Gregoria Mariska Tumbang, Tunggal Putri Indonesia Kalah Bersaing

Indonesia meloloskan empat tunggal putri ke Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Namun, semuanya tersingkir pada dua babak awal.

10 Apr 2025 20:15 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

NINGBO, KAMIS — Empat pebulu tangkis tunggal putri terbaik Indonesia kesulitan bersaing dalam Kejuaraan Asia dengan rasa persaingan tingkat dunia. Mereka dikalahkan atlet-atlet dari negara yang memiliki kekuatan pada nomor tersebut.

Keempat wakil itu tersingkir dalam dua babak awal di Ningbo Olympics Sports Center, Ningbo, China. Gregoria Mariska Tunjung dan Komang Ayu Cahya Dewi kalah pada babak kedua, Kamis (10/4/2025). Adapun Putri Kusuma Wardani dan Esther Nurumi Tri Wardoyo gagal memenangi babak pertama sehari sebelumnya.

Gregoria, atlet ranking kelima dunia yang menjadi unggulan keempat di Ningbo, tak bisa melangkah lebih jauh dibandingkan perempat final pada 2023 dan 2024. Dia kalah 17-21, 21-18, 12-21 dari Kim Ga-eun, pemain Korea Selatan yang selalu dikalahkannya dalam sepuluh pertemuan lain secara beruntun.

”Saya akui, belum ada perkembangan signifikan dari perbaikan setelah All England, tetapi saya akan tetap berusaha keras memperbaiki kekurangan,” kata Gregoria yang tampil di Kejuaraan Asia dengan bebat di paha hingga lutut kanan. Di All England, Gregoria batal menjalani perempat final karena sakit.

Selain itu, Gregoria menilai, Kim juga sudah bisa mengantisipasi permainannya berbekal persaingan sejak pertama kali mereka bertemu pada 2015 di tingkat yunior. Setelah bersaing ketat pada dua gim awal, Gregoria kesulitan mengimbangi permainan Kim. Pergerakan Gregoria lebih lambat dibandingkan kecepatan Kim dalam mengantispasi setiap pukulan. Apalagi, laju kok yang lambat membuat Gregoria kesulitan melakukan variasi serangan.

Gregoria Mariska Tunjung disingkirkan Kim Ga-eun (Korea Selatan) pada babak kedua Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Kamis (10/4/2025). Gregoria kalah 17-21, 21-18, 12-21.

”Pada gim ketiga, celah dari Kim sudah tertutup semua. Dia membaca arah serangan saya. Selain itu, sebelum diserang, dia juga sudah mengubah pola main lebih dulu,” lanjut atlet Indonesia berusia 25 tahun tersebut.

Setelah Gregoria kalah, kekalahan berikutnya dialami Komang yang berhadapan dengan pemain tuan rumah unggulan kedua, Han Yue. Meski pernah mengalahkan Han pada Kejuaraan Asia 2022, kali ini Komang tak bisa mengimbangi semifinalis Kejuraaan Asia 2024 itu. Komang hanya unggul pada awal gim pertama dan kedua, lalu kalah 14-21, 11-21 hanya dalam waktu 33 menit.

Tersingkirnya Komang membuat Indonesia tidak lagi memiliki tunggal putri pada kejuaraan yang selevel dengan Super 1000 dalam struktur turnamen BWF itu. Pada babak pertama, Ester kalah dari pemain senior India peraih medali Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Tokyo 2020, Pusarla V Sindhu, 15-21, 19-21. Putri bisa memperlihatkan penampilan baik saat melawan unggulan teratas asal tuan rumah, Wang Zhi Yi, tetapi masih harus belajar mengurangi kesalahan setelah kalah 22-20, 16-21, 12-21.

Han, Wang, dan Sindhu adalah atlet terbaik dari negara masing-masing. Wang dan Han, masing-masing dengan ranking kedua dan ketiga dunia, menjadi bagian dari tiga pemain China yang menempati ranking sepuluh besar dunia.

Pemain lain yang juga tampil dalam Kejuaraan Asia adalah Chen Yu Fei dengan ranking kedelapan. Chen, Han, dan Gao Fang Jie lolos ke perempat final. Sementara Wang disingkirkan Sim Yu-jin (Korea Selatan) pada babak kedua.

Performa Sindhu, yang berusia 29 tahun, cenderung menurun sejak 2023, tetapi dia masih bisa menjadi kuda hitam dalam turnamen dan masih menyulitkan pemain-pemain Indonesia.

Putri Kusuma Wardani tersingkir pada babak pertama Kejuaraan Asia Bulu Tangkis yang berlangsung di NIngbo, China, Rabu (9/4/2025).

Kim dan Sim mewakili Korea Selatan tampil tanpa kehadiran tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, yang mengalami cedera paha kanan. Cedera, yang membuat An harus beristirahat sekitar sebulan, itu pertama kali dirasakan saat tampil melawan Akane Yamaguchi pada semifinal All England pada Maret.

Namun, An bisa menahannya dan menjadi juara setelah mengalahkan Wang di final dalam pertandingan selama satu jam 35 menit. Gelar itu menjadi gelar keempat bagi An dari semua turnamen yang diikuti pada 2025.

Kecuali Kim, yang menempati ranking ke-28 dunia, pemain lain yang mengalahkan atlet Indonesia adalah bagian dari 20 tunggal putri berperingkat dunia terbaik. Dalam daftar tersebut, hanya ada tiga nama dari negara di luar Asia, yaitu Zhang Beiwen (Amerika Serikat/14), Line Hoejmark Kjaersfeldt (Denmark/19), dan Li Michelle (Kanada/20). Maka, empat tunggal putri Indonesia pun bisa dikatakan masih kesulitan bersaing dengan atlet-atlet level dunia meski ajang yang diikuti berkategori kejuaraan kontinental.

Fajar/Rian ”melawan” Herry IP

Kehilangan pemain di tunggal putri dengan cepat, Indonesia masih mempertahankan wakil pada empat nomor lain untuk bersaing di perempat final, Jumat. Mereka adalah tiga wakil pada ganda putra, dua pasangan ganda campuran, serta satu wakil masing-masing pada nomor ganda putri dan tunggal putra.

Tiga ganda putra yang akan bermain pada perempat final adalah Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Leo/Bagas lolos lebih dulu setelah mengalahkan pasangan Taiwan yang selalu mempersulit mereka dalam dua kemenangan sebelumnya, yaitu Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan. Seperti pada dua pertemuan lain, Leo/Bagas menang dalam tiga gim 21-11, 19-21, 21-11 dan akan berhadapan dengan pemain Taiwan lainnya, Liu Kuang Heng/Yang Po Han.

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengembalikan kok ke ganda China Xie Hao Nan/Zeng Wei Han pada laga babak 32 besar Kejuaraan Asia, Rabu (9/4/2025). Fajar/Rian menang dengan skor 21-19, 21-15.

Fikri/Daniel mengatasi tantangan sulit dari Seong Seung-jae/Kim Won-ho. Pasangan Korea Selatan itu bahkan menjadi ganda putra berperforma terbaik pada 2025 dengan perolehan tiga gelar juara dari empat final. Dua gelar didapat dari turnamen Super 1000, yaitu Malaysia Terbuka dan All England.

Fikri/Daniel menang 18-21, 21-17, 21-15 setelah tertinggal 11-14 pada gim kedua. Adapun pada gim ketiga, perolehan poin kedua pasangan tak pernah beselisih lebih dari dua poin hingga akhirnya Fikri/Daniel melejit setelah skor 14-14.

”Kami tidak mau menyerah, terus berusaha. Walau sudah kalah di gim pertama, pertandingan belum selesai. Ada kesempatan dan itu harus dimaksimalkan karena tidak mau menyesal kemudian,” tutur Fikri, yang akan menantang pasangan tuan rumah peraih perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Sementara perempat final Fajar/Rian melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) akan menjadi pertandingan menarik. Ini akan menjadi pengalaman pertama Fajar/Rian ”melawan” mantan pelatih mereka, Herry Iman Pierngadi.

Herry, yang melatih di tim nasional Malaysia sejak 2025, baru kali ini bertugas mendampingi skuad ganda putra dalam turnamen. Semula disebutkan bahwa Herry akan bertugas di All England, tetapi, seperti dikatakannya, dia tak dapat berangkat ke All England karena mengurus visa kerja.

Berdasarkan statistik pertemuan sebelumnya, pertemuan kedua pasangan selalu berlangsung ketat, termasuk dalam pertandingan yang berjalan dua gim. Fajar/Rian tertinggal 4-5 dan kalah pada pertemuan terakhir yang berlangsung dalam penyisihan grup Turnamen Final BWF 2024. Kekalahan itu dialami setelah mereka menang atas Chia/Soh pada final All England.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memenangi babak kedua Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Kamis (10/4/2025).

Pada nomor ganda campuran, pasangan muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melanjutkan langkah setelah mengalahkan Chen Cheng Kuan/Hsu Yin-Hui (Taiwan) 21-9, 21-7. Setelah ini, perkembangan kemampuan mereka akan diuji dalam pertandingan melawan pasangan ranking ketiga yang juga menjadi unggulan ketiga, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Kejuaraan Asia menjadi turnamen besar pertama yang diikuti Jafar/Felisha sejak mereka berpasangan pada Agustus 2024. Ajang ini memperebutkan poin ranking setara level  Super 1000 dalam struktur turnamen BWF World Tour. Sebelum tampil di Ningbo, turnamen tertinggi yang pernah diikuti Jafar/Felisha ada adalah Indonesia Masters Super 500, pada Januari, ketika mereka terhenti pada babak kedua.

Jafar/Felisha mempertahankan nama Indonesia dalam persaingan ganda campuran bersama senior mereka, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Rinov/Pitha, yang berduet kembali setelah dipisahkan sejak awal 2025, akan menantang pasangan nomor satu dunia, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.

Adapun Jonatan Christie dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi menjadi wakil tersisa pada nomor tunggal putra dan ganda putri. Perjalanan Jonatan sebagai juara bertahan akan dilanjutkan dalam pertandingan melawan Lu Guang Zu. Sementara Febriana/Amalia akan berhadapan dengan juara All England, Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto