Bulu tangkis Indonesia memiliki peluang menambah tiga emas SEA Games Thailand 2025. Salah satunya dipastikan dari nomor tunggal putra dengan ”All Indonesian Final”.
13 Des 2025 21:13 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
PATHUM THANI, SABTU — Sektor tunggal putra bulu tangkis Indonesia percaya diri dengan materi pemain muda yang diturunkan pada SEA Games Thailand 2025. Optimisme dan potensi yang dimiliki Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah membawa mereka pada final sesama Indonesia dalam sektor tersebut.
Alwi dan Zaki membuat tunggal putra Indonesia berhak atas medali emas dan perak setelah memenangi persaingan dengan pemain Malaysia pada semifinal yang berlangsung di Gymnastic 4 Universitas Thammasat Kampus Rangsit, Pathum Thani, Thailand, Sabtu (13/12/2025). Alwi menang atas Justin Hoh dengan skor 21-10,15-21, 21-14, diikuti dengan kemenangan Zaki atas Leong Jun Hao 21-18, 21-13.
Alwi melawan Zaki, dalam final yang berlangsung Minggu (14/12/2025), menjadi final sesama tunggal putra Indonesia keempat dalam SEA Games pada era 2000-an. Di Kamboja 2023, medali emas diraih Christian Adinata setelah mengalahkan Chico Aura Dwi Wardoyo di final. Sebelumnya, ada Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso yang menciptakan persaingan di antara mereka pada final SEA Games Manila 2005 dan Laos 2009. Sony menang di Manila, sedangkan Simon juara di Laos.
”Saya tidak punya ekspektasi sampai ke final, bisa dapat medali secepat ini karena tahun lalu masih bermain di level International Series, Challenge, dan Super 100. Koh Indra (Widjaja, pelatih tunggal putra) mungkin tidak menduga bisa All Indonesian Final, tapi, kami di tunggal putra memang sangat kompak. Bersama beliau, kami bisa menjalani semua program dengan senang hati,” kata Zaki yang menjalani debut di arena SEA Games.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/8202ee700bbc35c498575afceb377ae6-WhatsApp_Image_2025_12_13_at_19.50.45.jpeg)
Alwi, meskipun memiliki target setinggi mungkin, tetap tak menduga bahwa dia akan menjalani final. Walaupun menjadi bagian dari Tim Indonesia pada SEA Games Kamboja 2023, Alwi tidak sempat bermain pada beregu putra dan tidak diturunkan pada kategori perseorangan. Ini karena setiap tim hanya bisa menurunkan maksimal dua atlet pada setiap nomor perseorangan dan Indonesia diwakili pemain yang lebih senior dari Alwi, yaitu Christian dan Chico.
”Tidak menyangka sudah sejauh ini. Satu langkah lagi menuju medali emas. Perjalanan tidak mudah, tetapi, saya berhasil,” kata Alwi yang lega bisa mengatasi kesulitan saat melawan Hoh.
Persaingan Alwi dan Zaki berebut medali emas SEA Games akan menjadi pertemuan ketiga dalam ajang internasional setelah mereka dua kali bertemu pada turnamen BWF. Zaki mengalahkan Alwi dalam final Indonesia Masters Super 100 pada 2024 yang dibalas Alwi pada babak kedua Macau Terbuka Super 300 2025.
Macau Terbuka, yang berlangsung pada pekan terakhir Juli, memberi Alwi gelar pertama dari turnamen BWF World Tour. Kemenangan itu pula, sebagai momen terbaik pada 2025, menjadi salah satu bekal Alwi dalam menjalani persaingan SEA Games.
Alwi mengatakan, pada masa persiapan menuju SEA Games, pengalaman tampil pada turnamen BWF dengan level lebih tinggi, meski belum bisa juara, juga, menjadi pelajaran berharga baginya. Alwi mendapatkan banyak momen untuk belajar mengatasi tekanan saat berhadapan dengan atlet-atlet top dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/5aad3ab5d8139ddd1371a3f5ebcaa722-WhatsApp_Image_2025_12_13_at_17.43.04.jpeg)
Pengalaman itu pula yang dibawa Alwi ke SEA Games. Meskipun lawan-lawan selama di Thailand tak seberat pada turnamen BWF World Tour, tantangannya tak kalah sulit. Tampil pada ajang multicabang memunculkan konsekuensi tekanan yang lebih besar, apalagi tunggal putra Indonesia mengandalkan Alwi dan Zaki yang belum lama beranjak dari level yunior.
Mereka dipercaya menjadi penerus Jonatan Christie yang berlatih di luar pelatnas sejak pertengahan 2025 dan Anthony Sinisuka Ginting yang belum kembali pada performa terbaik setelah pulih dari cedera bahu kanan.
Malaysia ’full team’, Thailand ’full team’. Indonesia harus tetap percaya dengan kemampuan sendiri. Kita enggak punya siapa-siapa selain diri sendiri. Jadi, jangan menempatkan diri kita di bawah.
Alwi, juara dunia yunior 2023, berada pada tahun pertama persaingan BWF World Tour yang intens, sedangkan Zaki baru mengikuti tujuh turnamen BWF World Tour Super 300 dan 500 pada 2025.
Di SEA Games 2025, mereka kalah pengalaman dari Loh Kean Yew, atlet Singapura ranking kesepuluh dunia, dan Leong yang bermain di arena BWF World Tour dalam tujuh tahun terakhir. Akan tetapi, Zaki menunjukkan potensinya dengan menyingkirkan Loh sebagai unggulan teratas, pada perempat final dan Leong (4) di semifinal. Pada beregu putra, Alwi dan Zaki turut menyumbangkan kemenangan ketika Indonesia mengalahkan Malaysia 3-0 di final.
Kepercayaan diri skuad tunggal putra disampaikan Alwi dan Indra sebelum persaingan bulu tangkis dimulai pada 7 Desember. Indra percaya pada kemampuan Alwi yang berusia 20 tahun dan Zaki yang dua tahun lebih muda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/357efff7b8e76eb2553c77b5ad19b832-WhatsApp_Image_2025_12_13_at_16.07.50.jpeg)
Alwi, saat menjalani masa persiapan di pelatnas Cipayung, Jakarta, juga menunjukkan rasa tak gentar meski Malaysia dan Thailand menurunkan kekuatan penuh. Loh, sebagai juara dunia 2021, menambah tantangan di tunggal putra.
”Malaysia full team, Thailand full team. Indonesia harus tetap percaya dengan kemampuan sendiri. Kita enggak punya siapa-siapa selain diri sendiri, jadi, jangan menempatkan diri kita di bawah. Saya percaya dengan kemampuan diri saya dan kemampuan Tim Indonesia,” kata Alwi, sepekan sebelum dimulainya cabang bulu tangkis.
Alwi menuturkan itu sebagai cara dia untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. Namun, komentar itu cukup menohok untuk memupus keraguan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang meminta PP PBSI mengganti beberapa atlet muda dengan atlet senior. Kemenpora meminta pergantian sebagai reaksi ketika Malaysia dan Thailand menurunkan kekuatan penuh hingga masuklah nama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Gregoria Mariska Tunjung.
Sabar/Reza membayar kepercayaan itu dengan lolos ke final ganda putra, tetapi Gregoria tak diikutsertakan pada persaingan perseorangan karena performanya pada nomor beregu tak sesuai harapan. Gregoria dua kali kalah dari tiga pertandingan pada perempat final hingga final.
Sabar/Reza akan berebut medali emas dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) setelah mengalahkan pasangan Malaysia lainnya, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, 21-16, 21-17. Adapun Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana tampil buruk ketika kalah dari Chia/Soh 10-21, 12-21.
Wakil Indonesia lainnya yang mendapat kesempatan meraih medali emas adalah ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka akan berhadapan dengan ganda putri ranking kedua dunia yang merupakan finalis Kejuaraan Dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/f859bab58e204611a5ad44dfae855cc5-WhatsApp_Image_2025_12_13_at_14.58.07.jpeg)
”Senang bisa kembali ke final, tapi perjalanan belum selesai. Pearly/Thinaah akan menjadi lawan yang tangguh bagi kami,” kata Febriana yang meraih emas SEA Games Kamboja 2023 bersama Amalia Cahaya Pratiwi.
Final pada Minggu ini akan menjadi pertemuan keempat kedua pasangan meskipun Febriana/Meilysa baru berduet dalam turnamen sejak September. Mereka selalu kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya dengan perlawanan paling ketat pada babak pertama China Masters. Saat itu, Febriana/Meilysa kalah 22-20, 16-21, 20-22.
Sementara, tunggal putri dan ganda campuran meraih medali perunggu sebagai hasil maksimal setelah Putri Kusuma Wardani dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah dari wakil tuan rumah di semifinal. Putri dikalahkan Supanida Katethong (Thailand) 18-21, 16-21, adapun Jafar/Felisha dikalahkan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran 17-21, 15-21. Pada dua nomor tersebut, emas dipastikan menjadi milik Thailand dengan akan terjadinya final sesama atlet tuan rumah.
”Secara keseluruhan, Supanida bermain sangat-sangat baik. Dia jarang membuat kesalahan dan benar-benar merancang untuk permainan setengah lapangan ke depan, itu cukup menyulitkan. Kalaupun saya bisa menyerang, dia sudah siap dengan pertahanannya,” komentar Putri.
Hasil semifinal bulu tangkis
Tunggal putra
Alwi Farhan (Indonesia)-Justin Hoh (Malaysia) 21-10, 15-21, 21-14
Mohammad Zaki Ubaidillah (Indonesia)-Leong Jun Hao (Malaysia) 21-18, 21-13
Tunggal putri
Supanida Katethong (Thailand)-Putri Kusuma Wardani (Indonesia) 8-21, 16-21
Ratchanok Intanon (Thailand)-Wong Ling Ching (Malaysia) 21-11, 18-21, 21-17
Ganda putra
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia)-Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia) 21-16, 21-17
Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)-Leo Rolly Carnando/Bagas maulana (Indonesia) 21-10, 21-12
Ganda putri
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Indonesia)-Bui Bich Phurong (Vietnam) 21-10, 21-9
Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)-Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum (Indonesia) 21-14, 19-21, 21-16
Ganda campuran
Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand)-Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Indonesia) 21-17, 21-15
Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat (Thailand)-Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) 21-15, 21-16
Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari