Obituari

Try Sutrisno Berpulang, Indonesia Kehilangan Tokoh Militer Sekaligus Negarawan

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dan sejumlah politisi di parlemen mengucapkan dukacita atas wafatnya Wapres ke-6 Try Sutrisno.

02 Mar 2026 11:44 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengenang interaksinya dengan Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno yang berpulang pagi ini. Kontribusinya kepada bangsa terentang hingga akhir hayat.

”Saya dan keluarga sangat berdukacita atas wafatnya Pak Try Sutrisno. Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh militer sekaligus negarawan yang bersahaja, teguh dalam prinsip, dan penuh ketulusan dalam mengabdi,” ujar Yusril melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 08-11-2024

Yusril mengenang kedekatannya dengan almarhum yang telah terjalin sejak awal dekade 1980-an, ketika Try Sutrisno menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya pada 1983.

Hubungan tersebut berlanjut ketika Yusril mulai bertugas di Sekretariat Negara pada 1993, bertepatan dengan masa awal Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden.

”Pada masa itu, saya bertugas menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk teks pidato Wakil Presiden, di bawah arahan Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara), Bapak Moerdiono. Sesekali saya bertemu Pak Try. Beliau sangat baik, ramah, dan menghargai kami yang saat itu masih tergolong generasi muda,” kenang Yusril.

Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno (kanan) dan Wakil KSAD Letjen TNI Sahala Radjagukguk tertawa geli ketika mendengar uraian Wakil Ketua Komisi I Ipik Asmasubrata (F-PDI) yang menyampaikan kesimpulan rapat kerja Komisi I DPR dengan Pangab, hari Kamis (19/9/1991) di Gedung DPR Jakarta. Rapat kerja tersebut berakhir dengan suasana yang akrab dan penuh tawa.

Yusril mengungkapkan, kesan mendalam terhadap sosok Try Sutrisno tidak hanya terlihat dalam perannya sebagai pejabat negara, tetapi juga dalam sikap pribadinya yang sederhana dan penuh keikhlasan.

Interaksi semakin intens dalam banyak kesempatan, termasuk ketika Yusril menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dan ditugaskan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk berkomunikasi dengan Try Sutrisno terkait gagasan kembali ke UUD 1945 naskah asli yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

”Beliau adalah pribadi yang ikhlas dan teguh pendirian. Dalam berbagai diskusi kebangsaan, saya melihat komitmen beliau yang kuat terhadap konstitusi dan masa depan negara. Kesederhanaan hidupnya juga sangat membekas. Saya beberapa kali berkunjung ke kediaman beliau di Menteng, dan selalu disambut dengan penuh keramahan dan kebaikan hati,” tambahnya.

Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno dibantu istrinya Tuti Sutiawati memotong tumpeng dalam acara Syukuran Ulang Tahun ke-90 Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno di Jakarta Theater, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Dalam acara ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, istri Presiden RI ke-4 Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Wakil Presiden ke-9 Soraya Hanzah Haz, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, politisi Aburizal Bakrie, dan beberapa tokoh nasional lain. Bagi para tokoh yang hadir, Try Sutrisno dipandang sebagai tauladan dan sosok yang menjaga keeratan persatuan di Indonesia. Dalam acara Syukuran Ulang Tahun ke-90 Try Sutrisno ini juga diisi dengan peluncuran buku berjudul Filosofi Parenting Try Sutrisno yang berisi cerita anak-anak Try Sutrisno terkait pola pengasuhan keluarga yang mengutamakan keyakinan, kesederhanaan, dan kedisiplinan. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
15-11-2025

Yusril menilai, Try Sutrisno merupakan figur teladan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu diwujudkan dengan retorika besar, tetapi dengan konsistensi, integritas, dan kerendahan hati sepanjang hayat.

Putra terbaik bangsa

Ucapan dukacita juga disampaikan dari parlemen, salah satunya dari Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR Jazilul Fawaid.

”Bangsa Indonesia berduka. Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah memberikan pengabdian panjang bagi negara. Atas nama Fraksi PKB DPR, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum,” ujar Jazilul.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid saat memberi sambutan awal pembukaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (21/2/2023). Program UKK ini untuk membekali para bacaleg PKB agar lebih kompeten dan siap dalam Pemilu 2024. Peningkatan kompetensi ini juga diharapkan PKB mampu meningkatkan jumlah keterpilihan kursi legistatif dari partai tersbut di parlemen. Sejumlah bacaleg PKB dari seluruh Indonesia turut hadir dalam program tersebut. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 21-2-2023

Menurut dia, semasa hidupnya, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang baik, tegas, dan bersahaja. Dedikasi dan integritasnya dalam mengemban amanah negara menjadi teladan bagi generasi penerus.

Try Sutrisno merupakan tokoh nasional yang menduduki banyak jabatan strategis. Selain Wapres, ia pernah menjabat Panglima ABRI (1988-1993), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1986-1988), serta Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1985, di samping sejumlah penugasan penting lain selama karier militernya.

”Beliau adalah figur negarawan yang konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan. Bahkan, di usia senja, beliau tetap menunjukkan sikap tegas dan kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Masukan dan pandangan beliau selalu ditujukan demi Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas, Try Sutrisno tutup usia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Senin pukul 06.58 WIB. Ia sudah masuk ke ruang perawatan sejak 16 Februari lalu.

Presiden Soeharto bersama Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno dan Wapres Sudharmono saat pelantikan Menteri Kabinet Pembangunan V di Istana Negara pada 1988.

Rekam jejak Try Sutrisno

Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres mendampingi Presiden Soeharto yang kembali terpilih untuk masa jabatan 1993-1998 dalam Sidang Umum MPR masa bakti 1992-1997. Pria kelahiran Surabaya, 15 November 1935, ini berlatar belakang militer dengan jabatan terakhir sebagai Panglima ABRI (1988-1993).

Sejak remaja, Try Sutrisno telah mengenal dunia militer, bergabung dengan Batalyon Angkatan Darat Poncowati, kemudian masuk Akademi Teknik Angkatan Darat di Bandung tahun 1956. Tahun 1974, ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto hingga 1978.

Seusai menjadi ajudan, Try diangkat sebagai Kepala Komando Daerah Staf di Kodam XVI/Udayana pada 1978. Setahun kemudian, ia dipercaya sebagai Pangdam IV/Sriwijaya, lalu empat tahun kemudian ke Jakarta sebagai Pangdam V/Jaya.

Pada 1985, ia naik pangkat menjadi letjen TNI, dan bersamaan dengan itu diangkat sebagai Wakil KSAD mendampingi KSAD Jenderal TNI Rudini. Setelah selama 1,5 tahun menjadi Wakil KSAD, pada medio Juni 1986, ia diangkat sebagai KSAD. Pada 27 Februari 1988, ayah tujuh anak ini dipromosikan menjadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.

Infografik Profil Try Sutrisno

Selama lima tahun, Try Sutrisno menjadi orang nomor satu di ABRI yang saat itu masih terdiri dari institusi TNI AD, TNI AU, TNI AL, dan Polri. Try Sutrisno mencapai puncak karier politiknya ketika terpilih sebagai Wapres ke-6 RI masa jabatan 1993-1998 menggantikan Letjen TNI (Purn) Sudharmono.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti