akhir perang Ukraina-Rusia sudah terlihat di depan mata. Trump dalam akun Truth Social mendesak Zelenskyy segera mengambil langkah-langkah untuk mencapai kesepakatan damai.

Sebelumnya Trump mengancam Rusia dan Ukraina bahwa AS akan mundur dari mediasi perdamaian jika kedua pihak yang berperang itu tidak segera mencapai kesepakatan damai. (REUTERS/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul