Turki Makin Bergejolak, Ratusan Ribu Demonstran Bentrok

Untuk rasa merebak di berbagai kota seusai perintah penangkapan dan penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu disahkan pengadilan.

24 Mar 2025 12:02 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Perintah pengadilan untuk menahan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang ditangkap polisi dirumahnya pada Rabu (19/3/2025) dini hari, membuat situasi politik Turki makin panas.

Ratusan ribu pengunjuk rasa yang berkumpul di luar balai kota Istanbul pada Minggu (23/3/2025) malam untuk memprotes penangkapan wali kota yang merupakan saingan utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu berubah menjadi bentrokan.

Lemparan petasan dan batu dibalas ribuan polisi antihuru-hara dengan tembakan gas air mata, peluru karet, semprotan merica, dan tembakan meriam air. 

Ratusan demonstran ditangkap, termasuk mereka yang dalam kondisi terluka.

Pengunjuk rasa melemparkan kembang api saat protes penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Istanbul, Turki, Sabtu, 22 Maret 2025.
Petasan kembang api yang dilemparkan para pengunjuk rasa meledak di atas polisi antihuru-hara saat protes penangkapan Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Istanbul, Turki, Sabtu (22/3/2025).
Suasana bentrokanpolisi antihuru-hara dengan pengunjuk rasa yang memprotes penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu di Istanbul, Turki, Minggu (23/3/2025).
Seorang petugas polisi antihuru-hara Turki berdiri di antara kendaraan lapis baja saat rapat umum pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu di Istanbul pada 23 Maret 2025.
Polisi antihuru-hara menggunakan semprotan merica untuk menghalau seorang pengunjuk rasa setelah Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu ditangkap dan dikirim ke penjara, di Istanbul, Turki, Minggu, 23 Maret 2025.
Pengunjuk rasa menyemburkan api ke polisi antihuru-hara dalam bentrok setelah Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu ditangkap dan dikirim ke penjara, di Istanbul, Turki, Minggu, 23 Maret 2025.

Partai Rakyat Republik (CHP) yang menjadi pendukung utama Imamoglu menyebut penangkapan ini sebagai kudeta demokrasi di Turki.

Imamoglu dengan Partai Rakyat Republik terpilih menjadi wali kota Istanbul setelah memenangi pemilihan pada 31 Maret 2024 dan mengalahkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang mendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan. 

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi kubu Erdogan dan partainya yang telah berkuasa di Istanbul selama 25 tahun terakhir. 

Pemilihan ulang pada 13 Juni 2024 yang dilakukan setelah tuduhan kecurangan atas kemenangan Partai Rakyat Republik kembali dimenangi oleh Imamoglu.

Seorang pengunjuk rasa menggunakan semprotan gas dan korek api saat bentrok dengan petugas polisi anti huru hara Turki di Istanbul, pada 23 Maret 2025.

Polisi segera memindahkan Imamoglu ke Penjara Silivri, sebelah barat Istanbul. Kementerian Dalam Negeri Turki juga mengumumkan pemberhentian sementara dari tugasnya sebagai wali kota Istanbul dan menunjuk seorang pelaksana tugas wali kota.

Sementara itu, dari 47 orang yang ditangkap dan ditahan bersamaan dengan penangkapan imamoglu, sebanyak 44 orang telah dibebaskan. Tiga sisanya, yang merupakan ajudan dan dua wali kota distrik, masih ditahan berdasar putusan pengadilan. 

CHP juga telah menyiapkan kotak suara simbolis ”pemungutan suara solidaritas” di seluruh negeri dan mengajak masyarakat untuk  mengekspresikan dukungan mereka kepada Imamoglu.

Masyarakat memberikan suara di tempat pemungutan suara Partai Rakyat Republik selama pemilihan simbolis untuk menunjukkan solidaritas kepada Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu setelah dia ditangkap di Istanbul, Turki, Minggu, (23/3/2025).
Seorang pengunjuk rasa yang terluka dibawa oleh temannya dalam bentrokan dengan petugas polisi antihuru-hara Turki di Istanbul pada 23 Maret 2025.
Polisi Turki menangkap seorang pengunjuk rasa saat rapat umum untuk mendukung wali kota Istanbul yang ditangkap Ekrem Imamoglu, di Istanbul, pada 23 Maret 2025.
Petugas polisi antihuru-hara menggunakan senapan antihuru-hara dan semprotan merica untuk menghalau pengunjuk rasa di Istanbul, Turki, Minggu (23/3/2025).
Suasana bentrokan polisi antihuru-hara dengan pengunjuk rasa yang memprotes penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu di Istanbul, Turki, Minggu, 23 Maret 2025.
Pengunjuk rasa meneriakkan slogan saat protes terhadap penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Berlin, Jerman, Minggu, 23 Maret 2025.
Pengunjuk rasa membuat tanda bentuk hati selama protes terhadap penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Berlin, Jerman, Minggu, 23 Maret 2025.

Pada  Minggu malam, penghitungan suara telah mencapai sekitar 15 juta orang, di mana sekitar 13 juta di antaranya berasal dari anggota non-partai yang memberikan suara sebagai bentuk solidaritas. 

Selain di Turki, unjuk rasa juga mulai terjadi di Jerman. Ribuan warga keturunan Turki dan pegiat HAM bersama-sama meneriakkan slogan demokrasi dan pembebasan Imamoglu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra