Tunggakan Gaji Klub Liga 2 Indonesia Mencapai Rp 5 Miliar (Tulisan 1)

Masalah tunggakan pembayaran hak pemain tidak pernah pergi dari kompetisi sepak bola Indonesia. Sebanyak 13 klub Liga 2 2024-2025 masih berutang kepada 136 pemain.

21 Apr 2025 18:57 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Liga 2 Indonesia edisi 2024-2025 sudah rampung hampir dua bulan. Tiga tim, yaitu PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi, dan Persijap Jepara, telah mengisi slot klub promosi yang bakal bertarung di Liga 1 2025-2026.

Meskipun kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia itu relatif tanpa ada kendala berarti, masalah menahun terkait tunggakan klub membayar kewajiban kepada pemain masih mengemuka.

Berdasarkan temuan Kompas, sebanyak 13 dari 26 kontestan Liga 2 musim ini belum menyelesaikan pembayaran hak-hak kepada pemain. Artinya, 50 persen dari peserta Liga 2 memiliki masalah finansial.

Klub-klub itu ialah Sriwijaya FC, PSKC Cimahi, Persikas Subang, Persikota Tangerang, Persikabo 1973, Nusantara United, Persiku Kudus, Gresik United, Persewar Waropen, PSCS Cilacap, Persiraja Banda Aceh, Persipal Palu, dan Persipa Pati.

Tidak tanggung-tanggung akumulasi tunggakan bayaran kepada pemain, yang meliputi gaji, kompensasi, dan kekurangan down payment alias uang muka kontrak, mencapai Rp 5 miliar. Rinciannya, tunggakan gaji itu sebesar Rp 4.699.442.933 dan 24.299 dollar AS (setara Rp 408.571.070).

Sebanyak 136 pemain belum menerima hak-hak mereka. Dari jumlah itu terdapat empat pemain yang berstatus pemain asing. Para pemain asing itu berasal dari tiga tim berbeda, yakni Sriwijaya FC, PSCS, dan Persikabo.

Kondisi Stadion Gelora Sriwijaya yang terletak di Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (8/12/2020). Pemugaran stadion yang akan dijadikan tempat peretandingan Piala Dunia Under 20 ini, ditargetkan rampung pada Desember 2020 sementara untuk empat arena latihan ditargetkan rampung pada Maret 2021.

Sejak musim 2021-2022

Permasalahan gaji itu tidak hanya mengemuka di musim 2024-2025. Mayoritas klub memiliki situasi finansial yang sehat pada musim ini, tetapi mereka memiliki tanggungan kewajiban kepada pemain yang tercipta pada musim-musim terdahulu. Utamanya, kelalaian membayar hak pemain tercipta sebelum adanya perubahan susunan manajemen klub.

Hal itu dialami oleh PSKC yang memiliki kondisi keuangan yang sehat dalam dua musim terakhir. Tetapi, PSKC masih memiliki tanggungan utang kepada pemain di musim 2021-2022. Pada musim itu, PSKC duduk di peringkat kelima Grup B yang hanya unggul tiga poin atas Badak Lampung yang terdegradasi.

Persiraja dan Gresik United juga tercatat memiliki utang yang belum dibayar kepada pemain di musim 2021-2022. Menariknya, pada musim itu, Persiraja dan Gresik tidak tampil di Liga 2.

Persiraja bertarung di Liga 1, sedangkan Gresik berkompetisi di Liga 3. Pada musim 2022-2023, mereka baru hadir di Liga 2 hingga saat ini, bahkan tetap bertahan di Liga 2 musim 2025-2026.

Adapun untuk kasus penunggakan gaji yang tercipta pada musim 2024-2025 dilakukan oleh Sriwijaya FC, Persewar, Persikabo, Persipal, Persikas, serta Persikota.

Selain itu, ada pula klub yang mencatatkan tunggakan gaji dalam kurun multiyear atau lebih dari satu musim. Hal itu dialami oleh Persiku (2023 dan 2024), Sriwijaya (2024 dan 2025), Persewar (2024 dan 2025), dan Persikabo (2024 dan 2025).

Warga berolahraga di Stadion Benteng, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (1/6/2024). Stadion Benteng yang telah direvitalisasi dan dikenal dengan Stadion Benteng Reborn ini menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola indonesia. Stadion ini dulunya dikenal sebagai markas dua klub sepak bola Tangerang yang tersohor pada masanya yakni Persita dan Persikota.

Kondisi finansial yang tidak sehat itu pun menjadi salah satu alasan sulitnya tim mendapat investor baru untuk mengarungi musim ini, juga musim mendatang. Hal itu menjadi alasan Persewar dan Persikabo angkat bendera putih pada persaingan playoff degradasi Liga 2 musim ini. Mereka akan bertarung di Liga 3 edisi 2025-2026.

Meskipun mampu bertahan di Liga 2, Sriwijaya diselimuti ketidakpastian untuk mengarungi musim depan. Munculnya wacana pembentukan Sumsel United yang diinisiasi Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang membuat nasib tim berjuluk ”Laskar Wong Kito” bisa makin terpuruk secara finansial.

Sebanyak 13 tim yang memiliki catatan tunggakan gaji kepada pemain, hanya dua yang lolos dan bertarung ke babak delapan besar. Mereka adalah Persiraja dan PSKC.

Adapun 11 tim lainnya terdampar di babak playoff degradasi. Hasilnya, selain Persewar dan Persikabo yang turun kasta, empat klub lainnya, yakni Nusantara United, Persikota, Gresik United, dan Persipa, juga akan menghiasi daftar kontestan Liga 3 2025-2026.

Proses NDRC

Penelusuran Kompas menemukan seluruh kasus tunggakan gaji itu sudah dilaporkan kepada para pemain secara kolektif dan melalui Asosasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) kepada Kamar Penyelesaian Sengketa Nasional (National Dispute Resolution Chamber/NDRC).

Khusus untuk pemain lokal, tuntutan agar klub bisa memenuhi gaji mereka bisa dilakukan melalui NDRC yang telah diakui FIFA. NDRC adalah ikhtiar PSSI untuk melindungi kontrak pemain dan pelatih di kompetisi nasional.

<p>Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh dipersiapkan sebagai salah satu lokasi pertandingan PON 2024. Stadion ini kini dipakai sebagai kandang Persiraja. </p>

Namun, dalam kenyataannya, belum semua klub patuh kepada putusan NDRC yang mewajibkan klub memenuhi pembayaran gaji kepada pemain. Gresik, misalnya, telah mendapat surat putusan NDRC per tanggal 19 Februari 2025 untuk memenuhi hak dari denda perjanjian untuk lima pemain pada tahun 2022. Putusan itu belum dijalankan manajemen klub.

Sementara itu, empat pemain asing yang belum mendapatkan hak finansialnya memiliki jalur pengadua ke FIFA Dispute Resolution Chamber. Dari empat pemain itu, FIFA sudah mengeluarkan putusan untuk mantan pemain PSCS Cilacap, Ruziev Izatullo, dengan nomor putusan FPSD-15585. Izatullo mengadukan tunggakan gajinya sebesar 3.600 dollar AS (Rp 60,7 juta) yang belum dibayar pada 2024.

Jika tidak segera memenuhi hak eks pemain impornya itu, PSCS berpeluang dimasukkan oleh FIFA ke dalam daftar klub yang dilarang melakukan aktivitas transfer.

Hingga April 2025, terdapat enam klub Indonesia masuk dalam daftar larangan transfer FIFA itu. Mereka adalah Persiwa Wamena, SADA Sumut FC, Kalteng Putra, Persik Kediri, PSM Makassar, dan PSIS Semarang.

infografik Jumlah Tunggakan Hak Pemain Klub Liga 2 Tahun 2024-2025


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto